Rancaekek, Info Burinyay – – Suasana hangat dan penuh nuansa budaya menyelimuti kawasan Lembur Ambu Apon, Jalan Yasaadi Nomor 6, Desa Sukamanah, Kabupaten Bandung, Sabtu (30/5/2026) malam. Ratusan warga, seniman, budayawan, dan pegiat budaya berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Ngareungeu Bulan”, sebuah agenda budaya yang menghadirkan pertunjukan seni tari, budaya Sunda, serta kuliner tradisional khas lembur.
Mengusung tema “Nalika Alam Nyarios, Urang Ngarungu”, acara tersebut mengajak masyarakat merasakan kembali kehangatan kehidupan kampung di bawah cahaya bulan purnama. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dan pelaku budaya untuk memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, S.E., M.M., hadir mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, seniman, dan tokoh budaya yang telah menginisiasi serta menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung, kami mengucapkan terima kasih kepada Kang Cecep beserta seluruh panitia yang telah mengundang kami untuk hadir dalam acara ini. Kegiatan seperti ini sangat penting karena menjadi ruang bersama untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan kebudayaan daerah,” ujar Irvan Ahmad.
Lebih lanjut, Irvan menjelaskan bahwa pelestarian budaya memiliki landasan hukum yang kuat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Menurutnya, regulasi tersebut menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional.
“Undang-undang tersebut menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu. Sebaliknya, kebudayaan merupakan fondasi karakter dan identitas bangsa yang harus kita jaga bersama. Oleh karena itu, setiap upaya pelestarian budaya perlu mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Selain itu, Irvan menilai kegiatan Ngareungeu Bulan mampu menghadirkan inspirasi bagi para seniman, budayawan, serta generasi muda di Kabupaten Bandung. Melalui kegiatan yang berlangsung secara rutin, masyarakat dapat mengenal sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri daerah.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat. Menurut Irvan, keterlibatan komunitas menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
“Kami sangat mengapresiasi para seniman dan budayawan yang terus berupaya menjaga warisan budaya Sunda. Semangat ini perlu menjadi inspirasi bagi seluruh insan budaya di Kabupaten Bandung agar terus bergerak bersama memajukan kebudayaan daerah,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembangunan kebudayaan tidak hanya berfokus pada pelestarian seni pertunjukan, musik tradisional, atau berbagai bentuk kesenian lainnya. Namun demikian, budaya juga berkaitan erat dengan pembentukan karakter masyarakat.
“Budaya bukan hanya mengurus seni dan tradisi. Lebih dari itu, budaya harus mampu membentuk masyarakat yang memiliki adab, akhlakul karimah, serta etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ketika nilai budaya tumbuh kuat, maka pembangunan daerah juga akan berjalan lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, kegiatan Ngareungeu Bulan berlangsung meriah hingga malam hari. Beragam pertunjukan seni tradisional mendapat sambutan antusias dari pengunjung. Di sisi lain, kuliner khas Sunda yang disajikan turut memperkuat suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat pedesaan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap semangat pelestarian budaya terus berkembang di tengah masyarakat. Dengan demikian, budaya Sunda tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi kekuatan dalam membangun karakter masyarakat serta mendorong terwujudnya Kabupaten Bandung yang semakin maju, berdaya saing, dan berbudaya.
