Jumat, Apr 17, 2026
Info Burinyay
Parlementer

Cucun Ahmad Syamsurijal Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Polemik Ahli Gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis

Pejabat DPR RI menyampaikan klarifikasi terkait polemik pernyataannya tentang peran ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis pada sebuah acara resmi.
Politikus PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan pernyataan dalam forum resmi saat menjelaskan klarifikasi atas polemik pernyataannya mengenai profesi ahli gizi dan penguatan program Makan Bergizi Gratis. (Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Soreang, Info Burinyay – Politikus PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, memberikan penjelasan terbuka setelah video terkait pernyataannya mengenai profesi ahli gizi menyebar luas di ruang publik. Video tersebut muncul dari sesi tanya jawab dalam sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung. Karena cuplikan itu menimbulkan perdebatan panjang, ia memilih menyampaikan klarifikasi langsung agar masyarakat memahami konteks sesungguhnya.

Cucun membuka keterangannya dengan menyampaikan permohonan maaf terhadap pihak yang merasa terganggu oleh video tersebut. Ia menilai bahwa potongan yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan suasana forum. Karena itu, ia merasa perlu meluruskan isi pembahasan yang terjadi.

“Beberapa hari lalu pada saat acara dengan Badan Gizi Nasional di Bandung ada pernyataan saya yang menjadikan perdebatan. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan permohonan maaf agar semua menjadi terang dan jelas,” ujarnya.

Ia kemudian menegaskan bahwa ia tidak pernah merendahkan peran ahli gizi. Sebaliknya, ia mengapresiasi kompetensi para tenaga gizi yang selama ini mengawal berbagai program pemerintah. Ia menyampaikan bahwa keberadaan ahli gizi sangat penting dalam pelaksanaan program MBG.

Ia mengatakan, “Ahli gizi sangat penting dan merekalah yang mengawal program MBG demi generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.”

Setelah polemik mencuat, ia menghubungi Badan Gizi Nasional dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi). Ia kemudian mengatur pertemuan untuk membahas kembali duduk persoalan. Ia menjelaskan bahwa pertemuan itu berlangsung di ruang pimpinan DPR RI.

Ia mengatakan, “Hari ini saya bersama Persagi dan BGN bertemu di ruang pimpinan DPR RI. Kami menyepakati penguatan program MBG lewat kerja sama BGN dengan Persagi.”

Melalui pertemuan tersebut, BGN dan Persagi menyepakati konsolidasi tenaga gizi, termasuk lulusan sarjana gizi dan lulusan vokasi gizi. Konsolidasi ini akan memperkuat pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah. Ia menilai bahwa langkah itu diperlukan agar pelaksanaan program berjalan dengan standar profesional. Ia menegaskan bahwa konsolidasi tersebut membantu memastikan bahwa setiap tahapan program menghadirkan tenaga yang berkompeten.

Ia juga menekankan bahwa program MBG tidak hanya memberikan makanan. Program ini, menurutnya, membangun dasar kesehatan masyarakat melalui edukasi gizi sejak dini. Ia menjelaskan bahwa pemerintah ingin mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan memperbaiki kualitas gizi anak-anak. Karena itu, ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan profesi gizi harus semakin kuat.

“Kita ingin membangun generasi masa depan yang kuat. Gizi yang baik memegang peran penting dalam pembentukan kualitas hidup anak-anak.” katanya.

Selain memberikan klarifikasi dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf melalui akun Cucun Centre. Dalam unggahan itu, ia menjelaskan bahwa video yang beredar berasal dari diskusi internal dalam Rapat Konsultasi SPPG Kabupaten Bandung pada 16 November 2025. Ia menyampaikan bahwa suasana diskusi berkembang dinamis. Ia mengakui bahwa sebagian pernyataannya mungkin terdengar keras.

Ia mengatakan, “Saya menyampaikan permohonan maaf apabila dinamika pembahasan di dalam ruangan dianggap menyinggung profesi ahli gizi.”

Untuk meluruskan konteks, ia menjelaskan bahwa ia menyoroti adanya usulan perubahan diksi dalam regulasi program gizi. Ada peserta forum yang mengusulkan perubahan istilah ahli gizi menjadi sebutan lain. Usulan itu, menurutnya, berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam pemahaman publik. Karena itu, ia langsung merespons usulan tersebut agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap standar layanan gizi.

Ia menjelaskan, “Tujuan saya adalah meluruskan bahwa apabila terjadi perubahan diksi, terdapat kekhawatiran bahwa kualitas makanan bergizi, termasuk aspek pengawasannya, menjadi tidak dapat dipastikan.”

Ia kemudian menegaskan bahwa ia tidak pernah mengusulkan penghapusan nomenklatur ahli gizi. Ia bahkan menyampaikan bahwa penghapusan istilah tersebut berbahaya bagi kualitas profesi. Menurutnya, apabila istilah itu hilang, pihak yang tidak memiliki kompetensi justru bisa masuk dan mengklaim ruang kerja tenaga gizi.

Ia mengatakan, “Apabila nomenklatur tersebut dihilangkan, hal ini membuka peluang bagi pihak yang bukan ahli gizi untuk masuk ke ruang profesi tersebut.”

Ia menilai bahwa profesi ahli gizi membawa standar kompetensi yang jelas. Karena itu, regulasi harus menjaga ruang kerja profesional tersebut. Ia juga menegaskan bahwa ia mendukung penuh keberadaan tenaga gizi dalam semua program terkait nutrisi. Ia menyampaikan bahwa pemerintah membutuhkan para ahli gizi untuk memastikan kualitas makanan bergizi tetap terjaga. Ia ingin publik memahami bahwa pembahasan itu berangkat dari kekhawatiran terhadap ketepatan regulasi, bukan ketidaksukaan terhadap profesi gizi.

Pada bagian akhir, ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan perhatian terhadap polemik tersebut. Ia mengaku bahwa kritik publik membantu memperbaiki pemahaman dan pelaksanaan program pemerintah. Ia mengatakan bahwa ia menghargai setiap masukan. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperkuat program MBG agar memberi manfaat luas bagi anak-anak Indonesia.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan dan perhatian. Setiap aspirasi sangat berarti bagi penguatan program Presiden Prabowo,” tutupnya.

Melalui klarifikasi ini, Cucun berharap masyarakat memahami konteks pernyataan yang beredar. Ia juga berharap kolaborasi antara tenaga gizi dan pemerintah semakin kuat. Ia ingin memastikan bahwa program MBG berjalan sesuai tujuan dan membawa dampak positif bagi generasi mendatang.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.