Rancaekek, Info Burinyay – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra, Dedi Saepul Rohman, SH, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025 di GOR Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Rabu (5/11/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah yang antusias menyampaikan beragam aspirasi pembangunan.
Dalam pertemuan itu, Dedi menyampaikan capaian hasil reses sebelumnya yang sudah masuk ke tahap realisasi pada tahun anggaran 2025. Ia menegaskan, beberapa program prioritas telah berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Alhamdulillah, reses pada masa sidang pertama tahun ini sudah membuahkan hasil. Beberapa program seperti sumber air dangkal, bantuan ternak, dan perbaikan jalan di sejumlah desa sudah terealisasi,” ujar Dedi Saepul Rohman.
Menurutnya, kebutuhan air dangkal menjadi prioritas utama bagi masyarakat di beberapa wilayah. Program itu terbukti membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih, terutama di daerah dengan kondisi tanah kering. Dedi juga mengakui, banyak desa lain yang mengajukan usulan serupa karena manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.
“Air dangkal ternyata menjadi kebutuhan mendesak di banyak wilayah. Karena itu, kami terus dorong agar setiap desa yang membutuhkan bisa mendapatkan program serupa,” lanjutnya.
Selain meninjau hasil pembangunan, Dedi juga membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi baru dari masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan permintaan terkait sektor ekonomi, infrastruktur, dan pemberdayaan. Ia menjelaskan, masyarakat mengusulkan pelatihan kerja, bantuan alat pertanian seperti traktor, serta peningkatan jalan dan saluran irigasi.
“Usulan tahun ini hampir sama dengan sebelumnya. Banyak warga yang berharap dukungan di bidang ekonomi dan pemberdayaan, selain juga pembangunan fisik seperti jalan dan irigasi,” terang Dedi.
Beberapa warga juga meminta bantuan untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Dedi menegaskan akan memperjuangkan setiap aspirasi agar masuk dalam prioritas pembangunan daerah. Ia berjanji memperkuat komunikasi dengan pemerintah kabupaten agar semua kebutuhan masyarakat mendapat perhatian serius.
“Program Rutilahu tetap kami dorong. Saya ingin semua usulan yang muncul dalam reses ini bisa terakomodasi dalam anggaran daerah. Warga berhak mendapatkan lingkungan yang layak,” katanya.
Reses ini menjadi ajang penting bagi Dedi untuk memperkuat hubungan dengan konstituen. Ia menilai, pertemuan tatap muka seperti ini membantu dewan memahami kebutuhan nyata masyarakat. Melalui dialog langsung, masyarakat bisa menyampaikan permasalahan tanpa perantara, sementara dewan dapat segera merespons dengan kebijakan yang relevan.
Dedi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Ia ingin memastikan setiap aspirasi benar-benar diterjemahkan menjadi program konkret.
“Saya tidak ingin usulan warga berhenti di meja rapat. Semua masukan akan kami perjuangkan agar membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan semangat partisipatif, kegiatan reses di Desa Jelegong ini menunjukkan peran aktif wakil rakyat dalam membangun komunikasi dua arah. Aspirasi yang terkumpul akan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya di daerah pemilihan IV.
