Bojongsoang, Info Burinyay — Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan berlangsung di Kampung Bedas Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan tokoh masyarakat dengan para pemuda untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja.
Kegiatan ini hadir melalui agenda silaturahmi dan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para pemuda untuk memahami manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.
H. Asep Romy Romaya, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari peran dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Menurutnya, dukungan masyarakat memiliki peran penting dalam perjalanan dirinya hingga menjadi anggota DPR RI.
“Inilah peran serta Bapak Ibu semuanya, sehingga saya bisa membawa sosialisasi ini. Saya bisa duduk di DPR itu atas peran serta Bapak Ibu semuanya,” kata Asep Romy Romaya dalam kegiatan tersebut.
Selanjutnya, Asep menyampaikan bahwa dukungan berbagai pihak turut mendorong dirinya menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. Ia juga menyebut peran Bupati Bandung dan H. Cucun sebagai bagian dari perjalanan tersebut.
“Dan dorongan Pak Bupati, Pak Haji Cucun, saya bisa menjadi wakil rakyat. Mudah-mudahan jadinya saya DPR-RI bisa membawa manfaat untuk semuanya,” ujarnya.
Karena itu, Asep menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi kedewanan melalui kerja sama dengan berbagai mitra. Salah satunya melalui sosialisasi mengenai ketenagakerjaan bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI.
“Inilah salah satu bukti, saya selalu bekerja dengan mitra di Komisi IX untuk mensosialisasikan terkait masalah ketenagakerjaan,” katanya.
Selain membahas jaminan sosial, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Asep untuk memberikan motivasi kepada generasi muda. Ia mendorong para pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan untuk menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mungkin ini salah satu bukti dan saya juga memberikan motivasi kepada adik-adik semua dari OKP. Buktikanlah kerja kita untuk ke depannya,” tutur Asep.
Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia menilai KNPI perlu membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Ia juga menyoroti pentingnya nilai dan peran KNPI dalam kehidupan masyarakat. Sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah, kata dia, dapat memperkuat berbagai program pembangunan di Kabupaten Bandung.
“Di mana nilai jual KNPI, peran serta KNPI di Kabupaten Bandung sinergisitas dengan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memajukan Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asep menyebut cakupan program perlindungan sosial ketenagakerjaan yang dapat menyentuh berbagai kelompok masyarakat. Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pekerja sektor formal.
Menurut Asep, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan juga dapat menyasar sejumlah kelompok masyarakat. Ia mencontohkan guru ngaji, ketua RT dan RW, petani, hingga anggota Linmas.
“Sedangkan Kabupaten Bandung itu sesuatu programnya banyak. Terkait BPJS Ketenagakerjaan, seperti guru ngaji, RT/RW, para petani, Linmas,” kata Asep.
Sementara itu, sosialisasi di Kampung Bedas Sapan menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan. Terlebih, para pemuda memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran perlindungan kerja sejak dini.
Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya membahas program BPJS Ketenagakerjaan. Namun, agenda itu juga mendorong pemuda agar aktif mengambil peran dalam pembangunan Kabupaten Bandung.
Di sisi lain, keterlibatan organisasi kepemudaan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Pemerintah, wakil rakyat, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat membangun komunikasi untuk memperkuat perlindungan sosial pekerja.
Karena itu, sosialisasi jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dalam menjalankan aktivitas pekerjaan. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut mendorong generasi muda agar memahami hak dan manfaat perlindungan sosial ketenagakerjaan.
Melalui kegiatan di Desa Tegalluar, pesan mengenai pentingnya jaminan sosial kembali mendapat ruang di tengah masyarakat. Selanjutnya, kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperluas akses informasi mengenai program BPJS Ketenagakerjaan bagi kelompok masyarakat di Kabupaten Bandung.
