Minggu, Apr 19, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Doa Bersama Tutup Tahun 2025, Pemkab Bandung Ajak Warga Perkuat Solidaritas dan Empati Nasional

Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin doa bersama akhir tahun 2025 di Masjid Al Fathu, Kompleks Pemkab Bandung, bersama Forkopimda, ASN, dan tokoh agama.
Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., memimpin Doa Bersama Akhir Tahun 2025 di Masjid Al Fathu, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung. Kegiatan ini diikuti unsur Forkopimda, ASN, dan masyarakat sebagai refleksi akhir tahun serta doa bagi korban bencana di berbagai daerah di Indonesia. - Foto:InfoBurinyay/Denjaya

Soreang Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Doa Bersama Akhir Tahun 2025 di Masjid Al Fathu, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung, Rabu sore ( 31/12/2025). Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat menutup tahun dengan refleksi, empati, dan solidaritas nasional.

Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., menghadiri langsung kegiatan tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, aparatur sipil negara (ASN), serta perwakilan masyarakat. Selain itu, puluhan titik di wilayah Kabupaten Bandung mengikuti kegiatan secara daring melalui sambungan virtual.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung menjelaskan bahwa pelaksanaan doa bersama lahir dari gagasan bersama unsur pimpinan daerah. Pemerintah Kabupaten Bandung, menurutnya, secara sadar memilih pendekatan spiritual sebagai respons atas situasi nasional yang penuh keprihatinan.

“Doa bersama ini memang menjadi gagasan dan ide bersama Forkopimda Kabupaten Bandung. Kami menyampaikannya kepada pemerintah provinsi, Kapolda, Pangdam, hingga Kementerian Dalam Negeri,” ujar Dadang Supriatna.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sengaja tidak menggelar perayaan tahun baru dengan kegiatan hiburan atau hura-hura. Pemerintah, lanjutnya, menyesuaikan sikap dengan kondisi bangsa yang sedang menghadapi berbagai musibah.

“Kami memilih tidak merayakan tahun baru dengan hura-hura. Negara kita saat ini sedang tidak baik-baik saja,” katanya.

Menurut Bupati, sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi bencana alam. Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara termasuk daerah yang terdampak cukup parah. Selain itu, Kabupaten Bandung juga mengalami musibah longsor yang menelan korban jiwa.

“Di Kabupaten Bandung kemarin terjadi longsor. Tiga orang warga belum ditemukan hingga saat ini,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung langsung bergerak bersama Forkopimda, tim penanggulangan bencana, dan masyarakat setempat. Pemerintah, kata dia, terus mengupayakan langkah-langkah kemanusiaan secara maksimal.

“Kami melakukan penanganan bersama Forkopimda dan masyarakat. Kami tetap berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya.

Dalam suasana reflektif tersebut, Dadang Supriatna mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para korban bencana di berbagai daerah. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa para korban yang meninggal dunia wafat dalam keadaan mulia.

“Kita doakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Mereka yang meninggal dunia dan tidak ditemukan, insyaallah wafat dalam keadaan husnul khatimah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati Bandung menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengambil langkah konkret untuk menangani dampak bencana nasional. Ia menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut.

“Pemerintah pusat tidak tinggal diam. Saya yakin Presiden mengambil langkah-langkah untuk penanganan bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh,” katanya.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Bandung juga berperan aktif dalam menyalurkan bantuan. Pemerintah daerah, menurutnya, telah mengirimkan bantuan bagi daerah terdampak melalui berbagai mekanisme.

“Kami sudah menyalurkan bantuan untuk Sumatra dan Aceh. Bantuan itu terus mengalir setiap hari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ASN Kabupaten Bandung turut menunjukkan kepedulian sosial. Para ASN secara kolektif menitipkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“ASN Kabupaten Bandung juga ikut membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” katanya.

Memasuki bagian refleksi akhir tahun, Dadang Supriatna mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana muhasabah. Ia meminta warga mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermakna.

“Saya mengajak seluruh warga Kabupaten Bandung untuk bermunajat dan memohon kebaikan kepada Allah SWT,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada tradisi perayaan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan.

“Biasanya malam tahun baru identik dengan petasan dan hura-hura. Tahun ini mari kita isi dengan doa dan refleksi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bandung turut menyampaikan kilas balik kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Bandung. Ia mengingatkan bahwa dirinya dilantik pada 20 Februari 2025 dan telah menjalani hampir sepuluh bulan masa pemerintahan.

“Tidak terasa, kebersamaan kami sudah berjalan hampir sepuluh bulan,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Kabupaten Bandung atas kinerja dan kedisiplinan selama tahun 2025. Ia menilai kerja kolektif ASN membawa dampak positif terhadap tata kelola pemerintahan.

“Berkat kedisiplinan dan kerja keras ASN, capaian MCP KPK Kabupaten Bandung mencapai 95 persen,” ungkapnya.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bandung sebagai peringkat pertama di Jawa Barat dan peringkat keempat secara nasional. Menurutnya, hasil itu tidak datang secara instan.

“Capaian ini tidak mudah. Semua membutuhkan komitmen dan konsistensi,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah masih menghadapi tantangan, terutama dalam pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan anggaran.

“Penyesuaian tunjangan kinerja terjadi karena pendapatan daerah belum tercapai,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Bandung juga mengapresiasi pengelolaan zakat profesi ASN. Setiap bulan, ASN Kabupaten Bandung berhasil menghimpun dana zakat dengan nilai rata-rata Rp1,3 miliar.

“ASN Kabupaten Bandung secara konsisten menyisihkan 2,5 persen penghasilannya untuk zakat profesi,” katanya.

Dana tersebut, lanjutnya, membantu berbagai kebutuhan masyarakat. Baznas Kabupaten Bandung mengelola dana itu untuk program sosial, termasuk membantu pembayaran BPJS warga kurang mampu.

Menutup sambutannya, Dadang Supriatna menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung atas berbagai kekurangan selama tahun 2025. Ia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan publik.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Tahun 2026 akan kami jadikan momentum perbaikan,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir melayani masyarakat Kabupaten Bandung secara berkelanjutan.

“Kami akan terus bekerja dan melayani masyarakat Kabupaten Bandung hari ini dan ke depan,” pungkasnya.

Doa bersama akhir tahun tersebut berlangsung khidmat. Seluruh peserta memanjatkan doa sebagai wujud harapan agar tahun 2026 membawa keselamatan, ketenangan, dan kesejahteraan bagi Kabupaten Bandung dan Indonesia.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.