Solokanjeruk, Info Burinyay – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Solokan Jeruk menggelar Sosialisasi Program Kepramukaan Tahun 2026 di SDN Rancakasumba 2, Kampung Manirancan Nomor 46, Kecamatan Solokan Jeruk, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini mempertemukan jajaran Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), pengurus Kwartir Cabang, serta para Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus). Peserta berasal dari PAUD, Kober, TK, SD, SMP, SMA, SMK, MAN, hingga PKBM se-Kecamatan Solokan Jeruk.
Selain menjadi ajang silaturahmi, forum ini menyamakan arah program kepramukaan tahun 2026. Kemudian, peserta juga membahas peningkatan kualitas pembina, penguatan pendidikan karakter, serta sejumlah agenda Kwarcab Kabupaten Bandung.
Ketua Kwarran Solokan Jeruk, Adang Sukarya, S.Pd.MG., mengapresiasi antusiasme seluruh peserta. Menurutnya, kehadiran para kepala sekolah dan pembina menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan Gerakan Pramuka.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta. Semoga seluruh materi dari narasumber dapat diterapkan di gugus depan masing-masing. Mari kita bekerja sama agar kegiatan kepramukaan semakin berkembang dan memberi manfaat bagi peserta didik,” ujarnya.
Selanjutnya, Sekretaris Umum Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Drs. H. Nandang Kuswara, M.Pd., menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010.
Ia menjelaskan bahwa organisasi memiliki sumber pendanaan yang jelas. Sumber tersebut meliputi iuran anggota, APBD, serta sumbangan masyarakat yang tidak mengikat sesuai AD/ART Gerakan Pramuka.
Selain itu, Nandang memperkenalkan Program Gerakan Tanam Cengek. Program ini mengajak setiap peserta didik membawa bibit cabai pada awal tahun ajaran baru.
“Anak-anak tidak hanya menanam cabai. Mereka juga belajar mencintai tanah, mengenal pangan, dan membangun karakter. Jika seluruh sekolah bergerak bersama, hasilnya akan sangat besar bagi Kabupaten Bandung,” katanya.
Berikutnya, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklacab) Parahyangan Kabupaten Bandung, K. Saeful Akbar, memaparkan sejumlah agenda prioritas Kwarcab.
Agenda tersebut meliputi persiapan Jambore Nasional, penilaian Kwarran Tergiat, program ketahanan pangan, verifikasi Pramuka Garuda, serta pelaksanaan Kursus Mahir Dasar (KMD).
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru PAUD dan TK menjadi salah satu fokus utama. Karena itu, Kwarcab mengajak para guru mengikuti KMD agar kemampuan membina Pramuka terus meningkat.
“Kami ingin seluruh guru memiliki kompetensi kepramukaan yang baik. Dengan begitu, mereka dapat membimbing peserta didik sejak Prasiaga menuju Siaga secara optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Kwarran Solokan Jeruk Bidang Orgakum, Evi Jamilah, M.Pd., mengingatkan seluruh kepala sekolah agar kembali mengaktifkan latihan Pramuka.
Ia menilai masih ada gugus depan yang belum menjalankan latihan secara rutin. Padahal, Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib.
Selain itu, Evi menjelaskan bahwa sekolah dapat memanfaatkan dana BOS sesuai ketentuan untuk mengikuti KMD maupun KML. Ia juga mengajak seluruh sekolah menyukseskan Gerakan Tanam Cengek dan program-program Kwarcab lainnya.
“Kami berharap seluruh sekolah kembali aktif. Mari kita hidupkan latihan Pramuka dan sukseskan seluruh program bersama,” tegasnya.
Perwakilan Mabigus SDN Bojong Emas 1, Hj. Beti Julias Maniar, S.Pd., mengaku memperoleh motivasi baru setelah mengikuti sosialisasi.
Menurutnya, kepala sekolah memegang peran penting dalam membangun budaya kepramukaan di sekolah. Karena itu, kepala sekolah perlu mendorong seluruh guru mengikuti KMD agar pembinaan berjalan optimal.
Sementara itu, peserta dari TK Nurul Hikmah, Essa Lusiana, menilai pendidikan kepramukaan sangat sesuai bagi anak usia dini.
Menurutnya, pembelajaran di TK berlangsung melalui bermain. Oleh sebab itu, metode kepramukaan mampu memperkuat pembentukan karakter sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan.
Hal senada disampaikan Yuyus Yusmiati, S.Pd., perwakilan HIMPAUDI Solokan Jeruk. Ia mengaku memperoleh wawasan baru mengenai sistem kepramukaan, terutama bagi lembaga pendidikan nonformal.
Ia berharap seluruh materi yang diterima dapat menjadi bekal untuk meningkatkan pembinaan karakter anak di satuan pendidikan masing-masing.
