Rancaekek, Info Burinyay – Banjir yang merendam Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, memasuki hari kelima dan terus memicu perhatian serius pemerintah daerah. Luapan Sungai Citarik serta kiriman air dari Cimande, Cikeruh, dan Cikijing memperparah kondisi di permukiman warga dan area pertanian.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Dr. H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa banjir di wilayah tersebut terus berulang setiap tahun. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak segera mengambil langkah konkret.
“Banjir di Sukamanah ini terus terjadi secara rutin. Kita harus menghentikan siklus ini dengan penanganan yang serius dan terukur,” ujar Cecep saat mendampingi Bupati Bandung dalam kegiatan monitoring banjir dan peninjauan dapur umum di halaman Desa Sukamanah, Jalan Yasaadi No. 88, Rabu (15/4/2026).
Selanjutnya, tim kesehatan membuka layanan langsung di lokasi untuk membantu warga terdampak. Petugas medis memeriksa kondisi kesehatan warga dan memberikan penanganan cepat guna mencegah munculnya penyakit.
Sementara itu, banjir meluas hingga ke sebagian besar wilayah desa. Cecep menyebut hampir 80 persen warga terdampak dan ratusan rumah terendam air. Kondisi ini semakin berat karena banjir datang saat musim panen.
“Petani sudah mulai memanen, bahkan sebagian baru akan memotong padi. Namun air langsung merendam sawah mereka. Situasi ini jelas merugikan,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah desa bersama aparat terkait langsung bergerak cepat. Kepala desa, Babinsa, dan BPD membangun koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Bandung serta BPBD Provinsi Jawa Barat untuk meminta bantuan.
Kemudian, BPBD mengirimkan sejumlah perahu untuk membantu evakuasi warga. Selama dua hari terakhir, warga memanfaatkan perahu tersebut untuk berpindah ke lokasi aman, termasuk menyelamatkan hasil panen yang masih bisa dijangkau.
“Bantuan perahu sudah kami terima dan langsung kami gunakan. Warga, terutama petani, mulai bisa menyelamatkan diri dan hasil panennya,” kata Cecep.
Lebih lanjut, Cecep mengingatkan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia menilai kondisi banjir bisa berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan.
“Walaupun terlihat relatif aman, banjir ini tetap menyimpan risiko. Kita tidak boleh lengah,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap bersabar sambil menunggu air surut. Ia juga mendorong semua pihak memperkuat kolaborasi agar proses penanganan berjalan lebih cepat dan efektif.
Tak hanya itu, Cecep menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang terus hadir membantu warga. Berbagai komunitas ikut turun langsung ke lapangan dan memberikan dukungan nyata.
“Relawan dari DRP Jawa Barat, Pelita Intan Muda, mahasiswa, Ambar Wangi, CSF, serta masyarakat Sukamanah menunjukkan solidaritas yang luar biasa. Kami sangat menghargai kontribusi mereka,” ujarnya.
Dengan dukungan semua pihak, pemerintah berharap proses penanganan banjir di Desa Sukamanah dapat berjalan optimal. Ke depan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah strategis untuk menekan risiko banjir berulang di kawasan tersebut.
