27.7 C
Bandung
Rabu, Agu 12, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Bupati Bandung Tegas: Kepala Sekolah Jangan Pikirkan Setoran, Fokus Mutu Pendidikan

Bupati Bandung Dorong Kepala Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan di Sub Rayon 8
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat memberikan arahan kepada kepala sekolah dalam silaturahmi dan kunjungan kerja penguatan kinerja kepala sekolah SD dan SMP Negeri se-Sub Rayon 8 di SMPN 1 Ciparay, Rabu, 12 Agustus 2026. (Foto: Info Burinyay/Dj)

Ciparay, Info Burinyay — Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., mendorong seluruh kepala sekolah untuk fokus meningkatkan mutu pendidikan. Ia meminta kepala sekolah tidak terjebak pada kepentingan di luar tugas utama pendidikan.

Pesan tersebut Bupati sampaikan saat kegiatan silaturahmi dan kunjungan kerja di SMPN 1 Ciparay, Jalan Laswi No. 809, Desa Manggung Harja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung sebagai bagian dari penguatan kinerja kepala sekolah SD dan SMP Negeri se-Sub Rayon 8 Kabupaten Bandung. Selain memperkuat komunikasi, kegiatan itu juga menjadi ruang monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan pendidikan.

Dalam arahannya, Bupati Dadang Supriatna menegaskan pentingnya kepala sekolah mengutamakan kualitas pendidikan. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang mampu membentuk siswa cerdas, berprestasi, sekaligus memiliki akhlak yang baik.

“Mutu untuk pendidikan sekolah masing-masing. Jangan berpikir bagaimana untuk memikirkan setoran, jangan. Kita berpikir bagaimana bisa memberikan pendidikan kepada anak-anak kita di sekolah,” kata Dadang Supriatna.

Selanjutnya, Bupati mendorong kepala sekolah untuk melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Ia berharap sekolah mampu melahirkan generasi yang siap menjadi pemimpin bangsa dan negara.

“Sehingga menyaksikan anak-anak yang cerdas, yang berprestasi dan berakhlakul karimah. Kita dorong bagaimana ke depan untuk menjadi pemimpin bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurut Dadang, kerja keras insan pendidikan juga memiliki nilai pengabdian yang panjang. Karena itu, ia mengajak seluruh kepala sekolah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Insya Allah, manakala kita semua meninggal dunia, maka pahala itulah yang akan nanti mengalir terus ke akhirat,” tutur Bupati Bandung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung H. Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berawal dari rencana Bupati untuk bersilaturahmi langsung dengan para kepala sekolah.

“Alhamdulillah, pada hari ini Rabu tanggal 12 Agustus 2026, beberapa waktu yang lalu Pak Bupati sudah merencanakan ingin bersilaturahmi sekaligus melakukan kunjungan kerja bertemu dengan para kepala sekolah,” kata Asep.

Menurut Asep, pertemuan tersebut menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi. Selain itu, kegiatan juga bertujuan mendorong peningkatan kinerja pelayanan pendidikan di wilayah Kabupaten Bandung.

“Kita mendengar beberapa arahan, evaluasi, dan juga dorongan dari Pak Bupati. Bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik untuk memastikan masyarakat, anak-anak kita mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu,” ujarnya.

Karena itu, Asep meminta satuan pendidikan memulai evaluasi dari kemampuan internal masing-masing. Sekolah perlu memetakan kelebihan, kekurangan, prestasi, serta kebutuhan pengembangan.

Selanjutnya, sekolah harus menyusun rencana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Menurut Asep, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan pendidikan.

Ia juga menyampaikan lima pilar yang menjadi perhatian dalam penguatan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan memahami digitalisasi. Kedua, penguatan big data untuk memetakan aset secara menyeluruh.

Pemetaan tersebut mencakup sumber daya manusia serta sarana dan prasarana pendidikan. Dengan data yang kuat, sekolah dapat mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan nyata.

Kemudian, pilar ketiga berkaitan dengan research and development. Asep menjelaskan bahwa satuan pendidikan perlu melakukan kajian secara berkelanjutan.

Kajian tersebut dapat mencakup persoalan pendidikan, keberhasilan program, kebutuhan sekolah, serta rencana tindak lanjut. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mengukur dampaknya.

Berikutnya, pilar keempat menekankan pentingnya institusi yang kuat. Soliditas organisasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan pendidikan.

Sementara itu, pilar kelima berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang baik. Asep menilai tata kelola keuangan yang tertib akan mendukung pelaksanaan program pendidikan secara optimal.

Di sisi lain, Asep menyoroti perhatian Bupati terhadap pembangunan karakter peserta didik. Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan tiga muatan lokal sebagai bagian dari penguatan karakter.

Pertama, pendidikan moral Pancasila. Kedua, pembelajaran bahasa dan budaya Sunda. Ketiga, pembelajaran menghafal Al-Qur’an.

Menurut Asep, kebijakan tersebut perlu ditindaklanjuti seluruh kepala sekolah. Sekolah juga perlu melakukan evaluasi dan melahirkan inovasi sesuai kebutuhan peserta didik.

“Ini menjadi catatan penting untuk kita pastikan seluruh kepala sekolah menindaklanjuti, melaksanakan, mampu mengevaluasi dan melahirkan banyak inovasi,” kata Asep.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat menitipkan harapan besar kepada sektor pendidikan. Karena itu, jajaran Dinas Pendidikan bersama kepala sekolah harus memastikan setiap kebijakan berjalan dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Gugus 8 Jenjang SMP, Endih Hidayat, S.Pd., M.Pd., menyampaikan komitmen sekolah dalam menjalankan program pendidikan.

Menurut Endih, tujuan utama pendidikan tetap mencerdaskan peserta didik. Sekolah juga harus memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai amanat serta program Pemerintah Kabupaten Bandung.

Sementara itu, Kepala SMPN Bojongsoang 2, Hj. Euis Hasanah, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi perhatian Bupati Bandung terhadap dunia pendidikan.

“Bapak Bupati kita memang luar biasa. Selain muda, pintar. Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi warga Kabupaten Bandung yang mendukung visi-visi Kabupaten Bandung yang semakin Bedas,” ujar Euis.

Ia berharap kegiatan silaturahmi dan kunjungan kerja tersebut terus berlangsung. Menurutnya, komunikasi antara kepala sekolah dengan pimpinan daerah perlu terjaga secara baik.

Dengan demikian, penguatan kinerja kepala sekolah tidak hanya berlangsung melalui evaluasi administratif. Namun, proses tersebut juga dapat berkembang menjadi ruang dialog, inovasi, dan peningkatan mutu pendidikan.

Kegiatan di SMPN 1 Ciparay sekaligus memperlihatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memperkuat layanan pendidikan. Melalui sinergi antara pemerintah, Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, dan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, arah kebijakan pendidikan tidak hanya mengejar capaian akademik. Pendidikan juga perlu membentuk karakter, membangun kompetensi, memperkuat budaya, serta menyiapkan generasi Kabupaten Bandung menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.