Jumat, Jul 17, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungKegiatan Pemerintahan

Kabupaten Bandung Resmikan Monumen Kopi, KDS Perkuat Identitas Daerah sebagai Penghasil Kopi Berkualitas Dunia

Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia di Jalan Al Fathu, Soreang, bersama jajaran pejabat, pelaku industri, dan komunitas kopi.
Bupati Bandung Dadang Supriatna (tengah) meresmikan Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia di Jalan Al Fathu, seberang Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (29/6/2026) malam. Peresmian tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, petani kopi, pelaku industri, komunitas kopi, akademisi, serta tamu mancanegara. (Foto: InfoBurinyay/red)

Soreang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi meluncurkan Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia di Jalan Al Fathu, tepat di seberang Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (29/6/2026) malam. Kehadiran monumen tersebut memperkuat identitas Kabupaten Bandung sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Indonesia.

Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin langsung peresmian tersebut. Sejumlah petani kopi, pelaku industri, komunitas, akademisi, mahasiswa mancanegara, serta tamu undangan turut menghadiri kegiatan itu. Kehadiran mereka menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan industri kopi di Kabupaten Bandung.

Menurut Dadang Supriatna, pemerintah tidak hanya membangun sebuah monumen. Pemerintah juga ingin menghadirkan simbol penghargaan bagi seluruh insan kopi yang telah membawa nama Kabupaten Bandung hingga dikenal luas.

“Monumen ini bukan sekadar landmark melainkan simbol penghormatan terhadap perjuangan para petani kopi, pelaku usaha, komunitas dan seluruh insan kopi yang telah mengangkat nama Kabupaten Bandung hingga dikenal luas hingga mendunia,” ujar Dadang Supriatna.

Selain itu, Bupati menegaskan bahwa monumen tersebut mencerminkan semangat pemerintah dalam mengembangkan sektor kopi. Ia menilai kopi mampu menjadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas daerah.

“Lebih dari itu, monumen ini menjadi penanda semangat besar kita untuk terus menjadikan kopi sebagai kekuatan ekonomi, budaya, pariwisata, dan kebanggaan daerah menuju ‘Bandung Mendunia’,” katanya.

Dadang menjelaskan, Kabupaten Bandung memiliki kondisi geografis yang sangat mendukung pertumbuhan kopi berkualitas. Wilayah Ciwidey, Gunung Puntang, Malabar, Kertasari, Pangalengan, Arjasari, Kamojang, hingga Palintang telah lama menghasilkan kopi dengan karakter yang khas.

Bahkan, sejumlah produk kopi dari Kabupaten Bandung telah memasuki pasar ekspor. Produk tersebut telah menjangkau berbagai negara di beberapa benua. Capaian itu memperkuat posisi Kabupaten Bandung sebagai salah satu sentra kopi nasional.

Karena itu, Dadang optimistis kopi dapat menjadi identitas yang membanggakan bagi daerah. Menurutnya, kopi tidak hanya menawarkan cita rasa. Kopi juga memperkenalkan kekayaan alam, budaya, kreativitas, dan semangat masyarakat Kabupaten Bandung.

“Saya meyakini kopi bisa menjadi salah satu identitas Kabupaten Bandung yang membanggakan. Melalui kopi, kita tidak hanya memperkenalkan cita rasa yang khas tetapi juga memperkenalkan kekayaan alam, budaya, kreativitas serta semangat masyarakat Kabupaten Bandung kepada dunia,” ungkapnya.

Selanjutnya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi melalui konsep pentahelix. Pemerintah, petani, pelaku UMKM, komunitas, akademisi, media, dunia usaha, dan sektor perbankan diharapkan bergerak bersama.

Menurut Dadang, kualitas biji kopi saja belum cukup untuk meningkatkan daya saing. Semua pihak juga perlu memperkuat pengolahan pascapanen, inovasi produk, desain kemasan, pemasaran digital, dan strategi branding.

Di sisi lain, pemerintah akan terus mendorong hilirisasi industri kopi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, hilirisasi juga dapat memperkuat UMKM, mendorong sektor pariwisata, dan membuka lapangan kerja baru.

“Saya berharap Monumen Kopi ini menjadi ikon baru Kabupaten Bandung yang mampu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan sekaligus menjadi pengingat bahwa dari Tanah Kabupaten Bandung lahir kopi-kopi terbaik dunia. Semoga monumen ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai, melestarikan dan mengembangkan potensi kopi lokal,” tutur Dadang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, mengatakan pemerintah menggabungkan peresmian monumen dengan pameran kopi. Langkah itu bertujuan agar masyarakat dapat mengenal produk kopi lokal secara lebih dekat.

Menurut Zeis, pengunjung tidak hanya melihat monumen. Mereka juga dapat mempelajari proses perjalanan kopi, mulai dari budidaya hingga menjadi produk siap konsumsi.

“Kalau orang datang ke monumen, pasti bertanya: kopinya mana? Jawabannya ada di sini. Di pameran ini kita tunjukkan alur kopi dari hulu sampai hilir,” jelas Zeis.

Ia juga mengapresiasi antusiasme komunitas kopi dan pelaku usaha. Mereka mampu mempersiapkan kegiatan tersebut dalam waktu singkat. Kondisi itu menunjukkan bahwa industri kopi Kabupaten Bandung berkembang semakin dinamis.

Ke depan, pemerintah akan mengembangkan kawasan Monumen Kopi menjadi destinasi wisata tematik. Pemerintah juga akan menyiapkan ruang promosi UMKM, kafe, dan pusat oleh-oleh berbasis kopi.

Dengan pengembangan tersebut, pemerintah berharap kawasan itu mampu menarik lebih banyak wisatawan. Selain itu, kawasan tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat citra Kabupaten Bandung sebagai daerah penghasil kopi berkualitas dunia.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.