Minggu, Agu 9, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPeristiwa

Bandung Bedas Run 2026 Tembus 3.242 Peserta, Sport Tourism Kabupaten Bandung Makin Menguat

3.242 peserta Bandung Bedas Run 2026, 20 persen berasal dari luar Jawa Barat
Bandung Bedas Run 2026 makin menarik peserta dari berbagai daerah. Sebanyak 3.242 orang telah mendaftar, termasuk 20 persen peserta dari luar Jawa Barat. Foto: Info Burinyay/red

Soreang, Info Burinyay — Bandung Bedas Run 2026 mulai memperlihatkan daya tarik sebagai agenda olahraga yang sekaligus membuka peluang pengembangan sport tourism di Kabupaten Bandung. Hingga Sabtu, 8 Agustus 2026, jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai 3.242 orang.

Menariknya, sekitar 20 persen peserta berasal dari luar Jawa Barat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Bandung Bedas Run mulai mendapat perhatian komunitas lari dari berbagai daerah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan tingginya peserta dari luar daerah menjadi indikator positif bagi penyelenggaraan Bandung Bedas Run 2026. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Road to Bandung Bedas Run 2026 di Kopi Insight, Soreang, Sabtu (8/8/2026).

“Sampai saat ini yang sudah mendaftar 3.242 orang, sekitar 20 persen ternyata dari luar Jawa Barat. Ini luar biasa,” kata Dadang.

Menurutnya, kehadiran pelari dari luar Jawa Barat tidak hanya memberikan dampak terhadap kegiatan olahraga. Lebih jauh, para peserta dapat menjadi bagian dari pergerakan wisata dan ekonomi di Kabupaten Bandung.

Dadang menilai peserta dari luar daerah berpotensi datang bersama keluarga. Karena itu, kebutuhan mereka selama berada di Kabupaten Bandung dapat mencakup penginapan, makanan, transportasi hingga kunjungan ke destinasi wisata.

“Minimal mereka menginap di hotel atau penginapan yang ada di Soreang. Di samping itu, mereka juga bisa membawa anak dan keluarga untuk sekaligus healing,” ujarnya.

Selain itu, Dadang melihat momentum Bandung Bedas Run dapat menjadi sarana untuk mengenalkan destinasi wisata Kabupaten Bandung secara langsung kepada peserta dari berbagai daerah.

Setelah mengikuti perlombaan, peserta bersama keluarga dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah kawasan wisata. Di antaranya kawasan Pacira yang meliputi Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali. Pilihan lainnya mencakup Pangalengan serta kawasan pegunungan di wilayah Kabupaten Bandung.

Dengan demikian, Bandung Bedas Run tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga. Agenda tersebut juga berpotensi menciptakan pergerakan ekonomi melalui sektor pariwisata dan jasa.

Peserta dari luar daerah membutuhkan hotel, homestay, rumah sewa, restoran hingga layanan lainnya. Kondisi itu sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan manfaat ekonomi.

Dadang juga menyoroti peluang bagi produk UMKM Kabupaten Bandung. Ia menyebut daerah tersebut memiliki sekitar 16.800 jenis produk yang dihasilkan pelaku UMKM.

“Ini otomatis berdampak kepada UMKM. Ada kuliner, foodcourt, dan produk-produk UMKM asal Kabupaten Bandung yang bisa diperkenalkan,” kata Dadang.

Potensi tersebut semakin besar karena Kabupaten Bandung memiliki arus kunjungan wisata yang cukup tinggi. Dadang mengutip data Badan Pusat Statistik yang mencatat sekitar 13 juta wisatawan atau pengunjung datang ke Kabupaten Bandung sepanjang 2025.

“Ini menunjukkan potensi yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengemas berbagai kegiatan sehingga berdampak terhadap ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menempatkan Bandung Bedas Run sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat menjalani pola hidup yang lebih aktif. Karena itu, penyelenggaraan kegiatan melibatkan komunitas olahraga masyarakat yang berada di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung.

“Yang paling penting juga bagaimana kita mengubah gaya hidup masyarakat dengan berolahraga,” kata Dadang.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati menyebut antusiasme peserta masih terbuka untuk bertambah. Pendaftaran Bandung Bedas Run 2026 berlangsung hingga 17 Agustus 2026.

Emma mengatakan peserta datang dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa Barat. Selain itu, komposisi peserta perempuan cukup dominan dengan proporsi sekitar 78 persen.

Peserta usia muda juga ikut meramaikan kegiatan tersebut. Bahkan, panitia membuka kategori bagi peserta berusia 10 hingga 14 tahun.

“Namun masih terbuka kemungkinan bertambah sampai pendaftaran ditutup tanggal 17 Agustus 2026, seiring tingginya antusiasme masyarakat,” ujar Emma.

Road to Bandung Bedas Run 2026 juga menjadi momentum pengenalan jersey yang akan digunakan peserta. Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menghadirkan sejumlah perubahan teknis untuk memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.

Salah satu perubahan terdapat pada lokasi start. Tahun ini, titik start tidak lagi berada di dalam kawasan Stadion Si Jalak Harupat.

Selain itu, rute kategori 5K mengalami perluasan. Peserta akan melintasi sejumlah desa di sekitar kawasan Stadion Si Jalak Harupat.

Daya tarik lainnya hadir dari hadiah utama. Panitia menyediakan dua paket umrah untuk peserta Bandung Bedas Run 2026. Masing-masing hadiah diperuntukkan bagi kategori 5K dan 10K.

Jumlah hadiah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang hanya menyediakan satu paket umrah.

Emma pun mengajak masyarakat, terutama komunitas lari di Bandung Raya dan Jawa Barat, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengikuti Bandung Bedas Run 2026.

“Silakan segera mendaftarkan diri. Selain berolahraga, ada dua hadiah utama umrah yang akan diberikan untuk peserta 5K dan 10K,” kata Emma.

Bandung Bedas Run 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026. Dengan peserta yang telah menembus 3.242 orang dan sekitar seperlima berasal dari luar Jawa Barat, ajang tersebut berpeluang memperluas fungsi olahraga menjadi penggerak kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.