Senin, Nov 2, 2026
Info Burinyay
Pendidikan

106 Siswa SMP Prima Cendekia Islami Kunjungi Gedung Parlemen RI untuk Belajar Demokrasi

106 siswa SMP Prima Cendekia Islami mengunjungi Gedung Parlemen RI di Senayan Jakarta untuk belajar demokrasi secara langsung.
Kunjungan 106 siswa SMP Prima Cendekia Islami Baleendah ke Gedung Parlemen RI, Senayan, Jakarta, dalam program Rihlah Ilmiah 2026 untuk mengenal demokrasi dan sistem ketatanegaraan Indonesia. Foto:Info Burinyay/yk

Jakarta, Info Burinyay – Sebanyak 106 siswa kelas VII SMP Prima Cendekia Islami (PCI) Baleendah, Kabupaten Bandung, mendapat pengalaman belajar langsung mengenai demokrasi dan sistem ketatanegaraan Indonesia. Mereka mengunjungi kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI di Senayan, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program tahunan Rihlah Ilmiah SMP PCI yang berlangsung pada 2–3 November 2026. Sebanyak tujuh guru pendamping turut mengawal kegiatan edukatif tersebut.

Melalui agenda ini, sekolah mengajak peserta didik mengenal lembaga negara secara langsung. Selain itu, para siswa memperoleh kesempatan memahami proses demokrasi dari lingkungan tempat para wakil rakyat menjalankan tugas konstitusionalnya.

Setibanya di kompleks parlemen, rombongan SMP PCI mendapat sambutan dari jajaran Sekretariat DPD RI. Selanjutnya, para siswa mengikuti penjelasan mengenai kedudukan, tugas, dan fungsi lembaga perwakilan rakyat dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Tidak hanya mendengarkan pemaparan, para siswa juga mengunjungi Museum MPR/DPR RI. Mereka mengenal berbagai dokumentasi sejarah perjalanan demokrasi dan perkembangan lembaga perwakilan rakyat di Indonesia.

Pengalaman semakin menarik ketika rombongan memasuki ruang sidang paripurna. Ruangan yang selama ini hanya mereka saksikan melalui televisi dan pemberitaan nasional, kini hadir langsung di hadapan para siswa.

Dengan demikian, kunjungan tersebut menghadirkan pengalaman belajar kontekstual. Para siswa dapat menghubungkan materi pendidikan kewarganegaraan di sekolah dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan.

Wakil Kepala Sekolah SMP Prima Cendekia Islami Bandung, Abhelia Permatasari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Rihlah Ilmiah menjadi bagian penting dari pembelajaran kontekstual yang sekolah kembangkan.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di dalam kelas. Sebaliknya, peserta didik membutuhkan pengalaman langsung agar mampu memahami pengetahuan secara lebih mendalam.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal MPR, DPR, dan DPD RI sebagai nama lembaga negara yang tertulis dalam buku pelajaran. Melalui kunjungan ini, mereka dapat menyaksikan secara langsung tempat berlangsungnya proses demokrasi dan memahami bagaimana aspirasi masyarakat diperjuangkan melalui lembaga perwakilan. Pengalaman seperti ini tentu akan lebih membekas dalam ingatan mereka,” ujar Abhelia.

Ia menjelaskan, Rihlah Ilmiah merupakan agenda rutin tahunan bagi siswa kelas VII. Sekolah merancang program tersebut untuk mengintegrasikan penguatan pengetahuan, pembentukan karakter, dan pengembangan keterampilan sosial.

Lebih lanjut, Abhelia berharap pengalaman tersebut mampu menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Selain itu, para siswa diharapkan mengembangkan semangat kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian terhadap masa depan Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga demokrasi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami ingin siswa SMP PCI tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa,” tambahnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami, Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum., turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi SMP PCI dalam menyelenggarakan program Rihlah Ilmiah.

Menurutnya, kunjungan ke lembaga negara menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan demokrasi, konstitusi, kepemimpinan, dan tanggung jawab kebangsaan sejak usia sekolah.

Ia menilai pengalaman langsung dapat memperkuat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. Bahkan, interaksi dengan lingkungan lembaga negara dapat menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya peran masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

“Pendidikan yang baik harus mampu mempertemukan pengetahuan dengan pengalaman nyata. Ketika para siswa datang ke gedung parlemen, mereka tidak sekadar melakukan kunjungan wisata pendidikan, tetapi sedang belajar memahami bagaimana negara ini dibangun, bagaimana demokrasi dijalankan, dan bagaimana kepentingan rakyat diperjuangkan melalui lembaga-lembaga negara,” ungkap Dadan Wildan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa SMP Prima Cendekia Islami berkomitmen membangun generasi yang unggul secara akademik. Sekolah juga mendorong penguatan karakter keislaman, wawasan kebangsaan, dan jiwa kepemimpinan.

Dadan Wildan bahkan mengajak para siswa untuk berani membangun cita-cita besar. Menurutnya, pengalaman mengunjungi gedung parlemen dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk mengambil peran dalam kepemimpinan nasional pada masa mendatang.

“Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa mereka adalah calon pemimpin masa depan. Boleh jadi, di antara 106 siswa yang hari ini mengunjungi gedung parlemen, kelak ada yang menjadi anggota DPR, anggota DPD, menteri, bahkan presiden. Karena itu, sejak dini mereka harus memiliki mimpi besar, integritas, kecintaan kepada bangsa, dan kesadaran bahwa kepemimpinan adalah amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, Dadan menekankan pentingnya menyelaraskan nilai-nilai keislaman dengan semangat kebangsaan. Keduanya menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berilmu dan bertanggung jawab.

“Menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan mencintai Indonesia merupakan bagian dari cita-cita pendidikan di Prima Cendekia Islami. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman bahwa menjadi warga negara yang baik juga berarti menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, musyawarah, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Sekretariat DPD RI menyambut positif kunjungan edukatif rombongan SMP Prima Cendekia Islami Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekretariat memberikan penjelasan mengenai kedudukan dan fungsi Dewan Perwakilan Daerah. Lembaga tersebut memiliki peran konstitusional dalam mewakili kepentingan daerah di tingkat nasional.

Pihak Sekretariat DPD RI juga memandang kompleks parlemen sebagai ruang pembelajaran publik. Dengan demikian, pelajar dapat mengenal lebih dekat proses demokrasi dan sistem ketatanegaraan Indonesia.

“Kami menyambut baik kunjungan para siswa SMP Prima Cendekia Islami Bandung. Gedung parlemen bukan hanya tempat berlangsungnya kegiatan para wakil rakyat, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, termasuk para pelajar, untuk mengenal demokrasi dan sistem ketatanegaraan Indonesia,” demikian pernyataan yang disiapkan untuk perwakilan Sekretariat DPD RI.

Melalui penjelasan tersebut, para siswa diharapkan memahami pentingnya partisipasi masyarakat dalam demokrasi. Mereka juga dapat belajar menghargai perbedaan pendapat dan mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.

Kunjungan ke kompleks MPR/DPR/DPD RI menjadi agenda utama pada hari pertama Rihlah Ilmiah SMP PCI di Jakarta.

Namun, perjalanan edukatif tersebut tidak berhenti di lingkungan parlemen. Rombongan juga dijadwalkan mengunjungi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk memperluas wawasan dan memperkuat budaya literasi.

Selanjutnya, para siswa akan mengikuti kegiatan mengaji dan salat berjamaah di Masjid Istiqlal. Agenda ini memperlihatkan upaya sekolah memadukan pengembangan intelektual, wawasan kebangsaan, dan pembinaan spiritual.

Memasuki hari kedua, Selasa (3/11/2026), rombongan dijadwalkan mengunjungi Istana Presiden di Jakarta. Setelah itu, para siswa akan melanjutkan pembelajaran mengenai kehidupan dan keanekaragaman hayati laut di Sea World Ancol.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan pendekatan pendidikan SMP PCI yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata. Pada saat bersamaan, sekolah juga memberikan ruang bagi penguatan karakter, nilai keislaman, dan kepedulian sosial.

Melalui Rihlah Ilmiah, SMP Prima Cendekia Islami Bandung ingin membentuk peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik. Sekolah juga mendorong lahirnya generasi berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu mengambil peran positif dalam kehidupan masyarakat.

Kunjungan 106 siswa ke gedung parlemen RI pun menjadi lebih dari sekadar perjalanan pendidikan. Pengalaman tersebut membuka wawasan mengenai demokrasi sekaligus menumbuhkan keberanian untuk bercita-cita menjadi pemimpin masa depan.

Dengan bekal ilmu, integritas, nilai keislaman, dan kecintaan terhadap Indonesia, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.