Rancaekek, Info Burinyay — Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMPN 3 Rancaekek dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten. Dua siswa sekolah tersebut berhasil meraih prestasi pada kategori berbeda dan membawa nama sekolah dalam ajang pelestarian bahasa Sunda.
Prestasi tersebut diraih Andi Az-zahra Tahira Alisa Malik, siswa kelas 9E, yang meraih Pinunjul 1 atau juara pertama kategori Maca Sajak. Sementara itu, Radisty Purwa Natanegara dari kelas 9D meraih Pinunjul 2 atau juara kedua kategori Ngarang Carpon.
Capaian keduanya sekaligus menunjukkan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Sunda melalui karya sastra dan seni tutur. Selain itu, prestasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus mempertahankan bahasa ibu di lingkungan generasi muda.
Andi Az-zahra mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya dalam FTBI tingkat Kabupaten. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, guru, teman-teman, serta orang tuanya yang terus memberikan dukungan selama proses persiapan.
“Terima kasih kepada kepala sekolah dan guru-guru, rekan-rekan saya yang sudah mendukung saya. Terutama orang tua saya yang telah mengajari saya sejauh ini,” ujar Andi.
Menurutnya, pencapaian tersebut bukan menjadi akhir dari proses belajar. Karena itu, ia berharap dapat meningkatkan kemampuannya dalam membaca sajak berbahasa Sunda pada kesempatan berikutnya.
“Semoga ke depannya saya bisa menjadi lebih baik dalam membaca sajak bahasa Sunda. Untuk rekan-rekan saya, tetap semangat. Semoga kalian bisa menjadi murid-murid yang mahir berbahasa Sunda,” katanya.
Sementara itu, Radisty Purwa Natanegara juga mengungkapkan rasa terima kasih setelah meraih Pinunjul 2 pada kategori Ngarang Carpon. Ia menilai dukungan sekolah, guru, teman, dan keluarga menjadi bagian penting dalam proses hingga dirinya mampu meraih prestasi.
“Aku mau berterima kasih buat Ibu Kepala Sekolah, guru-guru, dan teman-teman aku semua yang sudah mendukung aku terus sampai aku bisa jadi juara,” tutur Radisty.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarganya yang ikut memberikan dukungan. Ke depan, Radisty berharap para pelajar tetap memiliki semangat untuk mempelajari dan menggunakan bahasa Sunda.
“Harapan aku buat ke depannya, semoga teman-teman semua bisa terus belajar bahasa Sunda,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakasek Humas SMPN 3 Rancaekek Enah Saenah, M.Pd., yang mewakili Kepala SMPN 3 Rancaekek Hj. Lilis Latifah, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian kedua siswa tersebut.
Menurut Enah, Andi dan Radisty telah menunjukkan komitmen dalam mengikuti FTBI. Keduanya juga mampu membawa nama sekolah melalui bidang yang berbeda.
“Alhamdulillah, kami mengapresiasi siswa yang bernama Andi Azuhra kelas 9E dan Radisty kelas 9D. Mereka adalah bagian dari keluarga besar SMP 3 Rancaekek yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan FTBI,” kata Enah.
Ia menjelaskan, Andi berhasil meraih Pinunjul 1, sedangkan Radisty meraih Pinunjul 2 pada kategori carpon. Prestasi tersebut, lanjutnya, menjadi kebanggaan bagi keluarga besar sekolah.
Lebih lanjut, pihak sekolah berharap keberhasilan kedua siswa dapat menjadi pemicu semangat bagi pelajar lainnya. Dengan demikian, semakin banyak siswa yang tertarik mempelajari bahasa Sunda melalui berbagai kegiatan kreatif.
“Keberhasilan mereka diharapkan dapat memberikan motivasi kepada anak-anak yang lain untuk tetap menjaga bahasa ibu, yaitu bahasa Sunda, sebagai bagian dari upaya melestarikan kebudayaan daerah,” ujar Enah.
FTBI sendiri memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Sunda melalui berbagai cabang kegiatan. Selain kemampuan berbahasa, kegiatan tersebut juga mendorong siswa mengenal karya sastra, seni tutur, dan budaya daerah.
Karena itu, prestasi Andi dan Radisty tidak hanya menjadi catatan pencapaian pribadi. Prestasi tersebut juga memperlihatkan bahwa bahasa Sunda tetap memiliki ruang di tengah perkembangan generasi muda.
Melalui dukungan sekolah, keluarga, guru, dan lingkungan sekitar, kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa Sunda dapat terus berkembang. Pada saat yang sama, kegiatan seperti FTBI membuka kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga keberadaan bahasa ibu.
SMPN 3 Rancaekek pun terus memberikan apresiasi terhadap siswa yang mampu mengembangkan potensi melalui berbagai ajang pendidikan dan kebudayaan. Prestasi Andi dan Radisty diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani berkompetisi, berkarya, serta ikut menjaga bahasa dan kebudayaan daerah.