28.7 C
Bandung
Rabu, Agu 12, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Bupati Bandung Dadang Supriatna Tegaskan Pentahelix Berlanjut Usai Normalisasi Sungai Cisunggalah

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Tasyakur Binikmah normalisasi Sungai Cisunggalah di Solokan Jeruk
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan komitmen agar Pentahelix terus berjalan setelah program normalisasi Sungai Cisunggalah dalam kegiatan Tasyakur Binikmah di Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Selasa (11/8/2026). Foto: Info Burinyay/Dj

Solokanjeruk, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menghadiri Tasyakur Binikmah di halaman Kompleks SDN Panyadap, Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk syukur atas rampungnya program normalisasi Sungai Cisunggalah. Selain itu, acara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga sungai.

Dalam kegiatan itu, sejumlah unsur pemerintah ikut bergabung. Mereka antara lain DPUTR, DLH, Disperkimtan, DPMPTSP, BPBD, Camat Solokan Jeruk, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta sejumlah undangan.

Selanjutnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa Pentahelix Kecamatan Solokan Jeruk harus terus bergerak. Ia memastikan pemerintah tidak akan menghentikan pola kolaborasi tersebut setelah program normalisasi selesai.

“Nanti kita akan tetap tindak lanjuti sama Pak Haji Dudi Mustafa selaku Ketua Pentahelix. Pentahelix tidak saya bubarkan,” kata Dadang.

Menurutnya, Pentahelix memiliki peran penting dalam menangani berbagai persoalan kebencanaan. Karena itu, pemerintah akan mempertahankan pola tersebut selama ia memimpin Kabupaten Bandung.

“Sampai kapan pun selama saya Bupati, pokoknya Pentahelix harus dijalankan. Harus tetap berjalan,” ujarnya.

Selain Panyadap, Dadang juga mengarahkan kolaborasi serupa ke sejumlah wilayah lain. Ia menyebut Solokan Jeruk, Bojongmas, Rancakasumba, dan Padamukti sebagai kawasan yang perlu memperkuat koordinasi.

Karena itu, Dadang mengajak para kepala desa untuk menggerakkan Pentahelix di wilayah masing-masing. Langkah tersebut penting untuk mempercepat penanganan persoalan lingkungan dan kebencanaan.

“Urusan kebencanaan tidak bisa hanya Panyadap saja. Jadi Solokan Jeruk, Bojongmas, Rancakasumba, Padamukti, nanti kita kolaborasi lagi, termasuk para kepala desa yang hadir,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dadang meminta masyarakat dan pemerintah daerah tidak hanya menunggu program pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah pusat memiliki cakupan pekerjaan yang sangat luas.

“Kalau mengandalkan pemerintah pusat, bukannya tidak ada uang pemerintah pusat. Ulah salah sangka, lain teu boga duit. Tapi pemerintah pusat itu loba garapeunnana,” kata Dadang.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah dan masyarakat bergerak lebih cepat ketika menemukan persoalan yang membutuhkan penanganan segera.

“Daripada lila nungguan, terus jebol dan jebol, lebih baik kita betulkan oleh kita sendiri,” ujarnya.

Meski begitu, Dadang tetap meminta jajaran pemerintah daerah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Pemerintah akan menyampaikan kebutuhan penanganan lanjutan kepada BBWS agar lembaga tersebut dapat mengambil bagian sesuai kewenangannya.

“Nanti melalui BBWS dilaporkan. Akan langsung per termin yang dilaksanakan oleh BBWS Sungai Citarum,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pentahelix Kecamatan Solokan Jeruk, H. Asep Hana Kirana, menjelaskan perkembangan normalisasi Sungai Cisunggalah. Ia menyebut tim menyelesaikan pekerjaan utama sesuai arahan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, pekerjaan yang didelegasikan dari Bapak Bupati sudah selesai. Ada penyempurnaan di beberapa titik yang sekiranya segera,” ujar Asep.

Kemudian, Asep menyampaikan sejumlah temuan di lapangan kepada Bupati Bandung. Ia menyebut beberapa titik membutuhkan penanganan tambahan setelah proses pengerukan sungai.

“Alhamdulillah tadi itu sudah disampaikan ke Bapak Bupati. Beliau langsung mengeksekusi untuk pengerjaan spontan,” katanya.

Menurut Asep, proses pengerukan juga memengaruhi beberapa tembok penahan tanah atau TPT. Kondisi tersebut terjadi karena fondasi bangunan lama cukup dangkal.

“Jadi itu ada sedikit PR dampak daripada pengerukan atau normalisasi. Ada beberapa TPT yang ambrol karena fondasi yang terdahulu cukup dangkal,” jelasnya.

Namun, Asep memastikan seluruh rangkaian pekerjaan berjalan lancar. Tim tidak menemukan insiden maupun kecelakaan selama proses normalisasi.

“Dari awal sampai akhir pengerjaan tidak ada kendala, tidak ada insiden apa pun, kecelakaan juga tidak ada,” ujarnya.

Selain itu, Asep memberikan apresiasi kepada masyarakat sekitar bantaran Sungai Cisunggalah. Menurutnya, warga ikut mendukung proses pekerjaan di lapangan.

“Yang saya apresiasi adalah support dari masyarakat di sekitar bantaran lintasan Sungai Cisunggalah. Cukup mendukung,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Panyadap Tedi Julia Taufik, S.Kep., menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bandung dan tim Pentahelix Kecamatan Solokan Jeruk.

Tedi menilai kolaborasi tersebut membantu menyelesaikan persoalan Sungai Cisunggalah. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga hasil normalisasi secara bersama-sama.

“Alhamdulillah dan ucapan terima kasih untuk Pak Bupati dan juga tim Pentahelix Kecamatan Solokan Jeruk yang telah berpartisipasi penuh untuk menuntaskan masalah Sungai Cisungalah,” ujar Tedi.

Selanjutnya, Tedi mengajak warga Desa Panyadap, Desa Padamukti, dan Desa Cibodas menjaga kebersihan sungai. Ia berharap masyarakat ikut merawat lingkungan setelah program normalisasi selesai.

“Mudah-mudahan hari ini menjadi penguat untuk seluruh masyarakat warga Desa Panyadap, Desa Padamukti, dan Desa Cibodas untuk menjaga kebersihan dan keindahan Sungai Cisungalah agar bisa terjaga terus,” katanya.

Dukungan juga datang dari lingkungan pendidikan. Dindin Pahrudin, S.Pd., perwakilan Gugus 5 Jenjang SD, mengapresiasi perhatian Bupati Bandung terhadap Kompleks SDN Panyadap.

Menurut Dindin, kondisi sungai sangat berkaitan dengan keamanan lingkungan sekolah. Sebab, persoalan banjir dapat mengganggu aktivitas belajar siswa.

“Alhamdulillah saya atas nama Gugus 5 SDN Panyadap 3 mengucapkan terima kasih banyak atas kedatangan Pak Bupati,” ujarnya.

Dindin berharap kolaborasi Pentahelix mampu mencegah banjir kembali mengganggu kawasan sekolah.

“Semoga ini menjadi contoh yang baik, terutama untuk kemajuan Kompleks SDN Panyadap. Ke depannya, dengan adanya Pentahelix, semoga kami di sekolah ini tidak terdampak lagi banjir,” katanya.

Dengan demikian, Pemkab Bandung tidak hanya menempatkan normalisasi Sungai Cisunggalah sebagai pekerjaan fisik. Pemerintah juga mendorong masyarakat menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

Selain itu, pola Pentahelix menjadi strategi pemerintah untuk mempercepat penanganan persoalan kebencanaan. Pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pemerintah desa, dan unsur lainnya dapat bergerak bersama sesuai peran masing-masing.

Karena itu, Bupati Dadang Supriatna memastikan kolaborasi tersebut terus berjalan. Pemkab Bandung juga akan memperkuat koordinasi dengan BBWS Citarum untuk menangani titik-titik sungai yang membutuhkan pekerjaan lanjutan.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat upaya Kabupaten Bandung dalam mengurangi risiko banjir. Dengan kolaborasi yang konsisten, pemerintah berharap masyarakat ikut menjaga fungsi Sungai Cisunggalah dalam jangka panjang.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.