24.4 C
Bandung
Selasa, Mar 3, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Bupati Bandung Tegaskan Kewajiban Hibah Lahan untuk Penanganan Banjir Tegalluar

Bupati Bandung memberikan keterangan seusai rapat koordinasi penanganan banjir di Kantor Desa Tegalluar.
Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si.,memberikan keterangan kepada media seusai mengikuti Rapat Koordinasi Pentahelix terkait percepatan penanganan banjir di kawasan Sapan–Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, pada Kamis (27/11/2025)

Bojongsoang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung mempercepat langkah penanganan banjir di kawasan Sapan–Tegalluar setelah koordinasi intensif bersama unsur Pentahelix. Bupati Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., memimpin rapat tersebut di Aula Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, pada Kamis, 27 November 2025. Sejak awal pertemuan, ia menekankan pentingnya kolaborasi agar seluruh program penanganan banjir bergerak lebih cepat dan terukur.

Dalam penjelasannya, Dadang Supriatna mengungkap bahwa pemerintah sudah memulai langkah teknis sejak hari sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa kawasan Tegalluar memiliki luas sekitar 3.500 hektare dan memerlukan pengelolaan tata ruang yang ketat. Karena itu, ia kembali mengingatkan kewajiban setiap pemohon izin untuk menghibahkan 10 persen lahan sebagai ruang pengendalian banjir. Ia menyebut aturan tersebut tercantum jelas dalam Pasal 63 Ayat 3 Peraturan Daerah.

Untuk mempertegas aturan tersebut, ia mengumpulkan para pengusaha yang beraktivitas di sekitar Tegalluar. Menurutnya, perusahaan harus menjalankan kewajiban tanpa menunggu teguran berkali-kali. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengirimkan peringatan pertama, kedua, dan ketiga bila kewajiban tidak terpenuhi. Setelah itu, pemerintah akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Aturannya sangat jelas, jadi tidak ada alasan untuk menunda hibah lahan,” kata Bupati.

Setelah memberi penjelasan regulasi, ia memaparkan fokus teknis penanganan banjir. Pemerintah merencanakan pelebaran selokan depan jalan menjadi dua hingga tiga meter. Ia meminta tim teknis menilai debit air secara detail agar pelebaran sesuai kebutuhan lapangan. Menurutnya, pemilik lahan sudah menyatakan kesediaan dan meminta pemerintah menyusun skema penataan secara strategis. Ia menegaskan bahwa proses administrasi akan berjalan cepat karena dukungan masyarakat sudah terbentuk.

Selain itu, beberapa perusahaan juga menawarkan dukungan. Mereka bersedia membantu pelebaran saluran air dan mendukung normalisasi wilayah rawan genangan. Menurut Bupati, dukungan tersebut menambah optimisme pemerintah karena penanganan banjir membutuhkan kecepatan dan disiplin semua pihak. Ia menjelaskan bahwa Sungai Cipamukawan lama memerlukan normalisasi menyeluruh karena sedimentasi sudah menghambat aliran sejak beberapa tahun terakhir. Ia juga menilai banyak selokan desa sudah hampir rata dengan sawah sehingga aliran air tidak bergerak.

Untuk pembiayaan, pemerintah menyusun empat sumber dukungan. Pertama melalui APBD Provinsi, kedua melalui BBWS, ketiga melalui APBD Kabupaten, dan keempat melalui skema Pentahelix. Ia menjelaskan bahwa skema keempat akan menggerakkan partisipasi masyarakat dan perusahaan. Setelah itu, ia meminta kepala desa dan camat menentukan pihak yang akan mengelola partisipasi tersebut agar proses berjalan rapi dan transparan.

Selama rapat, Bupati kembali mengarahkan pengusaha agar menaati kewajiban hibah lahan tanpa paksaan. Ia ingin seluruh perusahaan memahami bahwa hibah lahan bukan sekadar aturan, tetapi bagian penting dari pengelolaan kawasan kota baru Tegalluar. Menurutnya, kawasan tersebut akan berkembang cepat, sehingga kebutuhan ruang air harus terpenuhi sejak awal.

“Saya ingin seluruh pengusaha bergerak dengan kesadaran, bukan karena tekanan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mengedepankan sanksi bila perusahaan menunjukkan itikad baik. Namun ia siap mengambil tindakan bila ditemukan kelalaian. Menurutnya, penanganan banjir membutuhkan ketepatan waktu dan tidak boleh menunggu sampai kerusakan terjadi.

“Jangan sampai izin keluar tetapi kewajiban tidak dijalankan. Prinsipnya sederhana: pembangunan harus berjalan seimbang dengan lingkungan,” katanya.

Setelah menjelaskan aspek teknis, ia menekankan kembali pentingnya sinergi Pentahelix. Ia mengajak akademisi untuk memperkuat kajian teknis debit air, mengajak media untuk mengedukasi publik, serta meminta masyarakat menjaga aliran selokan agar tidak tersumbat. Menurutnya, seluruh elemen harus berperan aktif karena banjir hanya dapat teratasi bila semua pihak bergerak searah.

Ia kemudian menutup pertemuan dengan arahan tegas. Ia meminta jajarannya mengawasi seluruh proses, mulai dari pelebaran saluran, normalisasi sungai, hingga pemenuhan kewajiban hibah lahan. Ia juga meminta tim teknis mempercepat pemetaan lokasi dan mengutamakan titik rawan genangan. Menurutnya, percepatan hanya mungkin terjadi bila pemerintah, masyarakat, dan pengusaha bekerja dalam satu jalur.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat langkah strategis menuju pengelolaan banjir yang lebih efektif. Dengan dukungan unsur Pentahelix, pemerintah menargetkan kawasan Sapan–Tegalluar mampu keluar dari risiko banjir yang berulang. Pemerintah juga ingin memastikan bahwa seluruh investasi di kawasan tersebut berjalan selaras dengan keselamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat. Ia berharap kolaborasi yang terbangun hari ini menghasilkan perubahan nyata dalam waktu dekat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.