Soreang, Info Burinyay – Upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 dan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 berlangsung khidmat di Lapangan Upakarti, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (20/4/2026). Pemerintah Kabupaten Bandung mengusung tema “Bandung Lebih Bedas: Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Jaman” sebagai refleksi perjalanan panjang daerah sekaligus arah pembangunan ke depan.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa usia 385 tahun menunjukkan kematangan sejarah dan dinamika pembangunan Kabupaten Bandung. Ia menyebut wilayah ini memiliki peran penting dalam melahirkan sejumlah daerah otonom, seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.
“385 tahun ini bukan usia muda. Kabupaten Bandung punya perjalanan panjang dan luar biasa. Bahkan dari sini lahir beberapa daerah lain. Ini menunjukkan kekuatan sejarah dan peran strategis Bandung,” ujar Dadang usai upacara.
Selanjutnya, Dadang menjelaskan bahwa identitas Bandung tidak terlepas dari sejarah geografis sebagai cekungan. Ia mengaitkan istilah “Bandung” dengan konsep bendungan yang memiliki makna historis tersendiri. Oleh karena itu, ia menilai pemahaman sejarah penting untuk memperkuat arah pembangunan daerah.
Namun demikian, ia juga mengakui tantangan besar masih dihadapi Kabupaten Bandung, terutama persoalan banjir yang terjadi secara periodik. Meski begitu, ia menilai kondisi saat ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan sebelumnya.
“Dulu banjir bisa berlangsung satu bulan atau dua minggu. Sekarang sudah berkurang, bahkan sempat hanya dua hari. Ini hasil intervensi program pemerintah pusat seperti Citarum Harum,” katanya.
Meski demikian, Dadang menyoroti persoalan sedimentasi dan minimnya pemeliharaan yang memicu banjir kembali meningkat. Selain itu, ia menekankan bahwa curah hujan tinggi juga memperburuk kondisi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam penanganan masalah lingkungan.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia mengklaim tengah menyiapkan terobosan inovatif untuk mengatasi persoalan tersebut secara komprehensif.
Selain isu lingkungan, Dadang juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menyongsong Indonesia Emas. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program nasional, termasuk Asta Cita Presiden.
“Program seperti MBG menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi yang profesional. Kita juga melihat peluang besar dari sektor kesehatan dan silver economy,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pusat. Hal ini, menurutnya, terbukti dari peningkatan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 1,34 persen pada tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini luar biasa. Ini bukan kerja individu, tapi hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Meski begitu, Dadang tetap membuka ruang kritik dari masyarakat. Ia menegaskan bahwa kritik yang membangun akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak bersifat menjatuhkan tanpa solusi.
“Kritik membangun saya terima. Tapi harus disertai solusi. Ini bukan persoalan pribadi, tapi persoalan bersama seluruh warga Kabupaten Bandung,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, H. Fiman B Sumantri, menyampaikan harapannya agar Kabupaten Bandung semakin maju, aman, dan sejahtera di usia ke-385.
Senada dengan itu, Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Hj. Linda Herlina, menilai capaian yang diraih Kabupaten Bandung menjadi modal penting untuk melangkah ke depan. Ia optimistis sinergi seluruh pihak akan membawa kemajuan lebih besar.
“Dengan kebersamaan, kita menuju kesuksesan. Kabupaten Bandung harus semakin bedas dan maju,” ujarnya.
Selain itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bandung, H. Eep Jamaludin Sukmana, menekankan pentingnya kekompakan dalam pembangunan daerah. Ia mengingatkan bahwa kemajuan tidak akan tercapai tanpa kolaborasi yang solid.
“Bandung harus terus dibangun. Kuncinya kompak, jangan sampai terpecah,” katanya.
Di tingkat perangkat daerah, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan, turut menyampaikan doa dan harapan agar Kabupaten Bandung terus diberkahi dan masyarakatnya sejahtera.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Yayat Hidayat, mengajak masyarakat untuk bersatu membangun daerah. Ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, sejalan dengan peringatan Hari Kartini.
“Perempuan harus semakin maju dan berdaya. Ini bagian dari kemajuan Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Dari sektor BUMD, Direktur Utama PT BPR Kerta Raharja (Perseroda), Aep Hendar Cahyad, berharap peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga mendorong budaya menabung untuk mendukung pembangunan.
Di sisi lain, perwakilan camat se-Kabupaten Bandung, Mamet Slamet, serta perwakilan kepala desa melalui Rosiman, menyampaikan ucapan selamat sekaligus menyoroti isu strategis seperti banjir yang memerlukan perhatian serius pemerintah pusat.
Selain itu, perwakilan kepala desa wilayah timur, Deni Hamdani, mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan sebagai langkah konkret mencegah banjir.
Sementara itu, Ketua Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kabupaten Bandung, Bambang Budi Raharjo, berharap pemerintah daerah meningkatkan dukungan anggaran bagi program lansia. Ia menilai peran lansia tetap penting dalam pembangunan sosial.
Di sektor pertanian, Ketua P4S Nono Sambas menegaskan komitmennya mendukung swasembada pangan. Ia menjelaskan bahwa peningkatan nilai tambah produk pertanian menjadi kunci kesejahteraan petani.
“Kami tidak hanya produksi, tapi juga olah hingga hilir. Ini meningkatkan daya beli petani,” ujarnya.
Sekretaris KB FKPPI Kabupaten Bandung, Kuswana Hanif, berharap sinergi lintas sektor, termasuk dengan dunia farmasi, dapat memperkuat implementasi visi misi pemerintah daerah.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bersinergi untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.
