Senin, Sep 14, 2026
Info Burinyay
Peristiwa

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Klarifikasi Konflik Wakil Bupati Sumedang

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi klarifikasi konflik Wakil Bupati Sumedang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan klarifikasi terkait konflik Wakil Bupati Sumedang, didampingi para pihak terkait. Foto:Info Burinyay/red

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, SH., MM., membuka secara langsung persoalan yang melibatkan Wakil Bupati Sumedang, istrinya, dan sekretaris Wakil Bupati Sumedang.

Dedi Mulyadi sebelumnya berjanji untuk memanggil pihak-pihak terkait. Ia kemudian mengundang Wakil Bupati Sumedang bersama istrinya, Bupati Sumedang, serta sekretaris Wakil Bupati Sumedang.

Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Dedi untuk menggali informasi langsung mengenai persoalan yang berkembang.

“Ya, sesuai janji saya, saya sudah mengundang Wakil Bupati Sumedang beserta istri, Bupati Sumedang, dan sekretarisnya Wakil Bupati Sumedang. Saya sudah mengobrol lama menanyakan peristiwa apa sih yang sebenarnya terjadi,” ujar Dedi Mulyadi.

Dari pembicaraan tersebut, Dedi menyebut rasa cemburu dalam rumah tangga menjadi salah satu pemicu konflik. Ia mengaitkan kecemburuan itu dengan kedekatan Wakil Bupati Sumedang dan sekretarisnya.

Dedi kemudian meminta Wakil Bupati Sumedang menjelaskan bentuk kedekatan tersebut secara terbuka.

“Betul enggak ya? Jujur aja nih, Pak Wabup-nya deketin Eneng?” tanya Dedi.

“Dekat iya, ngebantu, bercandaan Pak,” jawab Wakil Bupati Sumedang.

Dedi lalu menggali lebih jauh mengenai bentuk candaan yang muncul dalam interaksi tersebut.

“Bercandaan? Cuma suka ada romantis-romantisan?” kata Dedi.

“Dibercandain gitu,” jawab Wakil Bupati Sumedang.

Menurut Dedi, interaksi tersebut kemudian memunculkan rasa cemburu dari istri Wakil Bupati Sumedang. Ia menilai kondisi itu muncul karena adanya kekhawatiran mengenai kedekatan suaminya dengan sekretaris.

Dedi juga meminta konfirmasi langsung kepada istri Wakil Bupati Sumedang mengenai perasaan tersebut.

“Iya kan? Benar enggak, Bu Wabup? Cemburu?” tanya Dedi.

“Betul, cemburu,” jawab istri Wakil Bupati Sumedang.

Konflik Sempat Berujung Pelaporan

Dedi mengakui konflik antara pihak-pihak tersebut memang terjadi. Bahkan, persoalan itu sempat berkembang hingga muncul laporan ke Polda.

“Konflik ada kita jujur saja, sampai Eneng lapor ke Polda juga karena ada konflik kan?” ujar Dedi.

Namun, persoalan tersebut kemudian menemukan jalan penyelesaian. Dedi menjelaskan kedua pihak memilih menyelesaikan konflik secara kekeluargaan.

“Setelah itu, karena kedua belah pihak menganggap ini adalah kekhilafan kedua belah pihak, akhirnya dicabut lagi,” katanya.

Selain konflik rumah tangga, isu lain juga muncul dalam pemberitaan dan pembicaraan publik. Salah satunya menyangkut dugaan pelecehan seksual.

Karena itu, Dedi meminta penjelasan langsung dari Wakil Bupati Sumedang. Ia ingin memastikan apakah pernah terjadi pelecehan seksual dalam persoalan tersebut.

“Yang jelas yang paling utama, kalau isu pelecehan seksual tidak pernah ada. Ada enggak pelecehan seksual?” tanya Dedi.

“Enggak ada Pak,” jawab Wakil Bupati Sumedang.

Dedi kembali meminta kepastian.

“Sekali lagi, ada enggak?” tanyanya.

“Enggak ada,” jawab Wakil Bupati Sumedang.

Dedi kembali mengulang pertanyaan tersebut.

“Sekali lagi, ada enggak?”

“Enggak pernah ada,” jawab Wakil Bupati Sumedang.

Berdasarkan jawaban tersebut, Dedi menegaskan bahwa pihak yang hadir dalam pertemuan itu tidak mengakui adanya pelecehan seksual.

Dedi Nyatakan Persoalan Selesai

Setelah mendengar penjelasan pihak-pihak terkait, Dedi menyatakan konflik tersebut telah menemukan penyelesaian.

“Jadi ini saya sudah anggap clear, enggak ada masalah,” ujarnya.

Meski demikian, Dedi tetap memberikan catatan kepada Wakil Bupati Sumedang. Ia menilai Wakil Bupati harus lebih menjaga perasaan istrinya.

Dedi terutama menyoroti kondisi istri Wakil Bupati yang tengah mengandung.

“Untuk itu, tetap satu, Wakil Bupatinya bersalah pada istrinya. Itu bersalah Pak, tidak menjaga perasaan istri yang sedang hamil,” tegas Dedi.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Dedi tetap memberikan evaluasi terhadap sikap Wakil Bupati Sumedang. Namun, ia tidak mengaitkan persoalan tersebut dengan dugaan pelecehan seksual.

Selanjutnya, Dedi menyebut dirinya akan menentukan bentuk hukuman atau sanksi yang berkaitan dengan persoalan tersebut.

“Seluruh berita itu nanti akan saya kasih hukuman. Hukumannya nanti akan saya putuskan kemudian,” kata Dedi.

Dedi tidak menjelaskan secara rinci bentuk hukuman yang akan ia putuskan. Ia hanya menyatakan akan menentukan langkah tersebut setelah melihat persoalan secara menyeluruh.

Pada kesempatan itu, Dedi juga menegaskan pentingnya menyampaikan informasi berdasarkan keterangan yang ia peroleh langsung dari pihak terkait.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan Wakil Bupati Sumedang dan mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang.

“Terima kasih ya untuk informasi ini. Ini kita sampaikan apa adanya karena kita hidupnya tidak ada apanya,” ujar Dedi Mulyadi.

Dengan klarifikasi tersebut, Dedi menyatakan konflik yang melibatkan pihak-pihak terkait telah menemukan titik terang. Ia juga menegaskan kembali bahwa berdasarkan keterangan Wakil Bupati Sumedang dalam pertemuan tersebut, tidak terdapat pelecehan seksual dalam persoalan yang mereka bahas.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.