Rancabali, Info Burinyay – Bandung Selatan kembali menambah destinasi wisata baru. PT Hasmuda Internusa Perdana resmi membuka Jiwanta Thermal Springs melalui acara Grand Opening bertema “Awakening of Cimanggu” di Jalan Rancabali–Ciwidey KM 12, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Senin (25/5/2026).
Acara peresmian itu dihadiri Anggota Dewan Pertimbangan Presiden H.R. Agung Laksono, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ir. M.Q. Iswara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung H. Wawan Ahmad Ridwan, S.Stp., M.Si., Camat Rancabali Panpan Risvan C., S.IP., M.Si., serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Jiwanta Thermal Springs mengusung konsep perpaduan alam dan kearifan lokal Cimanggu. Melalui konsep tersebut, pengelola ingin menghadirkan pengalaman relaksasi yang menyatu dengan budaya lokal dan suasana alam Ciwidey.
Manajemen Jiwanta, Muhamad Ashram Shahrivar, mengatakan pihaknya melakukan restorasi total terhadap kawasan wisata Cimanggu agar wisatawan mendapat fasilitas yang lebih nyaman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang hadir pada opening Jiwanta Thermal Springs di kawasan wisata alam Cimanggu, Ciwidey Rancabali,” ujar Ashram.
Selain itu, Ashram menjelaskan tim pengelola memperbarui berbagai fasilitas utama. Mereka membangun ulang kolam pemandian, memperluas area restoran, menata tempat makan, menambah area parkir, serta memperbaiki kamar bilas.
“Kami menghadirkan wajah baru untuk Cimanggu. Kami mendesain seluruh fasilitas agar sesuai harapan wisatawan,” katanya.
Tidak hanya itu, Jiwanta juga menghadirkan bangunan ikonik bernama The Cave. Pengelola memadukan konsep hiburan dan relaksasi di area tersebut.
“Di dalam The Cave ada waterfall, lampu, dan musik. Saat malam hari suasananya lebih hidup. Pengunjung bisa refreshing bersama keluarga maupun teman,” tambahnya.
Ashram menilai kawasan Ciwidey memiliki potensi wisata yang sangat besar. Karena itu, pihaknya memilih menghidupkan kembali kawasan Cimanggu dengan konsep baru.
“Kami melihat jumlah wisatawan yang datang ke Ciwidey setiap akhir pekan dan musim libur terus meningkat. Karena itu, kami ingin menghadirkan destinasi baru yang lebih menarik,” jelasnya.
Selain mengembangkan wisata, pihak pengelola juga ingin memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin memberikan kontribusi untuk masyarakat sekitar sekaligus memperkuat wajah baru wisata Ciwidey,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Operasional Jiwanta, Hamda, menjelaskan variasi harga tiket yang tersedia bagi pengunjung. Untuk kolam klasik, pengelola mematok harga mulai Rp30 ribu hingga Rp60 ribu.
“Kami membedakan harga untuk weekday, weekend, dan public holiday. Kami juga menyediakan kategori tiket anak, dewasa, dan lansia,” kata Hamda.
Selain kolam umum, Jiwanta menyediakan private pool dengan konsep onsen kayu dan onsen keramik. Pengelola menawarkan harga mulai Rp40 ribu dengan penyesuaian berdasarkan hari kunjungan dan kategori usia.
“Seluruh harga tiket sudah termasuk PNBP. Pengunjung juga cukup melakukan pembayaran melalui satu loket ticketing,” ujarnya.
Kepala Disbudpar Kabupaten Bandung, Wawan Ahmad Ridwan, menilai kehadiran destinasi wisata baru dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah Bandung Selatan.
Namun demikian, Wawan mengakui kenaikan jumlah wisatawan selama Mei 2026 belum terlalu signifikan. Menurutnya, kondisi cuaca dan daya beli masyarakat masih memengaruhi sektor wisata.
“Pada libur panjang bulan Mei ini, kunjungan wisatawan naik sekitar 30 persen, tetapi belum terlalu signifikan,” ungkap Wawan.
Ia menjelaskan kondisi pancaroba membuat sebagian wisatawan menunda perjalanan ke kawasan selatan Kabupaten Bandung.
“Kadang hujan, kadang kemarau. Selain itu, wilayah selatan juga rawan pohon tumbang dan angin kencang. Kondisi itu membuat sebagian wisatawan menahan diri untuk datang,” jelasnya.
Meski begitu, Disbudpar Kabupaten Bandung tetap optimistis sektor wisata akan kembali tumbuh dalam beberapa bulan ke depan.
“Kami berharap kondisi ekonomi membaik sehingga kunjungan wisatawan ikut meningkat,” katanya.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden H.R. Agung Laksono menilai Bandung Selatan memiliki kekayaan wisata alam yang sangat kuat. Menurutnya, udara sejuk dan sumber air panas alami menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
“Tidak banyak negara memiliki suasana seperti ini. Ada udara sejuk, pemandian air panas, dan pemandangan alam yang indah,” ujar Agung Laksono.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata agar wisatawan terus datang.
“Kita harus menjaga lingkungan dan kenyamanan kawasan wisata. Tempat ini memiliki potensi besar untuk wisata keluarga dan anak muda,” katanya.
Selain itu, Agung Laksono mengapresiasi langkah pengelola yang melibatkan masyarakat lokal dalam pembangunan kawasan wisata tersebut.
“Pengelola melibatkan tenaga kerja dari daerah sekitar. Mereka juga menggunakan banyak produk lokal saat pembangunan berlangsung,” tambahnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat M.Q. Iswara menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur menuju kawasan wisata Bandung Selatan.
Menurutnya, akses jalan menuju Ciwidey masih menjadi kendala utama, terutama saat musim libur panjang.
“Pada long weekend, perjalanan menuju Ciwidey bisa mencapai 10 jam. Infrastruktur menjadi tantangan utama kawasan wisata ini,” kata Iswara.
Karena itu, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung terus membahas pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata selatan.
“Kami sudah membahas rencana pembangunan tol Soreang–Ciwidey maupun pelebaran jalan provinsi agar akses wisata lebih lancar,” ujarnya.
