24.3 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Jumling di Masjid Asy-Syifa, Bupati Bandung Gaspol Lanjutkan Insentif Guru Ngaji & Program Besti

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan tausiyah dan sosialisasi program insentif guru ngaji serta Beasiswa Besti saat kegiatan Jumat Keliling di Masjid Asy-Syifa Cikancung
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat memberikan sambutan dalam kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Asy-Syifa, Kampung Cikancung Hilir, Desa Cikancung, Jumat (21/11/2025), sekaligus mensosialisasikan lanjutan program insentif guru ngaji, Beasiswa Besti, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur Kabupaten Bandung. (Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Cikancung, Info Burinyay – Kegiatan Jumat Keliling kembali digelar Pemerintah Kabupaten Bandung. Pada Jumat, 21 November 2025, Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan Jumling bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah dan Forkopimcam Cikancung di Masjid Asy-Syifa, Kampung Cikancung Hilir, Desa Cikancung, Kecamatan Cikancung. Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme masyarakat.

Sejak awal, Bupati Bandung mengajak jamaah untuk memanjatkan doa bersama agar masyarakat selalu mendapat kesehatan lahir batin. Ia juga berharap perlindungan Allah SWT mengiringi setiap langkah masyarakat Kabupaten Bandung. Selain itu, kehadiran Kang DS dalam kegiatan Jumling menjadi wadah memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

Sebagai upaya menjaga kedekatan dengan Dewan Kemakmuran Masjid dan warga, Bupati Bandung menegaskan kembali bahwa program pemerintah harus membawa kemaslahatan. Ia menyatakan bahwa amanah sebagai bupati hanya bermakna jika masyarakat merasakan manfaatnya.

“Berbagai program yang digulirkan untuk masyarakat Kabupaten Bandung akan terus kami jalankan,” ujarnya dengan lantang.

Meskipun demikian, Kang DS tetap realistis terhadap tantangan fiskal. Ia menyebutkan adanya penyesuaian Transfer ke Daerah sebesar sekitar Rp 935 miliar. Namun, ia memastikan pelayanan terhadap masyarakat tidak terhenti, bahkan justru harus semakin baik.

Program keagamaan tetap menjadi prioritas penting. Ia memastikan insentif guru ngaji berlanjut pada tahun ajaran berikutnya. Ia juga menugaskan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk menyiapkan buku rapor khusus program guru ngaji pada 2026.

“Jika ada buku lapor, tentu kita bisa mengetahui kemampuan anak dalam membaca Al-Qur’an,” jelasnya. Ia menekankan bahwa program guru ngaji bertujuan membentuk karakter anak bangsa agar menjadi calon pemimpin berakhlak baik.

Selain itu, Bupati Bandung kembali mempromosikan program Beasiswa Ti Bupati (Besti). Program ini diperuntukkan bagi anak-anak cerdas dari keluarga kurang mampu. “Anak-anak pintar dan cerdas yang keluarganya perlu dibantu harus mendapat kesempatan. Program Besti ini kami siapkan untuk memperkuat kualitas SDM Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Kang DS menyampaikan target besar pembangunan infrastruktur. Ia optimistis pembangunan jalan di Kabupaten Bandung rampung dalam tiga tahun ke depan. Namun ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut sangat tergantung pada kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak.

“Pajak untuk pembangunan di Kabupaten Bandung. Saya mengajak masyarakat meningkatkan kekompakan dan gotong royong,” tegasnya. Ia juga mendorong program Jumat Bersih agar lingkungan tetap sehat.

Selanjutnya, Bupati Bandung mengimbau kepala desa untuk menyiapkan beras sebagai cadangan pangan guna membantu warga terdampak. Ia juga meminta RT dan RW memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.

“Kami sudah mengarahkan para kepala desa untuk menyiapkan makanan untuk ketahanan pangan,” katanya.

Menutup pertemuan, Kang DS kembali mengenalkan dua program unggulan: MBG (Makan Bergizi Gratis) dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih). Ia berharap masyarakat aktif menyambut peluang dalam kedua program tersebut demi peningkatan kesejahteraan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.