Minggu, Apr 19, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

El Nino 2026 Mengancam! Pemkab Bandung Turun Langsung Cegah Kekeringan

Rapat koordinasi Pemkab Bandung bersama Kementerian Pertanian bahas antisipasi El Nino 2026 dan potensi kekeringan
Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dan perwakilan Kementerian Pertanian RI mengikuti rapat koordinasi di Rumah Dinas Bupati, membahas langkah strategis antisipasi dampak El Nino 2026 terhadap sektor pertanian, Jumat (18/4/2026). -Foto:infoburinyay/diskominfo

Kutawaringin, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung mempercepat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino. Untuk itu, tim gabungan turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah wilayah rawan, termasuk Kecamatan Kutawaringin, Jumat (18/4/2026).

Langkah ini menjadi penting karena El Nino kerap menurunkan curah hujan di Indonesia. Fenomena tersebut muncul akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. Akibatnya, pasokan air berkurang dan sektor pertanian menghadapi risiko besar. Oleh sebab itu, pemerintah daerah mulai memperkuat kesiapan sejak dini.

Berdasarkan analisis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi El Nino pada 2026 perlu mendapat perhatian serius. Terutama, periode April hingga Oktober diperkirakan menjadi fase paling rawan. Karena itu, pemerintah daerah segera menyusun langkah mitigasi agar dampaknya bisa ditekan.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bertindak cepat dan terukur. “Kami bergerak lebih awal agar bisa mengurangi risiko kekeringan. Antisipasi jauh lebih penting daripada penanganan saat krisis terjadi,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Kania Dewi, ikut mendampingi. Selain itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Hermanto, juga hadir di lokasi. Kehadiran perwakilan pusat memperkuat koordinasi lintas sektor.

Hermanto menilai kesiapan infrastruktur air menjadi faktor utama. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. “Kami mendorong penguatan sistem irigasi dan pengelolaan air. Kolaborasi menjadi kunci agar sektor pertanian tetap bertahan,” katanya.

Selanjutnya, jajaran pemerintah menggelar rapat koordinasi di Rumah Dinas Bupati Bandung. Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas langkah konkret untuk meningkatkan pengelolaan lahan dan sistem irigasi. Dengan begitu, setiap pihak dapat menjalankan peran secara terarah.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat sinergi lintas sektor. Pemerintah juga menyelaraskan program pusat dan daerah agar berjalan efektif. Dengan pendekatan ini, upaya mitigasi bisa berjalan lebih optimal.

Pemerintah berharap produktivitas pertanian tetap terjaga. Selain itu, ketahanan pangan daerah juga bisa dipertahankan meski menghadapi ancaman El Nino. Oleh karena itu, kesiapsiagaan semua pihak menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan ini.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.