27.5 C
Bandung
Jumat, Mei 22, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Pendapatan Kabupaten Bandung Capai 35 Persen, Bupati Soroti Penanganan 1.821 Ton Sampah per Hari

Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin rapat koordinasi bulanan Pemkab Bandung di Rumah Dinas Bupati Soreang terkait pendapatan daerah dan penanganan sampah.
Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Wakil Bupati Ali Syakieb saat memimpin Rapat Koordinasi Bulanan Pemerintah Kabupaten Bandung di Rumah Dinas Bupati, Soreang, Kamis (21/5/2026). Dalam rakor tersebut, Pemkab Bandung membahas peningkatan pendapatan daerah, percepatan penyerapan anggaran, serta penanganan sampah yang mencapai 1.821 ton per hari. - Foto:infoburinyay/diskominfo

Soreang, Info Burinyay – Menjelang akhir semester pertama tahun anggaran 2026, Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta seluruh perangkat daerah menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah. Ia menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Bulanan Pemerintah Kabupaten Bandung Mei 2026 di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Kamis (21/5/2026).

Dalam rapat itu, Dadang Supriatna atau KDS mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan inovasi guna mendongkrak pendapatan daerah. Selain itu, ia menekankan pentingnya percepatan penyerapan anggaran pada Mei dan Juni 2026.

“Kami berharap penyerapan anggaran pada Mei dan Juni bisa lebih seimbang karena semester pertama segera berakhir. BKAD juga harus menjaga cadangan fiskal agar pendapatan dan belanja daerah tetap selaras,” kata KDS.

Pemerintah Kabupaten Bandung mencatat realisasi pendapatan daerah hingga saat ini mencapai Rp2,13 triliun. Nilai tersebut setara 35,72 persen dari target pendapatan daerah sebesar Rp5,96 triliun pada 2026.

Karena itu, KDS meminta seluruh OPD mengawal potensi pendapatan di setiap sektor. Ia juga menegaskan bahwa inovasi menjadi langkah penting di tengah penyesuaian fiskal daerah.

Selain membahas kondisi fiskal, Pemkab Bandung juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius. Saat ini, produksi sampah di Kabupaten Bandung mencapai 1.821 ton per hari.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, KDS mendorong penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di berbagai wilayah. Ia juga meminta setiap kantor pemerintahan dan desa menyediakan penampungan sampah terpilah.

Menurut KDS, pengelolaan sampah membutuhkan kerja sama lintas sektor. Oleh sebab itu, ia mengarahkan setiap wilayah mengembangkan program kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media.

Selain itu, KDS meminta seluruh OPD mempercepat penyelesaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia juga meminta perangkat daerah segera menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar tata kelola pemerintahan berjalan lebih optimal.

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb turut menyoroti penanganan sampah di tingkat desa. Ia meminta kepala desa menggerakkan organisasi kepemudaan agar ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

“Peran pemuda harus lebih aktif dalam penanganan sampah di desa. Dengan keterlibatan mereka, pengelolaan lingkungan bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Ali Syakieb.

Dalam rakor tersebut, Pemkab Bandung juga membahas kesiapan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 2026. Dinas Pertanian Kabupaten Bandung menyiagakan 66 petugas pemeriksa kesehatan hewan untuk memastikan seluruh hewan kurban memenuhi prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Melalui pengawasan tersebut, Pemkab Bandung ingin memastikan masyarakat memperoleh hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi selama Iduladha 2026.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.