Rancaekek, Info Burinyay – CEO SMP–SMK Skye Digipreneur, Adv. Agus Gandara, S.H., M.H., M.Pd., menegaskan komitmen pendidikan kewirausahaan inklusif pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Ibu 2025. Yayasan Asih Bumi Insani menggelar acara itu di Gedung SMP–SMK Skye Digipreneur, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin, 22 Desember 2025.
Sejak pagi, panitia mengatur acara dengan konsep kolaboratif. Karena itu, peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain itu, kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E., menarik perhatian publik pendidikan.
Dalam sambutan utama, Agus Gandara menyapa seluruh undangan. Selanjutnya, ia menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Wakil Gubernur Jawa Barat. Lebih jauh, ia menilai kehadiran tersebut memberi dorongan moral bagi sekolah.
“Dengan hadirnya Bapak Wakil Gubernur Jawa Barat, kebahagiaan kami bertambah. Kehadiran beliau memberi semangat bagi kami,” kata Agus.
Selanjutnya, Agus menjelaskan fokus pendidikan di SMP–SMK Skye Digipreneur. Ia menanamkan nilai kewirausahaan sejak jenjang SMP. Karena itu, sekolah mengajarkan kemandirian dan kepemimpinan sejak dini.
Selain itu, Agus mengaitkan program sekolah dengan agenda nasional. Ia mendukung target pemerintah mencetak satu juta entrepreneur muda.
“Kami mendorong program pemerintah tentang sejuta entrepreneur. Dari sekolah ini, kami menyiapkan calon pengusaha muda,” ujarnya.
Di sisi lain, Agus memaparkan peran profesional yang ia bangun bersama tim. Ia memimpin Kantor Hukum Skye sebagai bagian dari yayasan. Lebih lanjut, ia memanfaatkan latar belakang advokat untuk mendukung yayasan.
“Kami berprofesi sebagai advokat. Karena itu, Kantor Hukum Skye mendampingi Yayasan Asih Bumi Insani,” jelasnya.
Selain pendidikan dan hukum, Agus menyoroti prestasi olahraga siswa. Ia menyebut Joel Kifli sebagai alumni SMK Skye dan pemain Persib. Selanjutnya, ia menyinggung Yaku 12 yang meraih juara dua di Thailand bersama Persib.
“Prestasi ini membuktikan kekuatan pendidikan vokasi,” tegas Agus.
Menjelang penutup, Agus menyampaikan permohonan maaf kepada para undangan. Setelah itu, ia mengajak semua pihak mendukung penyandang disabilitas.
“Pada momen ini, mari kita dukung penyandang disabilitas. Selain itu, mari kita doakan orang tua kita,” tutupnya.
Akhirnya, Agus mendorong kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan inklusif dan kewirausahaan muda terus tumbuh di Jawa Barat.
