Jumat, Nov 6, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

Tim Verifikasi Adiwiyata Nasional Kunjungi SMPN 4 Rancaekek, Tekankan Penguatan Karakter Peduli Lingkungan

Tim Verifikasi Lapangan Adiwiyata Nasional berdialog dengan siswa-siswi SMPN 4 Rancaekek dalam penilaian Sekolah Adiwiyata Nasional 2026.
Tim Verifikasi Lapangan Adiwiyata Nasional saat berdialog dengan siswa-siswi SMPN 4 Rancaekek, Kabupaten Bandung, dalam rangka verifikasi program Adiwiyata Nasional 2026, Jum'at (06/11/2026)

Rancaekek, Info Burinyay – SMP Negeri 4 Rancaekek, Kabupaten Bandung, menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Adiwiyata Nasional Tahun 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumat (6/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi dan evaluasi terhadap kesiapan SMPN 4 Rancaekek dalam meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

Kegiatan berlangsung di Kampus SMPN 4 Rancaekek, Jalan Rancakeong, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek. Selain meninjau pelaksanaan program lingkungan sekolah, tim verifikasi juga menyimak presentasi para kader Adiwiyata mengenai berbagai upaya pelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Waliyah, SE., anggota Tim Verifikasi Lapangan Adiwiyata Nasional Kementerian Lingkungan Hidup RI, mengapresiasi kemampuan para kader dalam memaparkan program dan kegiatan lingkungan sekolah.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan Adiwiyata tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan kader. Sebaliknya, seluruh warga sekolah harus memahami dan menerapkan budaya peduli lingkungan.

“Untuk SMP Negeri 4 Rancaekek, ke depannya pengelolaan lingkungan harus lebih ditingkatkan. Kader-kadernya tadi sudah melakukan presentasi dengan hebat. Harapannya, seluruh warga sekolah juga mengetahui dan memahami program tersebut,” ujar Waliyah.

Menurutnya, Adiwiyata memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar penilaian atau pencapaian prestasi sekolah. Program tersebut harus mampu membentuk karakter seluruh warga sekolah agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Karena itu, Waliyah mendorong para kader untuk memperluas sosialisasi dan memperbanyak aksi nyata. Terlebih, sebagian kader sudah duduk di kelas IX dan akan segera melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Ia berharap para kader dapat menularkan pengetahuan kepada adik-adik kelasnya. Dengan demikian, kepedulian lingkungan tidak berhenti ketika mereka meninggalkan sekolah.

“Anak-anak ini sudah hebat, presentasinya tadi oke banget. Namun, kehebatan yang sudah dipresentasikan harus disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah. Apalagi yang kelas sembilan, harus menyampaikan juga kepada adik-adik kelasnya,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar para kader tetap menjaga kepedulian lingkungan ketika melanjutkan pendidikan. Bahkan, mereka diharapkan menjadi agen perubahan bagi lingkungan yang lebih baik.

Sementara itu, Plt. Kepala SMPN 4 Rancaekek, K. Saeful Akbar, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta kepercayaan yang diberikan melalui proses verifikasi nasional tersebut.

Menurutnya, kunjungan tim verifikasi menjadi sumber motivasi bagi sekolah untuk memperkuat berbagai program lingkungan yang selama ini berjalan.

“Intinya, yang pertama saya apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan ini. Ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan program-program yang sudah berjalan, mulai dari penataan lingkungan, kebersihan, hingga yang paling penting membangun budaya bersih dan budaya sehat dari anak-anak,” ungkap Saeful Akbar.

Ia menambahkan, sekolah akan terus mendorong optimalisasi program melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Selain itu, arahan tim verifikasi memberikan gambaran mengenai sejumlah aspek yang perlu diperkuat ke depan. Kehadiran tim dari pemerintah pusat juga memberikan semangat tersendiri bagi para siswa untuk terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Drs. H. Ruli Hadiana, S.Sos., M.I.Pol., menilai kegiatan verifikasi memiliki peran penting dalam mengukur pelaksanaan program pelestarian lingkungan di lingkungan pendidikan.

Ia berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar perbaikan dan pengembangan program Adiwiyata di sekolah-sekolah Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah, pada hari ini SMPN 4 Rancaekek menerima tim verifikasi berkaitan dengan kegiatan Adiwiyata tingkat nasional. Kami berharap kegiatan ini menjadi evaluasi terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan hasil verifikasi ini menghasilkan langkah tindak lanjut untuk perbaikan,” kata Ruli Hadiana.

Lebih lanjut, Ruli mengimbau seluruh sekolah di Kabupaten Bandung untuk mengikuti program Adiwiyata. Menurutnya, program tersebut memberikan ruang evaluasi sekaligus ukuran terhadap keseriusan sekolah dalam menjalankan pelestarian lingkungan.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif para siswa SMPN 4 Rancaekek. Sebab, kader lingkungan mampu menunjukkan kepedulian melalui berbagai kegiatan tanpa harus selalu menunggu arahan pihak lain.

Salah satu perhatian utama dalam program tersebut adalah pengelolaan sampah. Ruli menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

“Masalah sampah ini terjadi di mana-mana dan harus kita antisipasi. Salah satunya melalui pemilahan sampah di sumbernya. Sekolah menjadi salah satu tempat penting untuk menjalankan pemilahan dan pengolahan sampah,” jelasnya.

Ia kemudian mengajak para siswa menerapkan prinsip pilah sampah, pilah olah sampah menjadi berkah. Melalui kebiasaan tersebut, siswa dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus menyebarkan kesadaran lingkungan kepada keluarga dan masyarakat.

Ruli berharap para kader Adiwiyata mampu menjadi agent of change atau agen perubahan. Dengan demikian, kebiasaan memilah dan mengolah sampah dapat berkembang dari sekolah menuju lingkungan rumah dan masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Konservasi dan Pengendalian Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Hj. Erna Malena, ST., M.Si., menekankan pentingnya keberlanjutan pendidikan karakter lingkungan.

Ia mengapresiasi kemampuan siswa SMPN 4 Rancaekek dalam menyampaikan gagasan dan menunjukkan pemahaman mengenai pelestarian lingkungan.

Menurut Erna, pendidikan lingkungan tidak boleh berhenti pada aktivitas di sekolah. Sebaliknya, siswa harus membawa kebiasaan positif tersebut ke rumah, lingkungan masyarakat, hingga kehidupan dewasa.

“Program ke depan harus mendorong karakter anak-anak agar terus terbawa sampai ke rumah dan lingkungan. Jadi, mereka mencintai lingkungan bukan hanya di sekolah, tetapi menjadi karakter yang melekat sampai tingkat mahasiswa dan dewasa,” tutur Erna.

Ia menegaskan bahwa Adiwiyata bukan sekadar perlombaan untuk mengejar penghargaan. Lebih dari itu, program tersebut merupakan upaya membangun perubahan perilaku dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekitar.

Erna juga mendorong pihak sekolah untuk terus memberdayakan siswa. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kemampuan dan minat anak-anak dapat berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Camat Rancaekek, H. Gugum Gumilar, S.STP., M.Si., menyampaikan dukungan terhadap upaya SMPN 4 Rancaekek dalam mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat nasional.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung telah mengusulkan SMPN 4 Rancaekek untuk mengikuti proses penilaian tersebut.

“Hari ini saya hadir di SMP Negeri 4 Rancaekek dalam rangka penilaian dan verifikasi oleh tim Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Sekolah ini diusulkan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata tingkat nasional,” ungkap Gugum.

Ia berharap seluruh rangkaian verifikasi berjalan lancar dan menghasilkan capaian sesuai harapan sekolah maupun masyarakat Kecamatan Rancaekek.

Menurutnya, semangat para siswa dan keterlibatan warga sekolah menjadi modal penting untuk memperkuat budaya peduli lingkungan.

Melalui kunjungan dan verifikasi tersebut, SMPN 4 Rancaekek diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Selain memperkuat kebersihan dan penataan lingkungan sekolah, pembentukan karakter siswa menjadi perhatian utama. Terlebih, kebiasaan memilah sampah, menjaga kebersihan, dan menghemat sumber daya perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Adiwiyata tidak hanya menjadi target pencapaian tingkat nasional. Program ini juga diharapkan melahirkan generasi yang memiliki kesadaran, tanggung jawab, serta aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.