28.3 C
Bandung
Rabu, Okt 28, 2026
Info Burinyay
PeristiwaPolitik

Dua Tahun Mengabdi di DPR RI, Dadang M. Naser Dorong Bantuan Pertanian, Beasiswa, dan Pemberdayaan Peternak

Dadang M. Naser Anggota DPR RI Fraksi Golkar paparkan capaian bantuan pertanian dan beasiswa
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.Ip., M.I.Pol., yang memaparkan berbagai capaian program di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan pendidikan selama dua tahun menjalankan tugas di DPR RI. Foto:Info Burinyay/red

Soreang, Info Burinyay — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., S.Ip., M.I.Pol., mencatat sejumlah program dukungan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, pendidikan, dan pelestarian lingkungan selama dua tahun menjalankan tugas di parlemen.

Berbagai program tersebut menyasar petani, kelompok tani, pembudidaya ikan, pelajar, serta masyarakat di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, Dadang turut mendorong penguatan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Pemaparan capaian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar di Kabupaten Bandung. Kegiatan berlangsung di halaman Masjid Al-Karomah, Jalan Raya Laswi Nomor 380, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Rabu (28/10/2026).

Peringatan tersebut juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan keagamaan, serta gelar budaya. Melalui rangkaian kegiatan itu, Partai Golkar turut menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Di sektor pertanian, Dadang menyampaikan sejumlah dukungan untuk meningkatkan produktivitas petani. Salah satunya melalui bantuan benih padi dengan cakupan yang disebut mencapai 20.000 hektare.

Selain benih, ia turut mendorong penyaluran sekitar 400 unit alat dan mesin pertanian (alsintan). Program tersebut menyasar petani di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat melalui kelompok atau perwakilan yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

Selanjutnya, Dadang mengawal distribusi pupuk di kedua kabupaten tersebut. Ia juga mengoordinasikan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mengevaluasi pemanfaatan alsintan agar bantuan dapat mendukung kegiatan produksi secara optimal.

Di bidang kebijakan, Dadang mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam Panitia Kerja (Panja) Pupuk dan Panja Pangan. Keterlibatan tersebut berkaitan dengan pembahasan persoalan pupuk dan pangan yang berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha pertanian.

Tak hanya itu, ia mendorong petani anggur dan buah-buahan untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Upaya tersebut bertujuan memperkuat pasokan buah lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dukungan lain mencakup pembangunan jalan usaha tani (JUT), revitalisasi ruang kelas, serta penyaluran 36.000 batang bibit tanaman produktif. Selain itu, program Pengembangan Perkebunan Nasional (BANGPESONA) mencakup 20 paket bantuan untuk mendukung pengembangan perkebunan.

Pada sektor peternakan, Dadang menyampaikan bantuan 27.000 ekor ayam petelur kepada 40 kelompok tani yang terdaftar dalam Simluhtan.

Program tersebut membuka peluang pengembangan usaha peternakan berbasis kelompok. Dengan pengelolaan yang terarah, bantuan ayam petelur dapat mendukung produksi telur sekaligus memperkuat sumber pendapatan masyarakat.

Sementara itu, sektor perikanan memperoleh dukungan berupa 2,4 juta ekor benih ikan dan 2.000 ekor indukan ikan air tawar. Dadang juga menyalurkan 10 paket bantuan bioflok kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan).

Selain itu, terdapat satu paket program ikan tematik untuk Kabupaten Bandung Barat. Program-program tersebut diharapkan memperkuat kegiatan budidaya, meningkatkan produksi perikanan, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Di bidang pendidikan, Dadang menyampaikan dukungan beasiswa bagi pelajar dan lulusan sekolah menengah atas sederajat.

Program tersebut meliputi 100 beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 300 beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

Selain itu, ia memberikan dukungan kepada 20 lulusan SMA sederajat untuk mengikuti penerimaan taruna baru di politeknik bidang perikanan dan kelautan.

Berbagai program pendidikan tersebut bertujuan memperluas kesempatan belajar serta membantu masyarakat mengakses pendidikan lanjutan. Namun, rincian penerima, lokasi penyaluran, dan periode bantuan perlu merujuk pada data administrasi masing-masing program.

Di bidang lingkungan, Dadang turut menggagas pendekatan agroforestri untuk membantu menanggulangi kerusakan hutan. Pendekatan ini memadukan pengelolaan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian atau perkebunan.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat mengembangkan kegiatan produktif sekaligus mendukung upaya menjaga fungsi lingkungan. Pelaksanaannya tetap memerlukan penyesuaian terhadap kondisi lahan, karakteristik wilayah, serta ketentuan pengelolaan kawasan.

Selain itu, Dadang mendapat undangan dari Pemerintah China untuk mengikuti studi banding sistem pertanian. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik pengembangan pertanian di negara lain, termasuk pendekatan yang berpotensi mendukung peningkatan produktivitas.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan sejumlah bidang yang menjadi perhatian Dadang selama menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar.

Mulai dari bantuan sarana produksi pertanian, pengembangan peternakan dan perikanan, hingga dukungan pendidikan, program-program tersebut menyasar kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Ke depan, keberlanjutan program menjadi faktor penting untuk memastikan manfaat bantuan dapat dirasakan dalam jangka panjang. Karena itu, pendataan penerima, pendampingan kelompok, evaluasi pemanfaatan bantuan, serta pengukuran hasil produksi perlu berjalan secara konsisten.

Melalui rangkaian peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Ciparay, pemaparan capaian tersebut menjadi bagian dari penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai berbagai program yang telah dijalankan selama dua tahun masa pengabdian di DPR RI.

Publikasi capaian itu juga perlu disertai data penyaluran dan hasil evaluasi yang terukur. Dengan demikian, masyarakat dapat menilai manfaat program secara objektif sekaligus mengikuti perkembangan pelaksanaannya di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.