Jumat, Apr 17, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan Desa

Tim Monev Apresiasi Pembangunan Jalan Rawabogo, Warga Rasakan Manfaat Bantuan BKK dan Banprov 2025

Petugas monitoring Kecamatan Ciwidey mengukur hasil pembangunan jalan desa di Rawabogo sebagai bagian dari evaluasi BKK dan Banprov 2025.
Tim Monitoring dan Evaluasi Kecamatan Ciwidey meninjau dan mengukur jalan desa di Rawabogo, Kabupaten Bandung, untuk memastikan pekerjaan bantuan BKK dan Banprov 2025 sesuai spesifikasi teknis. (Foto:InfoBurinyay/Lee)

Ciwidey, Info Burinyay – Tim Monitoring dan Evaluasi Bantuan Keuangan Khusus dan Banprov Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 melakukan kunjungan kerja ke Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Senin (8/12/2025). Tim ini dipimpin Camat Ciwidey, H. Nardi Sunardi, SE., M.Si., melalui Ketua Tim Monev  yang juga Sekretaris Kecamatan Ciwidey, PanPan Risvan, S.Ip.,  M.Si., yang memimpin langsung proses pengecekan administrasi dan fisik pembangunan.

Sejak tiba di lokasi, PanPan dan rombongan langsung menemui Kepala Desa Rawabogo, Cecep NA Prawira, melalui Sekdes Rawabogo, Gugum Sopian. Seluruh unsur pelaksana desa ikut hadir, mulai dari Tim Pelaksana Kegiatan, BPD, hingga Ketua LPMD. Mereka menyiapkan seluruh dokumen, sehingga proses verifikasi berjalan cepat dan terarah.

Untuk mempercepat kegiatan, tim membagi tugas menjadi dua. Tim pertama memeriksa administrasi dan Surat Pertanggungjawaban. Tim kedua meninjau fisik dan mencocokkan pekerjaannya dengan RAB. Pembagian ini memungkinkan proses monitoring berjalan lebih akurat. Selain itu, koordinasi desa dan kecamatan membuat pengecekan berlangsung terbuka.

PanPan Risvan menjelaskan tujuan utama monitoring. Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan ingin memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan.

“Kami melaksanakan monitoring bantuan keuangan desa yang bersumber dari BKK. Desa juga menerima bantuan gubernur sebesar 330 juta, program Bunga Desa, dan Rembug Bedas 150 juta,” jelasnya.

Ia memfokuskan kunjungan pada bantuan gubernur senilai 130 juta yang digunakan untuk pembangunan jalan desa. Setelah meninjau lokasi, ia menilai kualitas pekerjaan sudah memenuhi standar.

“Lebarnya mencapai 2,80 hingga 2,90 meter, dan ketebalannya sekitar 12 sampai 15 sentimeter. Pemerintah desa memperhatikan mutu pekerjaan, dan kami memberikan apresiasi,” ujar PanPan.

Melalui kesempatan itu, PanPan juga menyampaikan harapan kepada desa agar menjaga keberlanjutan infrastruktur. Ia menyarankan pemasangan portal demi menghindari kendaraan berat yang dapat merusak struktur jalan.

“Kekuatan beton hanya sekitar lima ton. Kami khawatir kendaraan di luar batas itu masuk tanpa kontrol. Portal akan menjaga umur jalan,” tambahnya.

Tim teknis kecamatan ikut mendukung proses monitoring. Mba Widi dan Wilman memimpin pemeriksaan administrasi. Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Usep, Kasi PSU Hendrik, dan staf Nana melakukan pengukuran ulang. Mereka mencocokkan ukuran fisik dengan rencana anggaran agar tidak muncul perbedaan.

Setelah pemeriksaan berlangsung, Sekretaris Desa Rawabogo, Gugum Sopian, menjelaskan rincian pelaksanaan anggaran. Ia memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan.

“Tim Monev terbagi dua, yaitu tim administrasi dan tim lapangan. Mereka memeriksa dokumen dan kondisi fisik secara bersamaan,” kata Gugum.

Ia menjelaskan bahwa Banprov hanya mengizinkan satu kegiatan fisik, yaitu pembangunan jalan desa.

“Untuk Banprov, volumenya sekitar 49 meter kubik,” ujar Gugum.

Selain itu, ia menjelaskan penggunaan Bunga Desa. Desa memanfaatkan program itu untuk enam unit Rutilahu dan satu unit MCK. Seluruhnya telah selesai dan warga sudah menikmatinya.

Gugum kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Bupati Bandung dan Pak Gubernur Aing KDM. Semoga beliau sehat dan terus mendukung pembangunan desa,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya jalan desa sebagai penghubung antara dua RW, yakni RW 4 dan RW 5. Jalur itu sering dipakai warga untuk kegiatan pertanian.

“Jalan ini sangat penting untuk ekonomi warga. Petani dapat mengangkut hasil panen lebih mudah,” ujarnya.

Dari unsur pelaksana desa, Kasi Kesra Rawabogo, Yusup Suprihat, menguatkan penjelasan tersebut. Ia menceritakan kondisi jalan sebelum program berjalan.

“Sebelumnya jalan rusak berat dan masih tanah merah. Setelah pembangunan, warga dapat melaluinya dengan nyaman,” kata Yusup.

Ia juga menegaskan rasa syukurnya atas bantuan provinsi.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur Aing dan Bupati Bandung yang telah membantu desa kami,” tambahnya.

Dukungan juga mengalir dari warga. Acep, warga RT 5 Kampung Legok Pari, merasa lega setelah melihat perubahan besar pada akses jalan. “Terima kasih kepada Pak Kades dan Pak Gubernur. Jalan ini dulu rusak, sekarang bagus,” ucapnya.

Warga lain, Ecep dari RW 5 Kampung Cisuren, menyampaikan hal serupa.

“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Desa Rawabogo. Jalan ini sangat bermanfaat,” ujarnya.

Selama proses monitoring, tim kecamatan mencatat semua temuan lapangan. Mereka akan menyusun rekomendasi untuk kegiatan berikutnya. Pendekatan ini membuat proses pembinaan desa berjalan lebih terkendali. Desa juga dapat memperbaiki kekurangan teknis untuk pembangunan mendatang.

Pemerintah Kecamatan Ciwidey menegaskan komitmen untuk menjaga akuntabilitas seluruh program desa. Monitoring dilakukan secara berkala agar seluruh anggaran tepat sasaran. Selain itu, kecamatan mendorong desa lebih transparan dan lebih aktif melibatkan masyarakat dalam pengawasan.

Kunjungan Monev ini memperkuat kolaborasi antarpemerintahan. Desa, kecamatan, dan provinsi dapat menyamakan langkah demi meningkatkan kualitas infrastruktur. Setiap kegiatan juga mendapat pengawasan berlapis, sehingga potensi penyimpangan dapat berkurang.

Secara keseluruhan, monitoring ini menunjukkan bahwa pembangunan di Desa Rawabogo bergerak ke arah yang lebih baik. Jalan desa mulai meningkatkan mobilitas warga. Para petani dapat mengangkut hasil taninya lebih cepat. Selain itu, warga merasa lebih percaya terhadap proses pembangunan desa.

Dengan demikian, kegiatan Monev hari itu tidak hanya mengevaluasi penggunaan anggaran, tetapi juga memperkuat tanggung jawab bersama. Pemerintah kecamatan berharap pembangunan selanjutnya semakin maju dan semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.