30.8 C
Bandung
Selasa, Agu 11, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan Desa

Irigasi 421 Meter Rampung, P3-TGAI 2026 Buka Harapan Baru Petani Sugihmukti

P3-TGAI 2026 rampung, Kepala Desa Sugihmukti meninjau irigasi Cukangmonteng 421 meter
Kepala Desa Sugihmukti H. Ruswan Buhori, S.Ip., meninjau saluran irigasi Cukangmonteng yang rampung melalui program P3-TGAI 2026. Saluran sepanjang 421 meter tersebut membantu pengairan lahan pertanian dan hortikultura warga. (Foto: Info Burinyay/lee)

Pasirjambu, Info Burinyay – Pemerintah Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, mengapresiasi pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) 2026 yang membantu memperbaiki jaringan pengairan pertanian di wilayah tersebut.

Program melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum itu rampung pada Agustus 2026. Pembangunan menyasar saluran irigasi Cukangmonteng di Desa Sugihmukti dengan panjang utama mencapai 421 meter.

Keberadaan saluran tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas pertanian warga. Pasalnya, jaringan irigasi Cukangmonteng mengalirkan air ke area pertanian yang mencakup sawah dan lahan hortikultura.

Kepala Desa Sugihmukti H. Ruswan Buhori, S.Ip. mengatakan, program P3-TGAI memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama petani yang selama ini menghadapi kendala pengairan.

“P3-TGAI ini sangat membantu petani kami. Saluran yang sebelumnya kurang optimal kini sudah diperbaiki. Kami berharap manfaatnya bisa berkelanjutan untuk ketahanan pangan di desa,” ujar Ruswan kepada Info Burinyay di lokasi pembangunan, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Ruswan, kebutuhan terhadap air semakin terasa ketika memasuki musim kemarau. Karena itu, percepatan pembangunan saluran menjadi penting agar petani tetap dapat mengairi sawah dan kebun mereka.

Ia menjelaskan, pembangunan saluran utama memiliki panjang 421 meter. Namun, melalui dukungan dan swadaya masyarakat, total penanganan saluran mencapai sekitar 431 meter.

“Panjang pembangunan itu sebetulnya 421 meter. Namun, lebih karena swadaya masyarakat sebagian, jadi 431 meter. Lama membangunnya 42 hari,” kata Ruswan.

Selain itu, pembangunan tahun 2026 mencakup dua titik pada sisi kiri dan kanan saluran. Pemerintah desa memilih pola tersebut karena sejumlah bagian jaringan pengairan sebelumnya mengalami longsor.

Ruswan menyebut jaringan irigasi tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan saluran yang sudah dibangun pada tahap sebelumnya.

“Ini tahap yang mungkin kita dapat yang ketiga kali. Ini sambungan yang 2022. Nah, yang 2026 mulai dari sini prosesnya. Kebetulan 2026 itu ada dua titik, kiri kanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ruswan memperkirakan jaringan pengairan tersebut mampu mendukung kebutuhan air sekitar 500 hektare lahan pertanian. Lahan tersebut tidak hanya berupa sawah, tetapi juga mencakup kawasan hortikultura.

“Air ini mengaliri kurang lebih 500 hektare sawah. Ini sawah-sawah termasuk di sini. Ada juga horti, ada padi,” tuturnya.

Dengan kondisi saluran yang lebih baik, petani kini memiliki akses air yang lebih lancar. Sebelumnya, kebocoran dan kondisi saluran yang kurang optimal membuat distribusi air ke lahan pertanian tidak maksimal.

Karena itu, Pemdes Sugihmukti berharap program P3-TGAI terus berlanjut. Ruswan menilai dukungan tersebut penting karena kemampuan anggaran desa masih terbatas untuk menangani seluruh kebutuhan infrastruktur pengairan.

“Kami sangat tidak mampu dengan anggaran yang sangat minimal. Jadi dengan P3-TGAI melalui BBWS, saya rasa mudah-mudahan ada kontinuitas. Ini yang diharapkan warga masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pembangunan irigasi juga memiliki kaitan langsung dengan ketahanan pangan. Dengan akses air yang memadai, petani dapat meningkatkan produksi dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pangan.

“Ini juga menunjang kepada ketahanan pangan. Akhirnya masyarakat di sini tidak terlalu berharap untuk dapat beras dan sebagainya. Mereka bisa bertani, bisa menghasilkan beras sendiri,” ujar Ruswan.

Sementara itu, salah seorang petani Desa Sugihmukti, Yayah Rokayah, merasakan manfaat perbaikan saluran tersebut. Ia mengatakan aliran air kini lebih lancar sehingga memudahkan petani menyiram tanaman.

“Sesudah selesai dibangun, Alhamdulillah airnya bagus, ngalir. Tidak banyak bocor ke sana ke mari. Jadi ibu bisa ambil dari sini,” kata Yayan.

Yayah mengelola tanaman hortikultura, antara lain terong, cabai, pakcoy, kacang, serta sejumlah sayuran lainnya. Ia mengaku keberadaan jaringan pengairan yang lebih baik membantu aktivitas pertanian, terutama ketika hujan jarang turun.

Karena itu, Yayan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan pihak-pihak yang mendukung pembangunan saluran tersebut.

“Terima kasih kepada pemerintah, khususnya kepada Bapak Kepala Desa dan pemerintah setempat. Ibu mengucapkan terima kasih atas dibangunnya aliran ini. Solokan-solokannya sudah dibagusin,” ujarnya.

Pemdes Sugihmukti berharap perbaikan jaringan irigasi melalui P3-TGAI tidak berhenti pada satu titik pembangunan. Pemerintah desa masih memiliki sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan serupa.

Dengan dukungan BBWS Citarum dan pemerintah, perbaikan jaringan pengairan diharapkan terus memperkuat produktivitas pertanian. Selain itu, keberlanjutan program juga dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bagi sawah dan lahan hortikultura warga.

Pembangunan saluran irigasi Cukangmonteng bukan hanya menyangkut perbaikan infrastruktur. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat Desa Sugihmukti.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.