Kamis, Jul 16, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Ali Syakieb Buka Orientasi PPPK 2026, Kabupaten Bandung Perkuat Integritas dan Profesionalisme ASN

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyerahkan bendera secara simbolis kepada instruktur Pusdikbekang AD saat pembukaan Orientasi PPPK Gelombang I Tahun 2026 di Gedung Mohammad Toha, Soreang.
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang I Tahun 2026 di Gedung Mohammad Toha, Soreang, Kamis (16/7/2026). Foto: Info Burinyay/Diskominfo

Soreang, Info Burinyay – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengajak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membangun integritas, disiplin, dan profesionalisme sejak hari pertama mengabdi. Menurutnya, kualitas aparatur akan menentukan keberhasilan pelayanan publik sekaligus memperkuat kesiapan Kabupaten Bandung menghadapi Indonesia Emas 2045.

Ali menyampaikan ajakan tersebut saat membuka Orientasi PPPK Gelombang I Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Gedung Mohammad Toha, Soreang, Kamis (16/7/2026). Sebanyak 180 guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti orientasi tersebut.

Pada awal sambutannya, Ali menegaskan bahwa profesi guru memegang peran strategis dalam pembangunan bangsa. Seorang guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, guru juga membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, serta membangun semangat belajar generasi muda.

“Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam pembentukan karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta menumbuhkan semangat belajar bagi generasi penerus,” ujar Ali.

Selain menyoroti peran guru, Wakil Bupati Bandung mengingatkan bahwa seluruh program pemerintah memiliki tujuan yang sama, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur.

“Kita memang membutuhkan gedung, jalan, dan fasilitas yang baik. Namun, yang paling menentukan adalah kualitas manusianya. Kalau kita ingin siap menuju Indonesia Emas tahun 2045, yang harus kita persiapkan adalah sumber daya manusianya,” katanya.

Lebih lanjut, Ali menilai pelayanan publik harus menjadi budaya kerja setiap aparatur sipil negara. Ia meminta seluruh ASN memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan menghargai masyarakat.

“Masyarakat tidak butuh diistimewakan, tetapi masyarakat butuh dilayani dan dimanusiakan. Saya berharap siapa pun yang ditempatkan di mana pun agar selalu bersikap profesional dalam menjalankan tugas,” tuturnya.

Di sisi lain, Ali mengajak seluruh ASN memahami visi, misi, serta arah pembangunan Kabupaten Bandung. Pemahaman tersebut akan mempermudah aparatur menjalankan kebijakan pemerintah secara tepat sasaran.

“Saya berharap seluruh ASN Kabupaten Bandung bukan hanya tahu, tetapi mengerti seluruh program-program Kabupaten Bandung, memahami tujuan, manfaat, dan arah pembangunan yang ingin dicapai,” katanya.

Selanjutnya, ia mengingatkan para PPPK agar terus meningkatkan kemampuan. Setiap aparatur harus berani belajar, menerima tantangan baru, dan menghindari zona nyaman.

Menurut Ali, Pemerintah Kabupaten Bandung menerapkan sistem meritokrasi dalam pengembangan karier ASN. Sistem itu memberi kesempatan kepada setiap aparatur untuk berkembang berdasarkan kompetensi, dedikasi, dan kinerja.

“Jangan pernah terjebak dengan comfort zone. Bupati sangat mengutamakan meritokrasi. Baik buruknya kabupaten/kota adalah harga diri ASN. Karena itu kita harus kompak, bekerja sama, dan bersama-sama membawa Kabupaten Bandung menjadi lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, peserta orientasi diminta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius. Ali mendorong setiap peserta aktif berdiskusi, bertanya, serta memperluas wawasan selama proses pembelajaran berlangsung.

Menurutnya, bekal tersebut akan membantu ASN memahami tanggung jawab, etika kerja, dan budaya pelayanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Pak Bupati selalu menekankan bahwa setiap program pemerintah tidak boleh berhenti pada seremoni. Seluruh program harus benar-benar terimplementasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bandung menyampaikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung yang menyelenggarakan orientasi tersebut. Apresiasi juga ia berikan kepada Pusat Pendidikan Pembekalan Angkatan Darat (Pusdikbekang AD) atas dukungan dalam membentuk aparatur yang disiplin, tangguh, dan berintegritas.

“Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bandung dengan institusi TNI merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dalam membentuk aparatur yang penuh integritas, disiplin, tangguh, serta memiliki jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara,” katanya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.