Rancaekek, Info Burinyay — Sebanyak 170 domba mengikuti kontes latihan yang digelar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) PAC Rancaekek di Pamidangan Dapoer Geboel, Kampung Ciherang, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peresmian pembukaan pemidangan Dapoer Geboel oleh HPDKI Kabupaten Bandung. Selain memperkuat pembinaan peternak, kegiatan ini mendorong pengembangan seni ketangkasan domba sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan Lingkung Seni Gelar Kencana Cileunyi. Kehadiran seni tradisional Sunda tersebut melengkapi rangkaian kegiatan dan memperkuat ruang pelestarian budaya lokal di tengah aktivitas masyarakat.
Ketua HPDKI PAC Rancaekek, H. Jajang Marfu Nur’aidin, mengatakan pembukaan pemidangan Dapoer Geboel menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas peternakan di wilayah Rancaekek.
“Alhamdulillah, dalam rangka launching pembukaan pemidangan Dapur Ngebul, saya berharap semua masyarakat dengan ruang lingkup HPDKI Kabupaten Bandung supaya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitasnya dalam segi beternak,” ujar Jajang.
Menurutnya, keberadaan pemidangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas peternakan. Lebih jauh, tempat tersebut dapat menjadi ruang yang mempertemukan peternak, pencinta domba, masyarakat, serta pelaku usaha.
Karena itu, Jajang berharap kegiatan di pemidangan Dapoer Geboel mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Mudah-mudahan untuk ke depannya pemidangan Dapur Ngebul ini supaya dapat mengangkat ekonomi perekonomian, terutama UMKM yang ada di wilayah Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek khususnya dan umumnya Kabupaten Bandung,” katanya.
Sementara itu, penyelenggara sekaligus pengelola Padepokan Dapoer Ngeboel, H. Sahidin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan. Ia berharap para peternak terus berkembang dan mampu mencapai keberhasilan melalui aktivitas peternakan.
“Nah, kepada para pamilon semuanya yang ada di Kecamatan Rancasari dan seluruh Kota Bandung, Kabupaten Bandung, semoga sukses,” kata Sahidin.
Ia juga mengajak para peternak untuk terus berusaha meningkatkan kualitas ternaknya.
“Iya, kalau ajakan mah itu peternak-peternak itu harus semua berhasil,” ujarnya.
Dukungan terhadap pembukaan pemidangan juga datang dari Pengurus HPDKI Kecamatan Rancaekek, Cucu Sulaeman. Ia menyebut keberadaan pemidangan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk H. Sahidin sebagai salah satu donatur.
“Gotong royong yang donatur itu kebetulan ada Pak Haji Sahidin. Kami sebagai rengrengan mendukung sama ketua PAC, Pak Jajang, mendorong keberadaannya Pamidangan Dapur Ngebul yang ada di wilayah Desa Jelegong, Dusun Ciherang,” tutur Cucu.
Selain itu, Cucu mengajak peserta yang belum hadir dalam kontes latihan untuk mengikuti kegiatan berikutnya. Ia menyebut HPDKI PAC Rancaekek berencana menggelar semi kontes pada bulan berikutnya.
“Dimohon kepada rekan-rekan pamilon yang belum datang ke Pamidangan Dapur Ngebul, insyaallah ke depan, bulan depan akan diadakan semi kontes. Mudah-mudahan kita sehat, para pamilon mudah-mudahan datang semua yang akan datang,” katanya.
Dukungan lain datang dari Atep Komarudin, salah seorang pencinta domba dan kambing. Menurut Atep, kegiatan seperti kontes latihan dapat menjadi ruang positif untuk mengembangkan minat masyarakat terhadap domba sekaligus memperkuat komunitas peternak.
“Saya sangat mendukung sekali atas adanya lomba atau sambil latihan dalam istilahnya domba Garut. Tapi di mana-mana, di Majalaya ada, Rancaekek ada, Bandung juga ada. Jadi bukan domba Garut hungkul, ayeuna mah domba keren,” ujar Atep.
Ia berharap HPDKI Rancaekek terus berkembang dan mampu menghadirkan kegiatan yang semakin besar.
“Mudah-mudahan HPDKI Rancaekek maju terus, sukses,” katanya.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Kecamatan Rancaekek, Irwan Rayanov, S.Sos., menilai pembukaan pemidangan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, aktivitas kegiatan mampu menggerakkan sektor ekonomi mikro melalui kehadiran pedagang dan pelaku UMKM.
“Kami ucapkan selamat pada HPDKI Kecamatan Rancaekek yang telah memprakarsai seni ketangkasan domba ini. Tentunya ini bagi UMKM sekitar sangat bermanfaat di tengah kondisi ekonomi yang lesu, tentunya,” ujar Irwan.
Ia melihat dampak tersebut secara langsung dari aktivitas perdagangan di sekitar lokasi.
“Ini sangat riil bagaimana mendongkrak UMKM di sini. Kita lihat pedagang hidup dan lain sebagainya,” katanya.
Selain aspek ekonomi, Irwan menilai kegiatan tersebut memiliki nilai budaya. Seni ketangkasan domba dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi Sunda kepada masyarakat lintas generasi.
“Dan tentunya ini perdana di Rancaekek, ya. Ini memperkenalkan seni tradisional Sunda buhun. Bagaimana ini bisa dikenalkan ke warga Rancaekek di kalangan anak-anak, generasi muda, dan orang tua,” ujarnya.
Dengan kehadiran 170 domba dalam kontes latihan, pembukaan Pamidangan Dapoer Geboel menjadi ruang baru bagi aktivitas komunitas peternak di Rancaekek. Selanjutnya, HPDKI PAC Rancaekek menyiapkan agenda semi kontes sebagai bagian dari keberlanjutan kegiatan.
Selain memperkuat kualitas peternakan, kegiatan tersebut juga membuka ruang interaksi ekonomi bagi UMKM sekitar. Di sisi lain, penampilan seni tradisional turut memberi warna budaya sehingga kegiatan peternakan, ekonomi masyarakat, dan pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan.
HPDKI PAC Rancaekek pun berharap keberadaan Pamidangan Dapoer Geboel dapat berkembang sebagai ruang pembinaan peternak sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, dan Kabupaten Bandung secara lebih luas.
