Bojongsoang, Info Burinyay – Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Tegalluar Lestari di Kampung Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat (7/8/2026). Peresmian itu bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-55 Bupati Bandung.
Bupati yang akrab disapa Kang DS itu hadir bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Ruli Hadiana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Zeis Zultaqawa, Camat Bojongsoang Kankan Taufik Barnawan, Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Dadang Supriatna menegaskan bahwa TPS3R Tegalluar Lestari menjadi bagian dari langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Karena itu, pemerintah terus memperluas fasilitas pengolahan sampah hingga ke tingkat desa.
“Tepatnya tanggal 7 Agustus 2026 ini, diresmikannya TPS3R Tegalluar,” ujar Dadang Supriatna.
Selanjutnya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi mempercepat upaya pemerintah dalam menangani persoalan sampah.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, serta Balai Besar Wilayah Sungai Citarum yang memberikan hibah mesin motah untuk mendukung operasional TPS3R.
“Terima kasih kepada DLH, DPUTR, dan BBWS Citarum yang sudah menghibahkan mesin motah untuk kelangsungan TPS3R Tegalluar,” katanya.
Selain itu, Dadang mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung memiliki sekitar 172 titik TPS3R. Saat ini pemerintah daerah terus melakukan pendataan agar seluruh lokasi memiliki fasilitas yang lengkap.
“Ada 172 titik TPS3R di Kabupaten Bandung. Saat ini kita sedang menginventarisasi mana saja yang belum memiliki mesin motah. Nantinya akan kita lengkapi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan mesin motah pada seluruh TPS3R akan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah secara signifikan. Oleh sebab itu, pemerintah terus mempercepat pengadaan peralatan pendukung.
“Kalau mesin motah tersedia di 172 titik dan seluruh peralatannya lengkap, minimal mampu menyelesaikan sekitar 600 ton sampah per hari,” ungkapnya.
Di sisi lain, Dadang mengatakan pemerintah daerah juga menyiapkan sistem pengelolaan sampah regional. Langkah tersebut sejalan dengan pembangunan TPPAS Legok Nangka di Kecamatan Nagreg yang telah memasuki tahap groundbreaking.
Menurutnya, Kabupaten Bandung juga merancang TPPAS Cicukang. Fasilitas itu diproyeksikan mampu mengolah sekitar 600 hingga 800 ton sampah setiap hari. Sementara itu, TPPAS Legok Nangka memiliki kapasitas sekitar 2.000 ton sampah per hari.
Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. Upaya tersebut berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah.
Selain membangun fasilitas, pemerintah juga mengajak masyarakat ikut memilah sampah sejak dari rumah. Dadang menilai langkah tersebut menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah.
Ia juga mendorong Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih agar ikut mengelola sampah yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, sampah tidak hanya berkurang, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kita akan terus melakukan inovasi-inovasi karena populasi penduduk Kabupaten Bandung terus meningkat,” katanya.
Dadang menjelaskan jumlah penduduk Kabupaten Bandung terus bertambah setiap tahun. Sebelum dirinya menjabat sebagai bupati, jumlah penduduk berada di kisaran 3,8 juta jiwa. Kemudian pada Desember 2025 jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 3,97 juta jiwa.
Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk harus diimbangi dengan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Oleh karena itu, pemerintah terus mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah organik, anorganik, dan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
“Masyarakat juga bisa melakukan pilah, pilih, dan olah sampah di rumah masing-masing, baik sampah organik, anorganik maupun sampah yang memiliki nilai ekonomis,” tuturnya.
Selanjutnya, Dadang meminta Dinas Lingkungan Hidup, DPUTR, pemerintah desa, serta pengurus RT dan RW terus memperkuat edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi yang berkelanjutan akan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
“Bukan hanya di rumah saja, tetapi juga di lingkungan sekitar. Urusan sampah bukan hanya urusan pemerintah, melainkan urusan seluruh warga dan semua pihak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungan terhadap pembangunan TPS3R Tegalluar Lestari.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BBWS Citarum yang memberikan hibah mesin motah. Menurutnya, bantuan tersebut meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di Desa Tegalluar.
“Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Tegalluar. TPS3R ini bukan hanya melayani satu RW atau satu dusun. Dengan kapasitas mesin motah mencapai 10 ton per hari, manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Desa Tegalluar,” ujar Galih.
