Rancaekek, Info Burinyay – Pondok Yatim Piatu Al Baja menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus santunan anak yatim piatu ke-8 di Kampung Babakan Jawa RT 01 RW 12, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu malam, 13 September 2026.
Kegiatan tersebut mengusung semangat berbagi melalui tema “Dengan Berbagi di Kelahiran Nabi Kita Saling Mencintai.” Acara berlangsung sederhana namun penuh khidmat. Selain tausiah, kegiatan juga menghadirkan seni terbangan dari Al-Hidayah Babakan Jawa.
Peringatan Maulid Nabi kali ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap anak yatim piatu. Panitia mengajak masyarakat menjadikan semangat kelahiran Rasulullah sebagai dorongan untuk mempererat persaudaraan dan memperbanyak kepedulian sosial.
Hj. Ummi Ika Nurkodariah dari Pondok Yatim Piatu Al Baja menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan jamaah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan sosial untuk anak-anak yatim piatu.
“Umi menghaturkan nuhun ka para hamba-hamba Allah anu parantos ngarojong, ngadukung kana ieu acara, yaitu memperingati Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam di Al-Baja Al-Hidayah Babakan Jawa,” ujar Hj. Ummi Ika.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir dari berbagai wilayah. Ia berharap setiap dukungan dan rezeki yang diberikan untuk kegiatan tersebut mendapat balasan keberkahan dari Allah SWT.
“Pamugi rizki anu tos dikaluarkeun, digantikeun ku rizki anu langkung berkah, ziyadatul hasanah,” katanya.
Menurutnya, dukungan masyarakat turut memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu di Pondok Al Baja. Karena itu, ia berharap para pendukung kegiatan juga memperoleh kebahagiaan dan keselamatan di dunia maupun akhirat.
Selain menyampaikan rasa syukur, Hj. Ummi Ika memberikan pesan kepada anak-anak agar menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pesen kanggo murangkalih, sing emut bahwa Kanjeng Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu diutus untuk menyempurnakan akhlak,” tuturnya.
Ia kemudian mengingatkan anak-anak untuk menjaga akhlak kepada Allah, Rasulullah, orang tua, diri sendiri, serta sesama umat.
Sementara itu, Kepala Desa Bojongloa, H. Ayeng, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan peringatan hari besar Islam yang berlangsung di tengah masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Atas nama Pemerintah Desa Bojongloa sangat mendukung sekali terhadap kegiatan-kegiatan PHBI yang dilaksanakan di wilayah-wilayah, khususnya di Desa Bojongloa ini,” kata H. Ayeng.
Menurutnya, kegiatan keagamaan juga memiliki peran dalam memperkuat hubungan sosial masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga menjaga kerukunan dan kekompakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya juga mengajak kepada seluruh warga masyarakat agar terus menjaga kerukunan, kekompakan, mempererat tali silaturahmi, dan memperkuat ukhuwah islamiyah demi mewujudkan lingkungan kita yang aman dan damai,” ujarnya.
Selanjutnya, penceramah KH. Ahkuna Ali, Pimpinan Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum, menekankan pentingnya meneladani kehidupan Rasulullah. Ia juga mengaitkan peringatan Maulid Nabi dengan kepedulian terhadap anak yatim.
“Di antara isi daripada Maulid Nabi itu adalah mengikuti jejak langkah Rasul kita, suri teladan kita,” kata KH. Ahkuna Ali.
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah memberikan perhatian besar kepada anak yatim. Karena itu, umat Islam perlu memperkuat kepedulian melalui kegiatan menyantuni dan membahagiakan anak yatim.
“Untuk itu, ketika kita harta ingin berkah, juga kita ingin mendapatkan syafaat dari Baginda Rasul, perhatikanlah, sayangilah, santunilah anak yatim,” tuturnya.
KH. Ahkuna Ali juga mengajak masyarakat memperluas kepedulian tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap anak yatim tidak hanya dapat dilakukan melalui lembaga sosial. Masyarakat juga dapat melihat kondisi anak yatim yang berada di lingkungan sekitar rumah.
“Kepada jemaah, ini kunci daripada kebahagiaan dunia dan akhirat. Di antaranya, maka kita harus punya rutinitas untuk menyantuni anak yatim,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepedulian tersebut perlu tumbuh menjadi kebiasaan. Dengan demikian, semangat Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, perwakilan panitia, Popy Andrainy dan Syarifa Ashaniwati, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Mereka menilai kerja sama panitia menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran acara.
“Terima kasih untuk Umi Ika Nurfadhilah dan Abah Endang Romli, serta kepada seluruh panitia, kami mengucapkan terima kasih banyak atas berlangsungnya acara ini,” kata Popy dan Syarifa mewakili panitia.
Mereka berharap kegiatan Maulid Nabi dan santunan anak yatim piatu tersebut dapat terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya. Mereka juga menyampaikan doa untuk kesehatan dan umur panjang bagi Umi dan Abah yang selama ini mendukung pelaksanaan kegiatan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Pondok Yatim Piatu Al Baja akhirnya tidak hanya menjadi agenda keagamaan. Kegiatan tersebut juga mempertemukan masyarakat dalam semangat berbagi, silaturahmi, dan kepedulian terhadap anak yatim piatu.
Melalui santunan dan pesan keagamaan yang disampaikan, panitia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya meneladani akhlak Rasulullah. Semangat tersebut diharapkan terus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui kepedulian terhadap sesama dan penguatan ukhuwah di lingkungan masyarakat.