26.2 C
Bandung
Kamis, Mei 28, 2026
Info Burinyay
Kab. BandungPemerintahan

KDS Hadiri Khitanan Massal Al Hidayah, Tegaskan Semua Anak Kabupaten Bandung Harus Sekolah

Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri tasyakuran khitanan massal Yayasan Ponpes Al Hidayah di Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung Dadang Supriatna foto bersama jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat dan pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayah usai menghadiri kegiatan tasyakuran khitanan massal di Kampung Sutam, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (28/5/2026). -Foto:infoburinyay/red

Ciparay, Info Burinyay – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menghadiri Tasyakuran Khitanan Massal di Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayah, Kampung Sutam RT 05/RW 04, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (28/5/2026). Sebanyak 31 anak mengikuti kegiatan sosial tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Dadang Supriatna menilai khitanan massal sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata. Ia mengapresiasi Yayasan Ponpes Al Hidayah karena terus menjaga tradisi sosial tersebut selama puluhan tahun.

“Khitanan massal ini menunjukkan kepekaan sosial kepada masyarakat. Yayasan Al Hidayah rutin melaksanakan kegiatan mulia ini setiap tahun,” kata Dadang Supriatna.

Ia menjelaskan, pelaksanaan khitanan massal yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah memiliki makna penting. Menurutnya, Iduladha mengajarkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

Selain memberi apresiasi, Dadang Supriatna juga mendoakan seluruh peserta khitanan. Ia berharap anak-anak tersebut tumbuh sehat, saleh, dan berbakti kepada orang tua.

“Saya berharap anak-anak ini menjadi generasi penerus yang berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dadang Supriatna turut menyampaikan program Bedas Calakan. Pemerintah Kabupaten Bandung menjalankan program tersebut untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu.

Program itu menyasar anak-anak dari desil satu sampai desil lima. Pemerintah membantu siswa yang tidak lolos SMP negeri agar tetap bisa bersekolah di SMP swasta.

“Semua anak harus belajar dan mendapatkan kesempatan sekolah,” katanya.

Selain itu, Dadang Supriatna memaparkan peningkatan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung. Saat ini, rata-rata lama sekolah mencapai 9,4 tahun. Sebelumnya, angka tersebut berada di level 8,9 tahun.

Ia menyebut peningkatan itu lahir dari kerja sama pemerintah, sekolah swasta, dan lembaga pendidikan masyarakat. Program PKBM juga ikut membantu peningkatan tersebut.

Dadang Supriatna meminta masyarakat memanfaatkan program PKBM. Melalui program itu, warga dapat memperoleh ijazah SD, SMP, maupun SMA.

“Warga bisa mendaftar melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk mengikuti program PKBM,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayah karena aktif mendukung pendidikan. Yayasan tersebut mengelola jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.

Menurutnya, sekolah swasta dan pondok pesantren memiliki peran besar dalam mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan lembaga pendidikan swasta.

“Tanpa dukungan sekolah swasta, program semua harus sekolah sulit terwujud,” katanya.

Kegiatan khitanan massal tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Asep Romy Romaya, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Hadiat, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Yusuf Salim, Kabag Umum DPRD Kabupaten Bandung Agus Rustandi, unsur Forkopimcam Ciparay, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.