Cileunyi, Info Burinyay – Yayasan Imam Syafei menyelenggarakan kuliah umum bertema “Urgensi Muatan Nilai Karakter dalam Pembelajaran dan Pendidikan Peserta Didik” di Kampus PKBM Imam Syafei, Jalan Sadang Cipadati No. 66, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini menarik perhatian mahasiswa, calon guru, serta tenaga pendidik dari berbagai satuan pendidikan.
Sejak awal kegiatan, panitia menegaskan kuliah umum ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini menempatkan pendidikan karakter sebagai pilar utama dalam membentuk peserta didik yang berintegritas. Oleh karena itu, Yayasan Imam Syafei merancang acara ini secara akademis dan aplikatif.
Ketua PKBM Imam Syafei, Imam Syafei, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya kemerdekaan pendidikan karakter. Ia menjelaskan guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moral melalui proses belajar mengajar yang berkesinambungan. Dengan demikian, pendidik tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membentuk kepribadian peserta didik.
“Hari ini, Sabtu 20 Desember 2025, kami menyelenggarakan kuliah umum di Yayasan PKBM Imam Syafei bagi mahasiswa dan calon guru,” ujar Imam Syafei. Ia menyampaikan kegiatan ini juga melibatkan tenaga pendidik dan kependidikan dari berbagai latar belakang. Menurutnya, tema yang diangkat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
Lebih lanjut, Imam Syafei menegaskan kuliah umum ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta sebagai pendidik masa depan. Ia menilai penguatan pendidikan karakter menjadi kebutuhan lintas jenjang dan lintas satuan pendidikan. “Kegiatan ini kami harapkan bermanfaat bagi calon guru PHI, PGMI, PIAUN, maupun guru PKBM,” katanya.
Sementara itu, Yayasan Imam Syafei menghadirkan Agus Madriadi, SE., SH., MH., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Agus menekankan urgensi nilai karakter Islami dalam sistem pendidikan. Ia menyampaikan pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan proses pembelajaran formal.
“Alhamdulillah, seminar pendidikan karakter ini terlaksana dengan baik. Tema yang kami angkat menyoroti urgensi pendidikan dan pembelajaran bermuatan nilai karakter Islami,” ujar Agus Madriadi. Ia menilai guru memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai tersebut kepada peserta didik.
Selanjutnya, Agus menjelaskan nilai karakter Islami perlu diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia menegaskan pembiasaan nilai menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter. “Insyaallah, nilai yang kami sampaikan dapat diterapkan kepada anak didik. Dengan itu, kita dapat membentuk generasi Islami yang ikhlas, jujur, tawadu, berani, disiplin, dan tangguh,” jelasnya.
Selain penyampaian materi, panitia juga membuka sesi diskusi interaktif. Melalui sesi ini, peserta menyampaikan pandangan, pengalaman, dan tantangan dalam menerapkan pendidikan karakter di lingkungan belajar. Oleh sebab itu, kegiatan ini tidak hanya bersifat satu arah.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama diskusi berlangsung. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi praktik baik. Bahkan, beberapa peserta menyampaikan harapan agar yayasan menggelar kegiatan serupa secara berkelanjutan.
Melalui kuliah umum ini, Yayasan Imam Syafei menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu, yayasan terus mendorong penguatan karakter sebagai bagian tak terpisahkan dari pembelajaran. Dengan langkah tersebut, lembaga ini berupaya melahirkan pendidik yang profesional dan berakhlak.
Pada akhirnya, kuliah umum ini menjadi momentum refleksi bagi pendidik dan calon guru. Dengan pemahaman yang kuat tentang nilai karakter, mereka diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang cerdas, humanis, dan berlandaskan nilai moral serta spiritual.
