Baleendah, Info Burinyay – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (DPC HIPKI) Kabupaten Bandung menggelar rapat kerja pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Aula LKP Mahkota Modjang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Forum tersebut menghasilkan empat keputusan strategis untuk memperkuat pendidikan vokasi dan meningkatkan peluang kerja masyarakat.
Seluruh pengurus mengikuti rapat dengan semangat kolaborasi. Mereka membahas evaluasi program kerja sekaligus menyusun agenda organisasi untuk beberapa bulan ke depan. Selain itu, peserta juga merumuskan berbagai langkah yang mendukung peningkatan kualitas lembaga kursus dan pelatihan.
Ketua DPC HIPKI Kabupaten Bandung, Indra Mustika, S.Pd., M.M., mengatakan rapat kerja menjadi momentum penting bagi organisasi. Menurutnya, HIPKI harus terus beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh pengurus sepakat memperkuat organisasi melalui langkah yang terukur,” kata Indra Mustika.
Keputusan pertama menetapkan pembentukan perusahaan milik DPC HIPKI Kabupaten Bandung. Pengurus meyakini langkah tersebut akan memperkuat kemandirian organisasi. Selain itu, perusahaan itu juga akan mendukung berbagai program pelatihan dan pengembangan usaha anggota.
Selanjutnya, rapat menyepakati agenda kunjungan ke DPR RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Bupati Bandung. Pengurus akan memanfaatkan agenda itu untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi dengan para pemangku kebijakan.
Indra menjelaskan bahwa pendidikan vokasi memerlukan dukungan berbagai pihak. Oleh sebab itu, HIPKI ingin membangun kerja sama yang lebih luas.
“Kami ingin menyampaikan aspirasi lembaga kursus secara langsung. Dengan begitu, pemerintah dapat memahami kebutuhan pendidikan vokasi di daerah,” ujarnya.
Selain membahas hubungan kelembagaan, peserta juga menyetujui pembuatan seragam bagi seluruh pengurus aktif. Langkah tersebut bertujuan memperkuat identitas organisasi. Di sisi lain, seragam juga mencerminkan kekompakan dan profesionalisme pengurus dalam setiap kegiatan.
Rapat kerja kemudian membahas penguatan kerja sama antara LKP dan dunia industri. Pengurus menilai kolaborasi menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas lulusan. Oleh karena itu, HIPKI akan mendorong lebih banyak kemitraan dengan perusahaan dari berbagai sektor.
Melalui kerja sama tersebut, peserta pelatihan akan memperoleh kesempatan magang. Mereka juga berpeluang mengikuti uji kompetensi dan proses rekrutmen sesuai kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan memiliki pengalaman sekaligus keterampilan yang relevan.
Indra menegaskan bahwa HIPKI akan terus memperluas jaringan kemitraan. Menurutnya, sinergi yang kuat akan mempercepat penyerapan tenaga kerja.
“Kami ingin LKP menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Karena itu, kami akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra,” jelasnya.
Selain itu, HIPKI juga akan mendorong inovasi pada setiap program pelatihan. Organisasi ingin memastikan materi pembelajaran selalu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
Melalui langkah tersebut, HIPKI berharap setiap lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, mereka mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional.
Menjelang penutupan rapat, seluruh pengurus menyatakan komitmen untuk segera menjalankan setiap keputusan. Mereka juga sepakat menjaga kekompakan dalam melaksanakan seluruh program organisasi.
Ke depan, DPC HIPKI Kabupaten Bandung ingin memperkuat peran lembaga kursus dan pelatihan sebagai mitra strategis pemerintah. Selain itu, organisasi juga ingin memperluas peluang kerja lintas kejuruan. Melalui komitmen tersebut, HIPKI berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Bandung melalui pendidikan vokasi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing.
