Sabtu, Apr 18, 2026
Info Burinyay
Pemerintahan

Gerak Cepat! Bupati Bandung Galang Rp150 Juta, Gaspol Tangani Banjir Cisunggalah Lewat Pentahelix

Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin rapat koordinasi pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah di Aula Kecamatan Solokanjeruk
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat memimpin rakor forum pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah di Aula Kecamatan Solokanjeruk, Sabtu (18/4/2026). Rakor ini melibatkan OPD, Forkopimcam, kepala desa, dan perwakilan perusahaan untuk mempercepat penanganan banjir melalui kolaborasi lintas sektor. - Foto:infoburinyay/red

Solokanjeruk, Info Burinyay – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memimpin rapat koordinasi forum pentahelix penanganan banjir Sungai Cisunggalah di Aula Kecamatan Solokanjeruk, Sabtu, 18 April 2026. Melalui forum ini, pemerintah daerah menegaskan komitmen percepatan penanganan banjir yang selama ini rutin melanda wilayah tersebut.

Rakor tersebut melibatkan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bandung, Forkopimcam Solokanjeruk, kepala desa se-Kecamatan Solokanjeruk, serta perwakilan 23 perusahaan. Kehadiran unsur pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam skema pentahelix.

Dalam pertemuan itu, peserta langsung menggalang dukungan dana secara spontan. Hasilnya, forum berhasil menghimpun sekitar Rp150 juta. Dana tersebut berasal dari swadaya pribadi Bupati, pimpinan OPD, kepala desa, anggota dewan, Forkopimcam, serta sejumlah perusahaan yang hadir.

Namun demikian, kebutuhan anggaran penanganan banjir Sungai Cisunggalah jauh lebih besar. Pemerintah memperkirakan kebutuhan mencapai Rp2 miliar untuk pembangunan 15 jembatan dan pembongkaran 56 jembatan eksisting. Selain itu, pembangunan tembok penahan tanah sepanjang 5 kilometer membutuhkan sekitar Rp10 miliar. Anggaran ini direncanakan bersumber dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum yang juga siap menurunkan alat berat.

Dadang Supriatna menegaskan bahwa pendekatan pentahelix bukan konsep baru. Ia mengaku telah membuktikan efektivitasnya di wilayah Rancaekek, Cicalengka, dan Cikancung. Program tersebut, menurutnya, berhasil menuntaskan penanganan banjir sepanjang 12 kilometer dalam 100 hari kerja.

“Pertama, saya sudah sukses menjalankan program pentahelix di Rancaekek, Cicalengka, dan Cikancung. Penanganan sepanjang 12 kilometer selesai dalam 100 hari kerja,” ujar Dadang usai rakor.

Selanjutnya, ia optimistis pola serupa dapat diterapkan di Sungai Cisunggalah. Ia menilai keterlibatan pengusaha menjadi faktor kunci percepatan program. Karena itu, pemerintah kecamatan bersama tim pentahelix akan menjalin komunikasi lanjutan dengan para pelaku usaha.

“Insya Allah saya optimistis. Kehadiran pengusaha akan memperkuat dukungan. Nanti camat bersama tim akan bersilaturahmi langsung ke perusahaan,” katanya.

Di sisi lain, Dadang juga membangun koordinasi dengan pemerintah pusat. Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, melalui sambungan video. Keduanya sepakat mendorong percepatan penanganan banjir, baik melalui dukungan material maupun kebijakan nasional.

Selain itu, Dadang dijadwalkan bertemu Menteri Pekerjaan Umum pada Selasa, 21 April 2026. Pertemuan tersebut akan membahas penanganan Sungai Cisunggalah serta sejumlah titik banjir lain di Kabupaten Bandung.

Lebih jauh, pemerintah juga menyiapkan langkah tambahan di wilayah lain. Normalisasi sungai dan pembangunan embung akan dilakukan di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, serta Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek. Rencana pembangunan embung mencakup lahan seluas 1,5 hektare di Sukamanah dan 3,5 hektare di Tegalluar.

Sementara itu, persoalan bangunan di badan sungai menjadi perhatian serius. Data Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan mencatat sebanyak 128 rumah berdiri di badan Sungai Cisunggalah. Kondisi ini menyebabkan penyempitan aliran sungai dari delapan meter menjadi hanya tiga hingga empat meter.

Menanggapi hal tersebut, Dadang menegaskan bahwa Satgas telah turun ke lapangan. Mereka akan memberikan surat peringatan kepada warga yang terdampak. Jika peringatan tidak diindahkan, pemerintah akan melakukan pembongkaran.

“Satgas akan memberikan peringatan. Jika tidak diindahkan, pembongkaran akan dilakukan. Kami juga akan mengasesmen kebutuhan perbaikan rumah melalui APBD,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kompensasi bagi bangunan yang berdiri di badan sungai. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mengembalikan fungsi sungai sesuai lebar semula.

“Tidak ada kompensasi. Ini untuk mengembalikan lebar sungai menjadi delapan meter,” tegasnya.

Dadang mengajak seluruh pihak untuk mendukung program pentahelix. Ia berharap kolaborasi ini mampu mengurangi risiko banjir secara berkelanjutan, khususnya di wilayah Solokanjeruk dan Majalaya.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.