Ciwidey, Info Burinyay – Pemerintah Kecamatan Ciwidey menutup rangkaian Program PaK Camat Satia atau Pagawe Kacamatan Saba ka Tiap Desa di Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Kamis (6/8/2026). Melalui program jemput bola tersebut, pemerintah menghadirkan berbagai layanan administrasi kependudukan langsung ke tingkat RW sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor kecamatan.
Penutupan kegiatan berlangsung di RW 03 Kampung Pasir Awi. Sejak pagi, warga memanfaatkan berbagai layanan administrasi, mulai dari pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Program PaK Camat Satia menjadi salah satu inovasi pelayanan publik Pemerintah Kecamatan Ciwidey. Melalui konsep “Saba RW”, petugas kecamatan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung mendatangi langsung lingkungan warga. Karena itu, masyarakat dapat mengurus dokumen kependudukan secara mudah, cepat, dan tanpa biaya.
Sekretaris Kecamatan Ciwidey, Tatan Mulyana, SH., yang mewakili Camat Ciwidey H. Nardi Sunardi, SE., M.Si., mengatakan antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa pelayanan jemput bola benar-benar menjawab kebutuhan warga.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Warga datang berbondong-bondong untuk mengurus administrasi kependudukan maupun pelayanan lainnya. Selain itu, kami juga membuka layanan konsultasi pernikahan bersama Kantor Urusan Agama Kecamatan Ciwidey sehingga masyarakat memperoleh berbagai pelayanan dalam satu lokasi,” kata Tatan.
Ia menjelaskan, kegiatan di RW 03 menjadi penutupan rangkaian Program PaK Camat Satia di Desa Panyocokan. Selanjutnya, pemerintah kecamatan akan merekap seluruh data pelayanan sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kegiatan berikutnya.
Menurut Tatan, Pemerintah Kecamatan Ciwidey melaksanakan program tersebut setiap tahun melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, program itu juga bertujuan menghilangkan praktik percaloan dalam pengurusan dokumen kependudukan.
“Kami ingin masyarakat mengurus dokumen secara langsung tanpa melalui perantara. Dengan cara itu, masyarakat memperoleh kepastian pelayanan sekaligus tidak mengeluarkan biaya di luar ketentuan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi geografis Desa Panyocokan yang berjarak cukup jauh dari kantor kecamatan. Oleh sebab itu, petugas memilih mendatangi masyarakat agar pelayanan semakin mudah dijangkau.
“Banyak warga lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun warga yang sedang sakit membutuhkan pelayanan administrasi. Karena itu, kami mendekatkan pelayanan kepada mereka agar semua masyarakat memperoleh hak yang sama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tatan menegaskan seluruh pelayanan dalam Program Saba RW berlangsung secara gratis. Pemerintah tidak memungut biaya apa pun kepada masyarakat selama proses pengurusan dokumen.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut tanpa ragu. Menurutnya, program itu sekaligus mencegah praktik pungutan liar yang terkadang muncul ketika masyarakat menggunakan jasa perantara.
“Kami memastikan seluruh pelayanan gratis. Warga tidak perlu memberikan biaya kepada siapa pun. Petugas melayani seluruh permohonan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Di samping pelayanan administrasi dasar, Pemerintah Kecamatan Ciwidey juga terus mendorong kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA). Program tersebut menjadi bagian dari kebijakan nasional yang terus disosialisasikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung sejak 2022.
Menurut Tatan, sekitar 30 persen anak di Desa Panyocokan telah memiliki KIA. Karena itu, pemerintah terus memperluas sosialisasi agar semakin banyak anak memiliki identitas kependudukan sejak usia dini.
Sementara itu, Operator Disdukcapil Kecamatan Ciwidey, Yogi, menjelaskan petugas membuka berbagai jenis pelayanan administrasi selama kegiatan berlangsung.
“Kami melayani pembuatan KTP elektronik, Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital. Seluruh pelayanan kami kerjakan langsung di lokasi,” ujarnya.
Yogi mengungkapkan jumlah permohonan yang masuk selama pelaksanaan Program Saba RW cukup tinggi. Petugas mencatat sekitar 200 permohonan pembuatan KTP elektronik, 205 permohonan Kartu Identitas Anak, 344 permohonan Kartu Keluarga, dan sekitar 440 permohonan akta kelahiran.
Menurutnya, petugas menyelesaikan seluruh dokumen pada hari yang sama sehingga masyarakat tidak perlu datang kembali ke kantor kecamatan.
“Sebagian besar pelayanan selesai dalam satu hari. Bahkan, perubahan data sederhana pada Kartu Keluarga dapat kami selesaikan sekitar 30 menit sehingga masyarakat bisa langsung membawa pulang dokumennya,” katanya.
Selain mempercepat pelayanan, petugas juga berkeliling ke sejumlah titik pelayanan di lingkungan RW. Dengan demikian, warga yang memiliki keterbatasan mobilitas tetap memperoleh akses pelayanan administrasi secara mudah.
Kepala Desa Panyocokan, Usep Komara, menyambut baik pelaksanaan Program PaK Camat Satia di wilayahnya. Menurutnya, masyarakat merasakan manfaat nyata karena pelayanan hadir lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
“RW 03 memiliki sekitar 160 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 500 jiwa. Kehadiran Program PaK Camat Satia sangat membantu masyarakat, terutama dalam mengurus KTP, Kartu Keluarga maupun Kartu Identitas Anak,” ujar Usep.
Ia menambahkan, pemerintah desa terus mendorong masyarakat melengkapi administrasi kependudukan. Oleh karena itu, pemerintah desa berharap Pemerintah Kecamatan Ciwidey mempertahankan program tersebut sebagai agenda rutin setiap tahun.
“Kami berharap program ini terus berlanjut karena manfaatnya sangat besar. Warga tidak lagi kesulitan mengurus dokumen administrasi kependudukan,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Tim Penggerak PKK Desa Panyocokan, Wida Marantika. Ia menilai Program PaK Camat Satia mendukung berbagai kegiatan pelayanan masyarakat, terutama pelayanan kesehatan di Posyandu.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena administrasi kependudukan menjadi salah satu syarat penting dalam pelayanan Posyandu. Melalui program ini, orang tua semakin mudah melengkapi dokumen anak sehingga pelayanan kesehatan dan administrasi berjalan lebih tertib,” ujar Wida.
Melalui Program PaK Camat Satia, Pemerintah Kecamatan Ciwidey memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan bebas biaya. Selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, program tersebut juga mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan yang lengkap dan tertib.
