Rabu, Agu 26, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungKegiatan Kepramukaan

HUT Pramuka ke-65, 1.200 Peserta Ikuti HUTRIKA XIX di Ranca Upas

1.200 Pramuka Ciwidey mengikuti upacara HUT Pramuka ke-65 di Rancaupas
Sebanyak 1.200 Pramuka Kwarran Ciwidey mengikuti upacara pembukaan HUT Pramuka ke-65 melalui HUTRIKA XIX Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Rancaupas, Kabupaten Bandung, Selasa (25/8/2026). Foto:Info Burinyay/Lee

Ciwidey, Info Burinyay — Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-65 melalui rangkaian HUTRIKA XIX Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan Rancaupas, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa (25/8/2026).

Upacara pembukaan melibatkan sekitar 1.200 peserta dari berbagai gugus depan se-Kwarran Ciwidey. Selanjutnya, rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan agenda pembinaan, perlombaan, perkemahan, pendidikan karakter, serta pengembangan kreativitas anggota Pramuka.

Ketua Kwarran Pramuka Ciwidey, Ahmad Rosad Muslim, S.Ag., mengatakan HUTRIKA XIX menjadi agenda rutin tahunan yang memadukan berbagai kegiatan kepramukaan. Selain itu, panitia juga menggabungkan pembinaan karakter dengan kegiatan keagamaan.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat melaksanakan kegiatan rutin tahunan yang dikemas dalam kegiatan HUTRIKA. Di dalamnya ada Persari, perkemahan satu hari untuk Prasiaga sampai kelas 3, usia 7 sampai 10 tahun,” ujar Ahmad.

Menurutnya, rangkaian kegiatan juga mencakup Lomba Tingkat (LT) 2 sebagai tahapan menuju LT 3 tingkat Kabupaten Bandung. Kemudian, peserta mengikuti kegiatan Itajamnas serta Kanira yang menjadi bagian dari agenda pembinaan Pramuka.

“Kita padukan antara kegiatan keagamaan dan keterampilan kepramukaan. Alhamdulillah kita dapat peserta 1.200. Titiknya ada empat, yaitu Persari di Bengalo, LT di Safana, Itajamnas, dan Kanira,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmad berharap kegiatan tersebut mampu membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat. Karena itu, pembinaan melalui Pramuka terus diarahkan agar peserta memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai Dasadarma dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya kira harapannya melalui kegiatan kepramukaan ini lahir generasi-generasi yang handal, memiliki tabiat karakter yang baik, dan mampu melaksanakan Dasadarma sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pencetus Gerakan Pramuka,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Kecamatan Ciwidey Usep Supriadi, S.Sos., yang mewakili Camat Ciwidey H. Nardi Sunardi, SE., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan HUT Pramuka ke-65 tersebut.

Menurut Usep, kegiatan dengan jumlah peserta hampir 1.200 orang itu tidak hanya berorientasi pada perkemahan maupun latihan baris-berbaris. Sebaliknya, kegiatan tersebut juga membuka ruang silaturahmi sekaligus pengembangan keterampilan generasi muda.

“Saya Kasi Pemberdayaan Kecamatan Ciwidey mengapresiasi kegiatan HUT Pramuka yang ke-65 dengan jumlah peserta hampir 1.200. Ajang kegiatan ini bukan saja soal perkemahan atau latihan baris-berbaris, tetapi juga ajang silaturahmi dan mengasah keterampilan untuk membangun generasi muda yang akan datang,” kata Usep.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris I Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Kak Iyan Mulyana, S.Sos., menjelaskan bahwa rangkaian HUT Pramuka ke-65 berlangsung secara berkesinambungan di sejumlah wilayah.

“Kegiatan HUT Pramuka ini merupakan rangkaian kegiatan yang memang berkesinambungan, yang digelar di tanggal 12, 14, 15,” ujar Iyan.

Menurut Iyan, kegiatan di wilayah Ciwidey juga menjadi bagian dari rangkaian pembinaan anggota Pramuka dari berbagai jenjang. Pesertanya mencakup golongan Siaga, Penggalang, hingga Penegak.

“Rentetan kegiatan HUT Pramuka ke-65 merupakan kegiatan yang di dalamnya tentang kepesertaan pendidikan, dari mulai Siaga, Penggalang, Penegak,” katanya.

Selain itu, rangkaian HUTRIKA XIX juga menghadirkan kegiatan Jambore Nasional atau Jamnas, Lomba Tingkat Dua, Kanira, serta kegiatan Siaga yang dilaksanakan Kwarran Ciwidey.

Iyan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota Pramuka.

“Kegiatan di Kwartir Ranting Ciwidey mudah-mudahan bisa menjadi tolok ukur keberhasilan dan kebersamaan dalam rangka pembentukan karakter. Kwartir Cabang Gerakan Pramuka ingin mewujudkan pembentukan karakter sampai basis di tingkat Kwaran,” tuturnya.

Di lokasi kegiatan, Pembina LT 2 Iwan Setiawan menjelaskan, agenda Lomba Tingkat 2 di Ranca Upas melibatkan peserta dari jenjang SD dan SMP. Para peserta menjalani kegiatan perkemahan selama tiga hari dua malam.

“Ini kegiatan packing di LT2 di Ranca Upas. Ini untuk packing basis SMP, tingkat SMP, dan untuk tingkat SD. Rencananya untuk perkemahan tiga hari dua malam,” kata Iwan.

Ia menyebut jumlah peserta untuk kategori SD dan SMP mencapai lebih dari 1.000 orang. Khusus LT 2, peserta tingkat SD mencapai sekitar 500 orang, sedangkan tingkat SMP sekitar 300 orang.

Di sisi lain, Site Manager Ranca Upas Jaka Ismawijaya mengatakan pengelola destinasi wisata tersebut terus memperkuat koordinasi dengan penyelenggara kegiatan. Setiap hari, pihak pengelola juga menggelar briefing untuk menyatukan informasi dan kesiapan petugas.

“Di Palawi, Perhutani Alam Wisata khususnya di Ranca Upas, memang sudah menjadi kewajiban untuk dilakukan briefing kepada karyawan. Tujuannya menginformasikan segala hal, mengompakkan, dan menyinergikan karyawan terkait apa yang harus dilakukan serta apa yang harus direncanakan untuk kemajuan Ranca Upas,” ujar Jaka.

Menurut Jaka, komunikasi dengan sejumlah kwartir ranting Pramuka juga terus berjalan. Karena itu, Ranca Upas menjadi salah satu lokasi pilihan berbagai kegiatan Pramuka selama momentum Agustus.

“Alhamdulillah kita sudah ada komunikasi dengan Kwartir-Kwartir Pramuka, Ciwidey, Rancabali, Gunung Halu. Setiap bulan Agustus, saat ulang tahun Pramuka, mereka memilih destinasi wisata Ranca Upas sebagai tempat untuk mengadakan agenda Pramuka,” katanya.

Jaka menilai kegiatan tersebut turut memberikan kontribusi bagi aktivitas ekonomi di kawasan wisata Ranca Upas. Selain Kwarran Ciwidey, sejumlah wilayah lain juga memilih Ranca Upas sebagai lokasi kegiatan.

“Alhamdulillah menambah juga kontribusi pendapatan kami dengan adanya acara Pramuka. Saya ucapkan terima kasih kepada Kwarran Ciwidey, Gunung Halu, Pacira, dan Banjaran yang sudah memilih destinasi Ranca Upas,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap semakin banyak sekolah dan organisasi Pramuka memilih Ranca Upas sebagai lokasi kegiatan pembinaan dan perkemahan.

Sementara itu, salah seorang peserta LT 2, Bilal Apiq Aldebaran dari SDN Sukawening, mengaku mengikuti kegiatan Lomba Tingkat 2 dengan antusias. Ia mengikuti sejumlah materi, termasuk Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan pioneering.

“Dari SDN Sukawuni, LT, Lomba Tingkat 2. PBB sama pioneering. Senang sih. Salam Pramuka!” kata Bilal.

Dengan melibatkan sekitar 1.200 peserta, HUTRIKA XIX Tahun 2026 di Ranca Upas menjadi bagian dari upaya Kwarran Ciwidey memperkuat pembinaan generasi muda melalui kegiatan Pramuka. Selain mengasah keterampilan, rangkaian kegiatan tersebut juga mengedepankan kebersamaan, pendidikan karakter, kreativitas, dan penerapan nilai-nilai Dasadarma.

Kegiatan selama tiga hari diharapkan memberi pengalaman langsung bagi peserta untuk belajar disiplin, bekerja sama, bertanggung jawab, serta mengembangkan keterampilan dalam suasana perkemahan. Dengan demikian, peringatan HUT Pramuka ke-65 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang pembinaan anggota Pramuka di tingkat ranting.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.