Rancaekek, Info Burinyay – Aula Kecamatan Rancaekek berubah menjadi lautan kebahagiaan pada Jumat (24/10/2025). Pemerintah Kecamatan Rancaekek bersama Gerbang Sedekah Cendikia Foundation (GSC Foundation) menggelar kegiatan Jumat Berkah Bersama Anak Yatim.
Acara ini menghadirkan puluhan anak yatim dari berbagai desa di Rancaekek. Mereka berkumpul untuk menerima bingkisan, doa, serta motivasi dari para panitia dan donatur. Suasana berlangsung penuh kehangatan, menggambarkan semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat.
Camat Rancaekek, Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, M.Si, menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini menjadi wujud nyata kepedulian antarsesama. “Kami dari Kecamatan Rancaekek sangat berterima kasih kepada Gerbang Sedekah Cendikia Foundation. Mereka hadir dengan kepedulian yang luar biasa terhadap anak-anak yatim,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh pegawai kecamatan juga ikut menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan Jumat Berkah. “Kami ingin menunjukkan bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya. Yang penting niat tulus dan semangat kebersamaan,” katanya.
Menurut Diar Hadi, kegiatan ini bukan hanya tentang memberi bantuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menumbuhkan rasa empati dan mengajarkan arti kebahagiaan yang sebenarnya.
“Kami ingin anak-anak ini merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Masyarakat hadir untuk mendukung mereka,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan moral, ia juga memberikan pesan khusus kepada anak-anak yatim yang hadir. “Tetaplah semangat, rajin belajar, dan jadilah anak-anak yang berguna bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa,” pesannya. Ia berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi anak-anak agar terus berprestasi meski menghadapi keterbatasan.
Sementara itu, Ema Maryani, S.Ip., SH, selaku Founder Gerbang Sedekah Cendikia Foundation, menjelaskan bahwa pihaknya rutin menggelar program berbagi di berbagai wilayah. Kegiatan di Rancaekek menjadi bagian dari roadshow Jumat Berkah yang sudah berjalan di beberapa kecamatan.
“Kami berterima kasih kepada seluruh donatur yang masih setia mendukung GSC Foundation. Karena mereka, kami bisa terus berbagi dengan anak-anak yatim di berbagai daerah,” ungkapnya.
Ema menyebutkan, sebanyak 20 anak yatim dari seluruh desa di Rancaekek menerima bingkisan berupa amplop, makanan ringan, dan nasi box. Semua penyaluran dilakukan secara terkoordinasi bersama tim kecamatan agar bantuan tersebar merata.
“Kami ingin setiap desa tersentuh. Karena itu, kami mengambil satu atau dua anak dari tiap desa. Kami ingin semua merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Menurutnya, semangat berbagi harus dijaga dan ditularkan. “Kami berharap kegiatan ini menginspirasi banyak pihak. Tidak harus besar, asal konsisten dan ikhlas. Itu sudah luar biasa,” tambahnya.
Ia juga menegaskan komitmen GSC Foundation untuk terus memperluas jangkauan.
“Kami ingin istiqomah. Setelah Bandung Timur, kami bergerak ke Sumedang dan daerah lain. Kami ingin menyalakan semangat sedekah di mana pun kami berada,” ujar Ema penuh keyakinan.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh tawa. Para relawan bersama anak-anak yatim duduk bersama, berbincang ringan, dan saling berbagi cerita. Nuansa keakraban terasa di setiap sudut aula.
Elisyawati, Ketua PSM Desa Bojongloa, turut menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia menyebut GSC Foundation telah memberi perhatian besar bagi warganya.
“Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada GSC Foundation. Mereka datang bukan hanya membawa bantuan, tapi juga membawa kebahagiaan,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut. “Kami di desa masih banyak anak-anak yang butuh perhatian. Semoga kegiatan ini bisa rutin dilakukan. Karena manfaatnya sangat besar,” tambahnya.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Para anak yatim kemudian menerima bingkisan dari camat dan perwakilan GSC Foundation. Raut wajah mereka memancarkan kebahagiaan yang tulus.
Acara ditutup dengan makan bersama dan sesi foto. Tawa anak-anak menggema di aula, menandai betapa besar dampak kebersamaan dalam menguatkan semangat hidup mereka.
Program Jumat Berkah di Rancaekek membuktikan bahwa kepedulian sosial bisa tumbuh melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan lembaga kemanusiaan. Semangat itu mengingatkan masyarakat bahwa keberkahan tidak hanya datang dari memberi, tetapi juga dari keikhlasan untuk peduli.
Kecamatan Rancaekek berencana melanjutkan program serupa di masa depan. Pihak kecamatan juga membuka ruang bagi komunitas dan perusahaan lokal untuk ikut berpartisipasi. “Kami ingin Rancaekek menjadi contoh kecamatan yang peduli dan bergerak bersama masyarakat,” ujar Camat Diar Hadi di akhir kegiatan.
Melalui kegiatan ini, nilai kemanusiaan kembali terjaga. Anak-anak yatim pulang dengan senyum lebar, membawa kenangan tentang hari yang penuh kehangatan. Sementara itu, semua pihak yang terlibat mendapatkan satu pelajaran berharga: bahwa berbagi bukan soal besar kecilnya bantuan, melainkan tentang ketulusan hati.
