26.1 C
Bandung
Sabtu, Mei 23, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungKegiatan Organisasi

Puncak May Day 2026 Kabupaten Bandung Fokus Lingkungan, Dadang Supriatna Wajibkan Kelola Sampah

Ratusan buruh peserta Eco Walker May Day 2026 Kabupaten Bandung mengumpulkan sampah hasil aksi bersih-bersih di kawasan Kompleks Pemda Soreang, Rabu (1352026).
Peserta Eco Walker Bandung Bedas membawa kantong sampah hasil aksi bersih-bersih lingkungan saat puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (1352026). - Foto:infoburinyay/lee

Soreang, Info Burinyay – May Day 2026 Kabupaten Bandung mencapai puncaknya lewat aksi lingkungan bertajuk Eco Walker Bandung Bedas Bersih-bersih Sampah di kawasan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (13/5/2026). Sekitar seribu buruh dari berbagai serikat pekerja turun langsung membersihkan sampah di sejumlah ruas jalan utama sekitar kawasan Pemda Kabupaten Bandung.

Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar kegiatan itu sebagai rangkaian terakhir peringatan Hari Buruh Internasional tingkat Kabupaten Bandung tahun 2026. Selain mengangkat semangat solidaritas pekerja, kegiatan tersebut juga memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menangani darurat sampah di Kabupaten Bandung.

Tema “Satu Tekad Satu Tujuan Sejahtera Bersama” menjadi dasar pelaksanaan kegiatan. Karena itu, Pemkab Bandung memadukan olahraga jalan sehat dengan gerakan bersih-bersih sampah di ruang publik.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan hubungan pemerintah, perusahaan dan pekerja di Kabupaten Bandung terus berjalan melalui pola kolaboratif. Menurutnya, komunikasi aktif menjadi kunci menjaga kondusivitas hubungan industrial di daerah.

“Polanya bukan pola otoriter, tetapi pola kolaboratif. Semua komponen, termasuk serikat buruh, selalu aktif berkoordinasi dan mencari solusi, bukan mencari masalah,” ujar Dadang Supriatna saat menghadiri kegiatan Eco Walker May Day 2026.

Selain itu, Dadang menjelaskan pemerintah daerah terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh serikat pekerja. Dengan langkah tersebut, pemerintah dapat menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan lebih cepat melalui dialog yang objektif dan realistis.

Ia menilai perusahaan dan pekerja merupakan dua elemen yang saling membutuhkan. Karena itu, kemajuan perusahaan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan buruh.

“Kalau perusahaan maju, otomatis serikat buruh juga maju. Maka hak-hak pekerja harus diberikan,” katanya.

Selanjutnya, Dadang menegaskan perusahaan wajib memenuhi hak dasar pekerja, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab Bandung terus melakukan monitoring bersama serikat pekerja untuk memastikan perusahaan menjalankan kewajiban tersebut.

“Kami membuat instruksi kepada perusahaan. Setiap perusahaan wajib melengkapi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan karena itu hak pekerja,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemkab Bandung juga terus menjaga komunikasi antara perusahaan dan pekerja agar tidak muncul miskomunikasi berkepanjangan. Karena itu, pemerintah daerah siap turun langsung ketika muncul persoalan hubungan industrial.

“Kalau ada hal yang belum terselesaikan, kami langsung berkunjung dan menjadi fasilitator agar persoalan cepat selesai. Itu kuncinya,” jelas Dadang.

Dalam kesempatan yang sama, Dadang juga menyoroti persoalan darurat sampah yang saat ini masih menjadi tantangan besar di Bandung Raya. Ia menyebut produksi sampah di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Namun, masyarakat baru mampu mengelola sekitar 500 ton melalui proses daur ulang.

Akibat kondisi itu, Kabupaten Bandung masih menghadapi sekitar 1.300 ton sampah yang belum tertangani maksimal setiap hari.

Karena itu, Pemkab Bandung mendorong perusahaan ikut terlibat dalam pengelolaan sampah. Salah satunya melalui pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai pengganti batu bara di sektor industri.

“Perusahaan wajib mengelola sampah masing-masing. RDF ini bisa menjadi pengganti batu bara dan perusahaan akan mendapat manfaat berupa kebijakan pajak,” katanya.

Lebih lanjut, Dadang memaparkan empat langkah utama penanganan darurat sampah di Kabupaten Bandung. Pertama, pemerintah meminta perhatian lebih kepada pelaku usaha di bidang pengelolaan sampah karena sektor tersebut memiliki nilai ekonomi.

Kedua, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan offtaker atau pihak penerima hasil pengelolaan sampah. Nantinya, setiap desa melalui koperasi dan BUMDes akan terlibat dalam proses pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

“Setiap desa nanti memiliki sistem pengelolaan dan pemilahan sampah. Sampah karton, plastik, kresek maupun organik akan dipisahkan sehingga memiliki nilai ekonomi,” ujar Dadang.

Ketiga, Pemkab Bandung meminta dukungan Kementerian Lingkungan Hidup terkait bantuan mesin pengolahan sampah. Menurut Dadang, saat ini terdapat 172 TPS3R yang perlu dimaksimalkan.

Keempat, pemerintah akan memperkuat edukasi kepada masyarakat agar budaya memilah sampah mulai berjalan dari rumah tangga.

“Perilaku masyarakat harus berubah. Pemilahan sampah dari hulu harus selesai agar persoalan sampah bisa tertangani,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia May Day Kabupaten Bandung, Dede Agus Kusriana, menjelaskan kegiatan Eco Walker melibatkan sekitar seribu buruh dari berbagai serikat pekerja di Kabupaten Bandung.

Panitia membagi peserta ke dalam empat zona agar proses pembersihan sampah berjalan lebih efektif.

Zona pertama bergerak dari kawasan Pemda Kabupaten Bandung menuju Pasar Soreang. Selanjutnya, zona kedua bergerak dari kawasan Pemda menuju arah Tol Soroja.

Kemudian, zona ketiga bergerak menuju kawasan Gading Tutuka-Kopo. Sedangkan zona keempat bergerak dari Pemda Soreang menuju arah Sadu.

“Kami membagi seribu peserta ke empat zona. Setiap zona diisi sekitar 250 peserta agar gerakan bersih-bersih berjalan maksimal,” ujar Dede Agus Kusriana.

Selain itu, pihak kepolisian juga ikut membantu pengamanan dan pengaturan kegiatan di seluruh zona Eco Walker.

Dede menambahkan kegiatan tersebut tidak hanya memperingati May Day, tetapi juga memperkuat kepedulian pekerja terhadap lingkungan.

“Bandung Bedas Asri dan bebas sampah menjadi semangat utama kegiatan hari ini,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, Dadang Komara, menyebut kegiatan Eco Walker menjadi penutup rangkaian May Day 2026 di Kabupaten Bandung.

Menurutnya, peringatan Hari Buruh harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan dan pekerja.

“Kolaborasi sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah dan menjaga hubungan industrial tetap harmonis,” ujar Dadang Komara.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para pekerja yang turun langsung membersihkan sampah di sekitar Kompleks Pemda Kabupaten Bandung.

“Kami mengerahkan sekitar seribu pekerja untuk membersihkan area sekitar Pemda dan jalan raya di sekitarnya,” katanya.

Sementara itu, Camat Soreang, Haris Taupik, menyampaikan apresiasi kepada para buruh yang ikut menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Soreang.

Menurutnya, Soreang sebagai kawasan perkotaan padat penduduk menghadapi tantangan besar terkait produksi sampah harian.

Karena itu, gerakan Eco Walker dinilai mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan para buruh hari ini. Ini sejalan dengan program pemerintah dalam penanganan darurat sampah,” ujar Haris Taupik.

Selain itu, ia menekankan perlunya perubahan paradigma masyarakat terkait pengelolaan sampah. Jika sebelumnya masyarakat hanya membuang sampah pada tempatnya, kini masyarakat perlu mulai memilah dan mengolah sampah agar memiliki manfaat ekonomi.

“Paradigmanya harus berubah. Sampah harus dipilah dan diolah agar bermanfaat,” katanya.

Ketua PC FSPPP-SPSI Kabupaten Bandung, Itep Zaeni, juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung yang selama bertahun-tahun mendukung kegiatan serikat pekerja di daerah.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah membuat hubungan antara pekerja dan pemerintah berjalan lebih harmonis.

“Kami mengapresiasi pembinaan Pemerintah Kabupaten Bandung yang selama kurang lebih 14 tahun terus mendukung kegiatan serikat pekerja di Kabupaten Bandung,” ujar Itep Zaeni.

Ia menambahkan sejumlah pekerja dari perusahaan perkebunan turut hadir mengikuti kegiatan Eco Walker May Day 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap peringatan Hari Buruh Internasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Sebaliknya, May Day diharapkan mampu menghadirkan gerakan nyata yang memperkuat solidaritas pekerja sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan dan pekerja, Kabupaten Bandung juga menargetkan lahirnya budaya pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif dan berkelanjutan.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.