Jumat, Apr 17, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

Pendidikan Kader Penggerak Bangsa PKB Resmi Dibuka Bupati Bandung di Kampung Bedas

Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung memberikan sambutan saat membuka kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Bangsa di Kampung Bedas.
Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung menyampaikan sambutan pembuka pada kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Bangsa (PKPB) yang digelar di Kampung Bedas, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, pada 28 November 2025. (Foto:InfoBurinyay/Denjaya)

Bojongsoang, Info Burinyay – Kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Bangsa (PKPB) Partai Kebangkitan Bangsa resmi dibuka Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si. Acara berlangsung di Kampung Bedas, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pada Jumat, 28 November 2025. Pelatihan ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat 28 November hingga Minggu 30 November 2025.

Sejak pagi peserta dari berbagai kecamatan mulai berdatangan. Kehadiran para kader menambah semangat panitia. Selain itu, suasana pelatihan tampak hidup karena materi disusun lebih interaktif. Dengan demikian, peserta dapat lebih mudah memahami nilai-nilai dasar pengkaderan. Acara ini juga menghadirkan tokoh pusat, termasuk Anggota DPR RI Fraksi PKB H. Asep Romy Romaya, SE., serta perwakilan Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB.

Bupati Bandung sekaligus Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, menyampaikan sambutan pembuka. Ia mengucapkan selamat datang kepada para pengurus DPP PKB yang hadir. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi bahwa lokasi tersebut memiliki sejarah pribadi. Ia menuturkan bahwa tempat itu menjadi saksi perjalanan hidupnya bersama H. Asep Romy Romaya.

“Tempat ini adalah sejarah saya. Tempat ini dulu menjadi tempat saya membuat bata,” ujarnya. Ia kemudian mengenang pesan kedua orang tuanya. “Nu leutik kudu ngahargaan kanu gede, nu gede kudu nyaah kanu leutik. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” lanjutnya.

Selain itu, Bupati Dadang menekankan pentingnya persiapan kader sejak dini. Ia mengajak para peserta untuk memperkuat komitmen memenangkan PKB pada 2029.

“Melalui Pendidikan Kader Penggerak Bangsa, kita dorong PKB agar terus tumbuh. Pemilihnya harus meningkat, dan kegiatan sosialnya wajib kita perkuat,” tegasnya.

Setelah sambutan Bupati, Wakil Ketua LKN DPP PKB, Muhammad Dawam, menjelaskan tujuan utama PKPB. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi ikhtiar PKB untuk mencetak politisi yang berintegritas. Dawam menyoroti hasil survei nasional mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap profesi politisi dan polisi.

“Pada 2024 ada survei yang menyebutkan dua profesi yang paling tidak dipercaya masyarakat, yaitu politisi dan polisi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa PKB ingin mengubah kondisi tersebut. “PKPB ini adalah ikhtiar PKB untuk mendidik warga PKB agar menjadi politisi berintegritas, handal, dan bermanfaat. Kita ingin politisi kembali dipercaya,” tuturnya.

Dawam menjelaskan bahwa politisi bertugas membuat undang-undang, sedangkan polisi menjalankan aturan tersebut. Karena itu, menurutnya, dua profesi tersebut mempengaruhi kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kita tidak mau anak cucu kita hidup dengan politisi busuk dan polisi busuk,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta seluruh peserta belajar secara sungguh-sungguh. “Kita menghadapi krisis adab dan akhlak di era informasi deras. Tatap muka seperti ini penting untuk mengajarkan adab sampai menubuh menjadi akhlak,” tambahnya.

Selanjutnya, Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Asep Romy Romaya, memberikan arahan mengenai penguatan kader. Ia menegaskan bahwa posisinya sebagai legislator tidak mengubah komitmennya kepada kader PKB di daerah.

“Saya sebagai kader Fraksi Kebangkitan Bangsa berkewajiban melakukan pengkaderan di tiap daerah. Ini juga menjadi hikmah ketika saya diberi amanah di DPR RI,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa banyak kader yang sebelumnya mendukungnya kini kembali memperkuat barisan kepenggerakan. Karena itu, ia menilai penting menjaga konsolidasi.

“Pendidikan Kader Penggerak Bangsa ini menjaga kesolidan dan menambah suara PKB ke depan,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai pesan khusus kepada kader yang hadir, Asep Romy menegaskan rasa syukurnya.

“Saya bersyukur kader kami solid. Mereka samina wa atho’na, satu komando,” katanya.

Ia juga menjelaskan materi pelatihan akan dipandu oleh LKN yang fokus pada penguatan sistem pengkaderan. Dengan begitu, peserta dapat memahami peran strategis mereka dalam struktur PKB.

Dari unsur relawan, Ahmad Fauzi selaku Korcam Relawan Bedas Ciparay menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Asep Romy. Ia menyebut bahwa komitmen Asep selalu konsisten sejak masa kampanye.

“Kami bangga. Ini bentuk kepedulian Pak H. Asep Romy Romaya. Beliau selalu perhatian pada tim,” ujarnya.

Ia kemudian menguraikan makna nama ASEP Romy Romaya yang sering dijadikan semboyan oleh relawan.

“ASEP artinya akan selalu perhatian. Romy itu religius, objektif, mandiri, dan yakin kepada ketentuan Allah. Semoga kader di sini tetap mengisi aktivitas hidup dengan nilai ibadah,” tuturnya.

Fauzi juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Dadang Supriatna yang memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.

“Hatur nuhun ke Pak Dewan yang bukti kerjanya nyata. Terima kasih juga untuk Ketua DPC yang memfasilitasi acara ini,” ujarnya.


Ia berharap kegiatan ini berjalan lancar hingga selesai. “Mudah-mudahan acara ini sukses tanpa ekses, dan ilmu yang kami dapat bermanfaat untuk kebangkitan bangsa,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, panitia terus mendorong interaksi aktif antar peserta. Selain itu, instruktur memberikan simulasi lapangan agar para kader memahami peran mereka di tengah masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada teori saja, tetapi berlanjut pada praktik nyata di lapangan.

PKPB tahun ini mendapat perhatian besar dari berbagai pihak. Hal itu karena PKB ingin memperkuat struktur kaderisasi menyambut tantangan politik 2029. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menggerakkan masyarakat serta menjaga nilai-nilai moral dalam aktivitas politik. Selain itu, PKB menilai pendidikan kader menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik.

Dengan berlangsungnya pelatihan selama tiga hari, para peserta memiliki kesempatan memperdalam materi secara sistematis. Nantinya, hasil pelatihan ini ditargetkan melahirkan kader yang sigap, solid, dan memiliki sensitivitas sosial tinggi. Pada akhirnya, PKB berharap kegiatan ini memberi dampak luas bagi masyarakat Kabupaten Bandung dan Indonesia.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.