Jumat, Apr 17, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan Desa

Pemdes Ciwidey Kebut Pembangunan Jalan Hotmix RW 27–28 dengan Dana Banprov Jabar

Kepala Desa Ciwidey sedang meninjau pengerjaan jalan hotmix di RW 27–28 bersama tim lapangan.
Kepala Desa Ciwidey, H. Yusuf Darmaji, meninjau proses pembangunan jalan hotmix di wilayah RW 27–28 Kampung Lengka dan Batulawang, yang dikerjakan melalui Banprov Jawa Barat Tahun Anggaran 2025. (Foto:InfoBurinyay/Lee)

Ciwidey, Info Burinyay – Pemerintah Desa Ciwidey di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, mempercepat pengembangan infrastruktur desa melalui pembangunan jalan hotmix di wilayah RW 27 Kampung Lengka dan RW 28 Kampung Batulawang. Pemerintah desa menggerakkan seluruh tim agar pekerjaan berlangsung cepat dan tepat sasaran. Melalui dukungan Dana Bantuan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025, pemerintah desa memanfaatkan anggaran senilai Rp98 juta untuk menata akses yang selama ini menjadi jalur vital warga.

Pemerintah desa langsung menentukan prioritas pembangunan karena kondisi jalan sebelumnya sering menghambat aktivitas harian masyarakat. Oleh sebab itu, Pemdes Ciwidey memilih ruas sepanjang 210 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 0,03 meter sebagai fokus utama. Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa mulai menggarap proyek tersebut pada Selasa–Rabu (18–19/11/2025) dengan pola kerja cepat. Tim menyiapkan peralatan, mengatur alur transportasi, dan memastikan setiap lapisan hotmix terpasang dengan rapi.

Kepala Desa Ciwidey, H. Yusuf Darmaji, mengawal langsung proses tersebut. Ia memantau pekerjaan bersama para perangkat desa agar kualitas hasilnya memenuhi standar. Ia menjelaskan alasan utama pemilihan lokasi, sekaligus menyampaikan pandangannya mengenai nilai strategis akses tersebut.

“Sekarang kami mengeksekusi serapan anggaran Banprov untuk jalan hotmix sepanjang 210 meter. Lebarnya 2,5 meter dan ketebalannya 3 centimeter. Lokasinya berada di wilayah Kedus 6 yang menghubungkan RW 27 Lengka dan RW 28 Batulawang atau Rancagede. Warga memakai jalan ini setiap hari, terutama petani, pelajar, juga masyarakat yang pergi ke Pasar Ciwidey. Karena jalurnya sangat vital, kami harus bergerak cepat,” terang H. Yusuf.

Ia kemudian menambahkan bahwa bagian lain dari jalur tersebut pernah tersentuh melalui program aspirasi, namun ruas yang kini dikerjakan memiliki intensitas mobilitas yang jauh lebih padat. Ia juga menekankan bahwa Pemdes Ciwidey ingin memberikan akses yang layak, karena jalur tersebut berperan sebagai pintasan menuju kawasan wisata.

“Jalur ini mengarah ke kawasan wisata Ciwidey. Banyak pengunjung melewati rute ini karena aksesnya lebih cepat. Rancagede menjadi simpul pentingnya. Maka dari itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Apresiasi kami khusus untuk Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Beliau memberi dukungan yang masyarakat rasakan langsung. Bantuan ini memperkuat ekonomi warga dan membantu kawasan pertanian berkembang,” tambahnya.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ciwidey ikut mendukung proses pembangunan. Wakil Ketua BPD, Dadang Mulyana, memantau kondisi lapangan. Ia menilai kecepatan pengerjaan ini menunjukkan keseriusan pemerintah desa dalam merespons kebutuhan publik. Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai manfaat jalan yang baru selesai tersebut.

“Manfaatnya besar sekali. Jalan ini semakin ramai, terutama saat Sabtu–Minggu. Banyak warga dan wisatawan lewat jalur alternatif ini dari arah Patengang dan daerah lain. Hotmix baru ini menghubungkan RW 28, RW 27, bahkan terhubung sampai Panyocokan. Warga sudah menunggu pembenahan ini sejak lama,” kata Dadang.

Ia kemudian memberikan apresiasi kepada pemerintah desa karena selalu mengeksekusi pekerjaan secara cepat.

“Saya mengapresiasi Bapak Kepala Desa yang mendapat amanah dari Gubernur. Bantuan Banprov ini benar-benar membantu warga. Saya berterima kasih kepada Bapak Dedi Mulyadi. Saya juga berterima kasih kepada Kepala Desa karena setiap pembangunan langsung bergerak. Tidak ada yang dilambat-lambat. Begitu anggaran turun, pekerjaan langsung jalan,” tegas Dadang.

Ketua RW 27 Kampung Lengka, Ecep Anang, juga menyampaikan pandangan dari sisi masyarakat. Ia menilai pembangunan ini langsung mengubah mobilitas warga, terutama yang bekerja di sektor pertanian. Kondisi jalan yang sebelumnya rusak membuat warga harus mengurangi kecepatan, bahkan beberapa kali terhambat ketika membawa hasil panen.

“Sekarang jalannya mulus. Kami bisa membawa sayur-mayur lebih cepat. Anak-anak sekolah juga lebih nyaman. Sebelum diperbaiki, jalannya rusak sekali. Bahkan beberapa titik bergelombang. Jalur ini menghubungkan Panundaan, Panyocokan, dan Ciwidey. Kami sangat terbantu,” ujar Ecep.

Ia kemudian menegaskan bahwa warga mendukung penuh pembangunan tersebut.

“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Desa Ciwidey, pemerintah kecamatan, dan tentu saja Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Warga di sini merasakan manfaatnya. Akses ini membuka mobilitas harian yang jauh lebih lancar,” sambungnya.

Ketua RW 28 Kampung Situraci, Dagus, ikut memberikan pandangannya. Ia menyebutkan bahwa jalur tersebut kerap digunakan pada akhir pekan. Mobilitas kendaraan meningkat karena wilayah tersebut mengarah ke beberapa titik wisata Ciwidey yang populer. Menurutnya, perbaikan jalan menjadi kebutuhan mendesak yang kini akhirnya terjawab.

“Sebelumnya kondisinya rusak parah. Jalan bergelombang dan tidak nyaman. Setelah dihotmix, warga bisa berjalan lebih aman. Sabtu dan Minggu, banyak kendaraan melewati jalur ini karena aksesnya dekat dengan kawasan wisata. Selain itu, jalur ini juga menjadi rute utama angkutan sayur mayur. Jadi kami sangat terbantu,” jelas Dagus.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Desa Ciwidey, kepada Kabupaten Bandung, dan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekarang jalan sudah bagus dan bermanfaat,” tutupnya.

Dengan selesainya pembangunan ini, Pemerintah Desa Ciwidey berkomitmen melanjutkan program perbaikan infrastruktur lainnya. Pemerintah desa menargetkan seluruh akses prioritas di wilayah Ciwidey dapat meningkat dari sisi kelayakan, kenyamanan, dan keamanan. Melalui sinergi antara desa, kecamatan, dan pemerintah provinsi, pembangunan jalan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar mobilitas, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.