Soreang, Info Burinyay – Pasundan Istri (PASI) Kabupaten Bandung menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda) sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat kabupaten. Kegiatan tersebut berlangsung di Roemah Sadoe, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/1/2026).
Pemerintah Kabupaten Bandung membuka Konferda PASI melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung, Bambang, SW, yang mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna. Selanjutnya, panitia mengarahkan seluruh rangkaian kegiatan sesuai tema “Ngawujudkeun organisasi Pasundan Istri anu nanjung tur linuhung”.
Melalui proses persidangan yang berlangsung demokratis, peserta Konferda menetapkan Hj. Rida Restuti Suryana, S.Pd., M.M.Pd. sebagai Ketua PASI Kabupaten Bandung periode 2026–2031. Peserta menyepakati keputusan tersebut secara aklamasi setelah sidang komisi menyampaikan laporan dan rekomendasi.
Usai penetapan, Ketua PASI Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Euis Siti Julaeha, S.Ip., M.BA, melantik Hj. Rida Restuti Suryana sebagai Ketua PASI Kabupaten Bandung. Selain itu, jajaran pimpinan PASI Jawa Barat juga melantik Pengurus Cabang PASI dari 15 kecamatan se-Kabupaten Bandung.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung, Bambang, SW, menilai Pasundan Istri memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial. Ia menyebutkan bahwa PASI telah menunjukkan kematangan organisasi sebagai salah satu organisasi perempuan tertua di Indonesia.
“Pasundan Istri merupakan organisasi wanita yang sudah sangat dewasa. Karena itu, Kesbangpol memandang PASI sebagai mitra penting, khususnya dalam pembinaan keluarga dan penguatan program kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung,” ujar Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa Konferda menjadi bagian dari proses regenerasi yang wajar dalam organisasi yang sehat. Ia menegaskan bahwa PASI Kabupaten Bandung mampu menjalankan suksesi kepemimpinan secara tertib dan kondusif.
“Pergantian kepengurusan berjalan lancar tanpa gejolak. Dengan kondisi seperti ini, kami berharap PASI dapat terus menjalankan fungsinya sebagai mitra pemerintah yang andal dan konsisten,” katanya.
Ketua PASI Jawa Barat, Dra. Hj. Euis Siti Julaeha, S.Ip., M.BA, menekankan bahwa Konferda merupakan agenda rutin organisasi yang berlangsung secara berjenjang. Ia menjelaskan bahwa PASI melaksanakan konferensi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat sesuai ketentuan organisasi.
“Pasundan Istri menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda dalam aktivitas organisasinya. Karena lahir di tanah Sunda, kami berharap nilai-nilai Kesundaan terus berkembang dan menjadi ruh dalam setiap program,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pasundan Istri membawa misi pembentukan karakter perempuan Sunda yang berlandaskan nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh. Menurutnya, nilai tersebut harus hidup dalam keluarga dan masyarakat.
Ketua PASI Kabupaten Bandung terpilih, Hj. Rida Restuti Suryana, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat soliditas internal organisasi. Ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja sama dan bergerak seirama dalam menjalankan program.
“Dengan amanah ini, saya berharap seluruh pengurus PASI Kabupaten Bandung dapat bekerja lebih solid dan saling mendukung untuk menyukseskan program-program pemerintah daerah,” ujarnya.
Rida menambahkan bahwa PASI Kabupaten Bandung akan memprioritaskan program di bidang seni budaya dan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa PASI ingin mendorong penguatan identitas budaya Sunda melalui berbagai kegiatan konkret.
“Kami akan memfokuskan program pada penggelaran seni budaya dari berbagai kecamatan. Selain itu, kami juga ingin menampilkan makanan etnik khas Sunda sebagai bagian dari penguatan ekonomi budaya,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, PASI Kabupaten Bandung juga melaksanakan pembinaan dan pelatihan bagi pengurus baru dari 15 kecamatan. Rida menyebutkan beberapa kecamatan yang terlibat, antara lain Arjasari, Baleendah, Ciparay, Cimaung, Cileunyi, serta kecamatan lainnya.
Ia berharap para pengurus cabang mampu membangun sinergi yang kuat dengan Pemerintah Kabupaten Bandung dan organisasi perangkat daerah terkait.
“Kami berharap pengurus cabang dapat bersinergi dengan program Bupati Bandung dan berperan aktif dalam menjalankan tugas organisasi di tingkat kecamatan,” katanya.
Pupuhu PASI Pusat, Dr. Dra. Hj. Eni Sumarni, St., M.Kes, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Konferda PASI Kabupaten Bandung. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan ketaatan organisasi terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
“Konferda merupakan program kerja rutin lima tahunan. Melalui forum ini, organisasi melakukan evaluasi sekaligus penguatan kepengurusan agar semakin efektif,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru PASI Kabupaten Bandung mampu melanjutkan program yang telah berjalan baik serta memperbaiki aspek yang masih perlu penguatan.
“Dengan kepengurusan baru, kami optimistis PASI Kabupaten Bandung dapat melahirkan program-program yang lebih potensial dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
