Sabtu, Apr 18, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungKegiatan Pemerintahan

Belasan Ribu ASN Turun Serentak, Bandung Pilih Aksi Nyata di HUT ke-385

ASN Pemkab Bandung melakukan kerja bakti massal membersihkan sampah di lingkungan jalan dan saluran air saat peringatan HUT ke-385
Belasan ribu ASN Pemerintah Kabupaten Bandung turun langsung ke lapangan melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan secara serentak di 31 kecamatan, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 yang difokuskan pada aksi nyata penanganan sampah dan pencegahan banjir. - Foto:infoburinyay/red

Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung mengerahkan belasan ribu aparatur sipil negara untuk turun langsung membersihkan lingkungan dalam aksi serentak di 31 kecamatan, Sabtu, 18 April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 yang tahun ini menekankan aksi nyata dan kepedulian sosial.

Sejak pagi, para ASN bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah dan pemerintah kecamatan menyasar berbagai titik sumber sampah. Mereka membersihkan lingkungan perkantoran, ruas jalan protokol, sungai, pasar, sekolah, hingga saluran drainase. Selain itu, petugas juga menertibkan lokasi yang selama ini menjadi titik penumpukan sampah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna turun langsung ke lapangan bersama Wakil Bupati Ali Syakieb dan Sekretaris Daerah Cakra Amiyana. Kehadiran pimpinan daerah ini memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat pelaksanaan kegiatan di seluruh wilayah.

“Alhamdulillah hari ini belasan ribu ASN dan pegawai Pemkab Bandung seluruhnya turun ke lapangan untuk gotong royong bersih-bersih lingkungan. Aksi ini berlangsung serentak di 31 kecamatan,” ujar Dadang Supriatna.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bandung mengubah konsep peringatan hari jadi tahun ini secara signifikan. Pemerintah tidak lagi menggelar pesta rakyat atau karnaval. Sebagai gantinya, pemerintah mengarahkan seluruh rangkaian kegiatan pada aksi yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Dadang menegaskan bahwa perubahan ini muncul dari pertimbangan kondisi daerah yang sedang menghadapi bencana hidrometeorologi. Banjir dan pergerakan tanah masih melanda sejumlah wilayah sehingga pemerintah memilih langkah yang lebih relevan.

“Setelah kami memutuskan untuk mengalihkan anggaran Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 ke penanganan banjir, kami langsung menindaklanjutinya melalui aksi nyata membersihkan lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga menargetkan langkah ini sebagai upaya pencegahan bencana. Sampah yang menumpuk sering memperparah banjir dan merusak kualitas lingkungan.

“Kami mengubah rangkaian peringatan ini menjadi aksi simpatik. Dalam kondisi seperti sekarang, perayaan meriah tidak tepat. Kami memilih fokus pada pemulihan dan pencegahan bencana,” tambahnya.

Selanjutnya, Bupati Bandung menginstruksikan seluruh kepala desa dan lurah untuk melanjutkan gerakan tersebut di tingkat masyarakat. Instruksi ini mendorong keterlibatan warga secara langsung.

“Saya sudah menginstruksikan para kepala desa dan lurah untuk mengajak masyarakat melaksanakan ‘Beberesih Lembur’ pada Minggu besok,” ungkapnya.

Melalui gerakan ini, pemerintah mengajak pemuda, tokoh masyarakat, dan kelompok ibu-ibu untuk bergotong royong. Mereka membersihkan sampah, memperbaiki saluran air, dan merapikan lingkungan desa secara bersama-sama.

Dengan pendekatan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan. Selain itu, pemerintah juga memperkuat langkah mitigasi bencana melalui aksi kolektif yang berkelanjutan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.