Jumat, Jul 17, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

Bupati Bandung Tegaskan Komitmen Tingkatkan IPM Melalui Penguatan Kesehatan, Pendidikan dan Daya Beli Masyarakat

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyerahkan bantuan kepada pelajar saat kegiatan Jumat Keliling (Jumling) ke-163 di Masjid Jami Husnul Khotimah, Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jumat (17/7/2026), sebagai bagian dari penguatan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyapa sekaligus menyerahkan bantuan kepada pelajar dalam kegiatan Jumat Keliling (Jumling) ke-163 di Masjid Jami Husnul Khotimah, Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Jumat (17/7/2026). Foto: Info Burinyay/Diskominfo

Katapang, Info Burinyay – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat kualitas hidup masyarakat. Pemerintah memusatkan perhatian pada tiga sektor utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat. Langkah tersebut menjadi strategi utama untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung yang kini mencapai 75,58 poin.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan komitmen itu saat menghadiri Jumat Keliling (Jumling) ke-163 di Masjid Jami Husnul Khotimah, Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Jumat (17/7/2026). Melalui kegiatan tersebut, Bupati berdialog langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi warga.

Menurut Dadang Supriatna, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Karena itu, setiap program wajib memberikan manfaat nyata bagi warga. Pemerintah juga terus mengevaluasi setiap kebijakan agar hasilnya benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Silaturahmi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Melalui program Jumat Keliling, kami bisa mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memastikan program-program pemerintah berjalan dengan baik di lapangan,” ujar Dadang Supriatna.

Selain mendengar aspirasi masyarakat, pemerintah juga memanfaatkan Jumling sebagai sarana evaluasi program pembangunan. Dengan cara tersebut, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan warga secara langsung. Selanjutnya, pemerintah bisa menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Bupati menjelaskan bahwa sektor kesehatan terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, Angka Harapan Hidup masyarakat Kabupaten Bandung mencapai 75,70 tahun. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.

Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperluas akses layanan kesehatan. Selain itu, pemerintah mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni serta mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Berbagai langkah tersebut ikut meningkatkan kualitas hidup warga.

“Harapan hidup yang meningkat ini tentu ditunjang oleh berbagai faktor, mulai dari penerapan pola hidup sehat di masyarakat, berkurangnya rumah tidak layak huni, hingga pemerataan fasilitas kesehatan. Saat ini kita sudah menyelesaikan pembangunan lima RSUD Bedas baru dan tahun ini akan bertambah lagi di Cimenyan sehingga total akan ada sembilan RSUD demi mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah juga memberi perhatian besar pada sektor pendidikan. Pemerintah terus meningkatkan Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah melalui berbagai program pendidikan.

Salah satu langkah yang terus berjalan ialah Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Pemerintah menargetkan sekitar 50.000 peserta mengikuti program tersebut setiap tahun. Dengan demikian, masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal tetap memiliki kesempatan belajar.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bandung terus menjalankan Program Beasiswa Ti Bupati atau BESTI. Program ini membantu pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kita tidak ingin ada anak-anak kita yang memiliki potensi terhambat sekolahnya karena kendala ekonomi. Program BESTI ini kami siapkan khusus untuk memfasilitasi anak-anak berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pembangunan karakter masyarakat. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp109 miliar setiap tahun untuk memberikan insentif kepada sekitar 16.000 guru ngaji di seluruh Kabupaten Bandung.

Dadang Supriatna menilai guru ngaji memegang peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh sebab itu, pemerintah terus memberikan dukungan kepada para guru ngaji sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

Selanjutnya, Bupati mengajak kepala desa, perangkat desa, RT, dan RW meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Ia meminta setiap desa menyiapkan cadangan pangan atau buffer stock agar masyarakat tetap memperoleh bantuan ketika menghadapi kondisi darurat.

“Saling peduli terhadap tetangga sekitar adalah kunci utama kekuatan sosial kita. Jangan sampai ada warga kita yang kesulitan makan tanpa sepengetahuan pengurus lingkungan. Di samping itu, untuk mendongkrak ekonomi warga, kita juga terus mendorong penciptaan 10.000 wirausaha muda dan pembukaan lapangan kerja baru setiap tahunnya,” katanya.

Selain menjaga ketahanan sosial, Pemerintah Kabupaten Bandung juga memperluas peluang ekonomi. Pemerintah terus mendorong lahirnya 10.000 wirausaha muda setiap tahun. Bersamaan dengan itu, pemerintah membuka lebih banyak lapangan kerja agar daya beli masyarakat terus meningkat.

Pada akhir sambutannya, Dadang Supriatna mengajak seluruh masyarakat mendukung setiap program pembangunan. Ia juga memohon doa agar dirinya bersama Wakil Bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung tetap sehat, kuat, serta istiqamah dalam menjalankan amanah untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang semakin Bedas.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.