Rancaekek, Info Burinyay — Pelaksanaan kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berlangsung di Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Puskesmas Nanjungmekar dan Puskesmas Linggar sebagai upaya memperkuat deteksi dini penyakit TB di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, petugas kesehatan melakukan penelusuran terhadap warga yang masuk dalam sasaran kontak erat maupun masyarakat di sekitar wilayah kerja kedua puskesmas. Selain itu, pemeriksaan berlangsung secara gratis sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan tanpa biaya.
Kepala Puskesmas Nanjungmekar, drg. Sheylla Edu, S.A., menjelaskan bahwa kegiatan tracing TB tersebut berjalan secara terkoordinasi dengan program CKG. Menurutnya, kedua puskesmas membagi sasaran pemeriksaan untuk menjangkau masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
“Ini adalah kegiatan tracing TB yang terkoordinasi dengan CKG yang dilaksanakan oleh dua puskesmas, yaitu Puskesmas Nanjungmekar dan Puskesmas Linggar,” ujar Sheylla.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menargetkan sebanyak 200 orang. Masing-masing puskesmas memiliki target 100 orang dari wilayah sasaran yang telah ditentukan.
Namun, jumlah warga yang hadir pada pelaksanaan pemeriksaan tersebut belum mencapai target keseluruhan. Sheylla menyebutkan, masyarakat yang datang berada di kisaran 70 orang dari masing-masing puskesmas.
“Target memang ada 200, 100 orang dari setiap puskesmas. Tetapi untuk sasaran yang datang sekarang hanya sekitar 70-an dari setiap puskesmas,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan pelaksanaan pemeriksaan, tercatat sebanyak 157 orang telah menjalani pemeriksaan dalam kegiatan tracing TB tersebut. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam upaya menemukan indikasi kasus sejak awal sehingga petugas dapat melakukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.
Di sisi lain, petugas kesehatan juga terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan dan penanganan TB. Sebelum kegiatan berlangsung, puskesmas telah melakukan promosi kesehatan serta memberikan penyuluhan mengenai penyakit TB kepada masyarakat.
“Kita juga melakukan sebelumnya promosi kesehatan atau penyuluhan tentang kesehatan TB ini sendiri,” kata Sheylla.
Menurutnya, edukasi menjadi bagian penting dalam kegiatan tracing. Sebab, masyarakat perlu memahami gejala, risiko penularan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan ketika memiliki riwayat kontak erat dengan penderita atau mengalami gejala yang mengarah pada TB.
Meski demikian, pihak puskesmas belum dapat menyampaikan jumlah warga yang masuk kategori terduga TB maupun warga yang memperoleh hasil positif. Petugas masih harus melakukan rekapitulasi dan pengolahan data dari seluruh hasil pemeriksaan.
“Untuk itu kita belum bisa memastikan karena harus direkap dulu hasil kegiatannya. Jadi saya belum bisa memastikan siapa-siapa saja yang memang sudah terduga, sudah positif dan lain sebagainya, karena memang harus kita rekap dulu datanya,” jelas Sheylla.
Dengan demikian, hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi petugas kesehatan untuk menentukan langkah berikutnya. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, petugas dapat melakukan penanganan sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.
Kegiatan Tracing TB terintegrasi CKG di Desa Haurpugur sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antar fasilitas pelayanan kesehatan dalam memperluas jangkauan deteksi penyakit di masyarakat. Melalui keterlibatan Puskesmas Nanjungmekar dan Puskesmas Linggar, proses penelusuran dapat menjangkau sasaran dari dua wilayah kerja secara lebih terkoordinasi.
Selain pemeriksaan, edukasi kesehatan juga menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kondisi kesehatan dan segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila menemukan gejala atau memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TB.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat membantu petugas memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat proses deteksi dini TB. Selanjutnya, puskesmas akan merekap hasil pemeriksaan untuk menentukan tindak lanjut terhadap warga yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.
