26.1 C
Bandung
Selasa, Mei 26, 2026
Info Burinyay
Jawa BaratKegiatan Organisasi

PM Gatra Ubah Strategi, CDOB Garut Utara Masuki Fase Akhir Perjuangan

Ketua Umum PM Gatra Rd. H. Holil Aksan Umarzen menyampaikan pemaparan terkait strategi perjuangan CDOB Garut Utara dalam rapat organisasi di Garut.
Ketua Umum PM Gatra, Rd. H. Holil Aksan Umarzen, menyampaikan arah baru perjuangan CDOB Garut Utara saat rapat evaluasi organisasi PM Gatra di Garut, Senin (25/5). PM Gatra kini fokus memperkuat kesiapan teknis, kajian akademik, dan penguatan kelembagaan menuju fase akhir perjuangan pemekaran wilayah. - Foto:infoburinyay/yk

Garut, Info Burinyay — Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) mulai menerapkan strategi baru dalam mengawal perjuangan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Garut Utara. Organisasi tersebut kini mengarahkan perjuangan pada penguatan kesiapan teknis dan kelembagaan.

Ketua Umum PM Gatra, Rd. H. Holil Aksan Umarzen, menegaskan perjuangan pemekaran wilayah harus memasuki tahapan yang lebih terukur. Karena itu, PM Gatra tidak lagi hanya mengandalkan gerakan aspirasi masyarakat.

“Kita harus mengubah orientasi perjuangan. Sekarang fokus utama berada pada kesiapan teknis seperti data kependudukan, potensi wilayah, dan penguatan kajian akademik,” ujar Holil saat memimpin Rapat Terbatas Evaluasi Organisasi PM Gatra di Sekretariat PM Gatra, Jalan Nasional Limbangan, Garut, Senin (25/5).

Selain memperkuat kesiapan teknis, PM Gatra juga membangun empat pilar utama dalam perjuangan CDOB Garut Utara. Pertama, organisasi menggeser arah perjuangan dari gerakan aspiratif menuju pendekatan teknokratis. Kedua, PM Gatra memperluas jejaring strategis bersama pemerintah, legislatif, dan akademisi.

Selanjutnya, organisasi tersebut mengubah sudut pandang perjuangan dari isu wilayah menjadi pembangunan kawasan. Dengan langkah itu, PM Gatra ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Kabupaten Garut.

Di sisi lain, PM Gatra juga menyiapkan fondasi sosial dan administratif sambil menunggu perkembangan kebijakan moratorium daerah otonomi baru dari pemerintah pusat.

Untuk mendukung langkah tersebut, PM Gatra langsung membenahi tata kelola internal organisasi. Pengurus memperkuat administrasi, menyempurnakan struktur kelembagaan, dan membentuk Komite Persiapan Pemerintahan (KPP) di tingkat kecamatan serta desa.

Tidak berhenti di sana, PM Gatra juga mulai mengembangkan sektor riil demi memperkuat kemandirian organisasi. Pengurus mendorong pembentukan koperasi, Perseroan Terbatas (PT), yayasan sosial, dan yayasan pendidikan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat Garut Utara.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemekaran PM Gatra sekaligus Ketua KPP CDOB Garut Utara, DR (HC) H. Asep Basyir, menilai organisasi harus tampil lebih adaptif dan produktif dalam menghadapi dinamika pembangunan daerah.

Menurut Asep, PM Gatra juga siap mendukung program nasional yang berkaitan dengan pengembangan wilayah utara Kabupaten Garut serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Dalam rapat tersebut, PM Gatra sekaligus mematangkan persiapan ekspose Focus Group Discussion (FGD) mengenai kajian akademis terbaru CDOB Garut Utara. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Padjadjaran (Unpad) menyusun dokumen kajian tersebut.

PM Gatra menjadwalkan agenda ekspose bersama para pemangku kepentingan pada 2 Juni 2026. Organisasi itu juga terus memantau perkembangan regulasi nasional terkait pemerintahan daerah dan pembangunan wilayah.

Melalui Humas PM Gatra, Lely Permata, M.Si, organisasi tersebut memastikan seluruh tahapan perjuangan tetap berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“PM Gatra menjalankan seluruh proses penguatan fondasi organisasi secara konstruktif dan tetap mengikuti koridor hukum,” ujar Lely.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.