28 C
Bandung
Selasa, Okt 27, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

Asep Awing Resmi Daftar Calon Ketua PWI Kabupaten Bandung 2026, Usung Kemandirian dan Profesionalisme

Asep Awing menunjukkan dokumen pendaftaran calon Ketua PWI Kabupaten Bandung 2026
H. Asep Sahrial atau Asep Awing memperlihatkan dokumen usai mendaftarkan diri sebagai calon Ketua PWI Kabupaten Bandung pada Senin (26/10/2026). Foto:Info Burinyay/red

Soreang, Info Burinyay – H. Asep Sahrial, yang akrab disapa Asep Awing, resmi mendaftar sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung 2026. Ia menyerahkan formulir pendaftaran kepada panitia pemilihan pada Senin (26/10/2026), dengan didampingi timnya.

Asep mengisi formulir pendaftaran sesuai persyaratan pencalonan. Selanjutnya, panitia akan memeriksa kelengkapan dokumen dan mencocokkan persyaratan dengan ketentuan organisasi.

Pendaftaran ini menandai langkah Asep Awing dalam mengikuti kontestasi kepemimpinan PWI Kabupaten Bandung. Ia berharap seluruh tahapan konferensi berjalan lancar, tertib, dan tetap mengutamakan persaudaraan antarwartawan.

Konferensi PWI Kabupaten Bandung dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 November 2026. Menurut Asep, agenda tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga soliditas organisasi.

“Harapan saya, mudah-mudahan konferensi PWI Kabupaten Bandung berjalan lancar, sukses, dan tanpa ekses. Kita harus menjaga suasana tetap kondusif serta menjunjung tinggi kebersamaan,” ujar Asep Awing.

Selain mengharapkan kelancaran konferensi, Asep juga mendorong seluruh anggota yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Ia menilai setiap anggota perlu mempertimbangkan kapasitas, integritas, dan komitmen calon sebelum menentukan pilihan.

Dengan pertimbangan tersebut, anggota dapat memilih pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan organisasi. Karena itu, ia mengajak seluruh pemilih mengedepankan objektivitas dan menghindari kepentingan yang berpotensi memecah persaudaraan.

“Semoga para pemilih dapat menentukan pilihannya secara objektif sesuai kriteria dan kapasitas calon ketua. Yang terpenting, proses ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membawa PWI Kabupaten Bandung ke arah yang lebih baik,” tuturnya.

Asep menjelaskan, keputusannya mengikuti pencalonan berangkat dari keinginan untuk berkontribusi bagi kemajuan organisasi. Ia ingin PWI Kabupaten Bandung tumbuh sebagai organisasi yang mandiri, mampu membangun kolaborasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, PWI perlu memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan. Meski demikian, organisasi harus tetap menjaga independensi pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Ia menegaskan bahwa kemitraan dengan pemerintah tidak boleh mengurangi kebebasan wartawan dalam mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi. Sebaliknya, hubungan profesional harus membuka ruang kerja sama tanpa menghilangkan sikap kritis pers.

“Pada intinya, saya merasa terpanggil untuk memajukan PWI Kabupaten Bandung agar bisa mandiri, bisa berkolaborasi, dan menjadi mitra strategis Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Asep juga menempatkan peningkatan kompetensi wartawan sebagai bagian penting dari kemajuan organisasi. Melalui penguatan kapasitas anggota, PWI dapat mendorong praktik jurnalistik yang lebih profesional, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kebutuhan publik.

Selain mendorong kemandirian organisasi, Asep menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia menilai kedua landasan tersebut menjadi pedoman penting bagi wartawan dalam menjalankan tugas profesional.

Menurutnya, setiap wartawan perlu memahami tanggung jawab profesi, mematuhi etika jurnalistik, serta menghormati ketentuan hukum. Dengan demikian, wartawan dapat menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Setiap tugas harus dijalankan secara profesional sesuai tupoksi dan ketentuan yang berlaku. Kita harus menjaga kode etik jurnalistik, menghormati hukum, serta tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asep mengingatkan bahwa seluruh anggota memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah PWI. Integritas pribadi, kualitas pemberitaan, dan kepatuhan terhadap etika turut menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan.

Karena itu, ia berharap kepemimpinan PWI mendatang mampu merangkul seluruh anggota, termasuk mereka yang memiliki perbedaan pandangan. Ia menilai komunikasi terbuka dan sikap saling menghormati dapat memperkuat persatuan setelah konferensi berakhir.

Asep juga mengajak seluruh peserta konferensi mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Baginya, pergantian kepemimpinan harus memperkuat kerja bersama, bukan menimbulkan perpecahan di kalangan wartawan.

“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, mari kita jaga marwah PWI, perkuat solidaritas, dan utamakan kepentingan organisasi demi kemajuan pers yang profesional, independen, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui pencalonan ini, Asep Awing menyatakan komitmennya untuk ikut mendorong kemajuan PWI Kabupaten Bandung. Selanjutnya, panitia akan menjalankan tahapan verifikasi sesuai mekanisme organisasi sebelum konferensi menentukan arah kepemimpinan berikutnya.

Konferensi pada 11 November 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pergantian ketua. Lebih dari itu, forum tersebut dapat memperkuat persaudaraan wartawan, menjaga independensi pers, dan meningkatkan profesionalisme jurnalistik di Kabupaten Bandung.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.