Bandung, Info Burinyay – Warga RW 23 Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, menggelar Tabligh Akbar RW 23 Tahun 2026 di Alun-Alun Rancaekek Permai 2, Sabtu malam, 3 September 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Dengan Tabligh Akbar Kita Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Tingkatkan Keimanan dan Wujudkan Masyarakat RW 23 yang Religius dan Bermartabat.”
Melalui kegiatan tersebut, warga memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan. Selain itu, Tabligh Akbar mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman lingkungan.
Bupati Bandung Dr. H. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., menitipkan sejumlah pesan kepada warga RW 23. Camat Rancaekek H. Gugum Gumilar, S.STP., M.Si., menyampaikan pesan tersebut dalam kegiatan Tabligh Akbar.
Gugum mengawali pesannya dengan mengajak masyarakat menjaga ukhuwah. Ia meminta warga tidak menjadikan perbedaan pemahaman sebagai alasan untuk memecah persatuan.
“Yang pertama, mari kita jaga ukhuwah. Jangan mudah terpecah karena perbedaan paham. Rancaekek itu heterogen, tapi kita satu,” ujar Gugum.
Menurutnya, masyarakat Rancaekek memiliki latar belakang yang beragam. Namun, keberagaman tersebut tetap dapat berjalan dalam semangat persatuan.
“Islam mengajarkan kita adalah rahmatan lil alamin. Mudah-mudahan melalui Tabligh Akbar ini, Pak RW, ini bisa menjadi salah satu sarana untuk saling merekatkan tali silaturahmi di antara kita semua, seluruh warga masyarakat di RW 23,” katanya.
Selain ukhuwah, Gugum mengangkat peran keluarga sebagai pesan penting berikutnya. Ia menilai keluarga memiliki posisi utama dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, keluarga menghadapi berbagai tantangan sosial yang membutuhkan perhatian bersama. Ia menyebut judi online, narkoba, dan pergaulan bebas sebagai sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian orang tua.
“Yang kedua, perkuat peran keluarga sebagai pondasi utama bagi warga masyarakat. Tantangan hari ini, Bapak-Ibu, cukup berat. Judi online ataupun judol, narkoba, pergaulan bebas,” ungkapnya.
Gugum kemudian mengajak para orang tua memperkuat pendidikan anak dari lingkungan keluarga. Ia menilai keluarga menjadi benteng pertama dalam membangun akhlak dan karakter generasi penerus.
“Ingat, benteng pertama itu adalah keluarga. Mari kita didik anak-anak kita mulai dari keluarga sehingga mudah-mudahan para penerus bangsa kita, anak-anak kita ini ke depan memiliki akhlak yang baik untuk bisa meneruskan perjuangan kehidupan kita semua,” tuturnya.
Selanjutnya, Gugum mengajak warga menyimak pesan keagamaan dari penceramah. Ia meminta masyarakat tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi juga memahami dan menerapkannya dalam kehidupan.
“Dan yang ketiga, mari kita dengarkan, resapi, dan juga amalkan apa yang nanti akan disampaikan oleh penceramah,” katanya.
Gugum juga mengapresiasi langkah warga yang hadir dalam Tabligh Akbar. Menurutnya, kehadiran masyarakat mencerminkan ikhtiar untuk mempererat ukhuwah sekaligus menambah pengetahuan keagamaan.
“Langkah ikhtiar Bapak-Ibu datang ke tempat ini malam ini dalam rangka tentu saja mempererat ukhuwah tali silaturahmi dan juga tholabul ilmi,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Selain memperkuat silaturahmi, warga dapat membawa nilai keagamaan dari kegiatan tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Mudah-mudahan segala langkah Bapak-Ibu ke tempat ini, ke acara ini, senantiasa dijadikan amalan saleh buat Bapak-Ibu semua yang insyaallah mendapatkan pahala berlipat dari Allah SWT. Amin,” ucapnya.
Gugum kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang hadir. Ia menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menyebut seluruh pihak satu per satu.
“Hatur nuhun sekali lagi kepada semuanya, Bapak-Ibu, yang mohon maaf tidak bisa disebutkan satu per satu,” katanya.
Pada bagian akhir, Gugum turut mendoakan keberkahan bagi seluruh masyarakat yang hadir. Ia berharap warga memperoleh kemudahan serta kelapangan rezeki dalam kehidupan.
“Mudah-mudahan Bapak Ibu semua diberikan rezeki yang lapang, rezeki yang banyak oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” pungkasnya.
Tabligh Akbar RW 23 kemudian menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai keagamaan bagi masyarakat. Pesan tentang ukhuwah, keluarga, dan pengamalan ilmu menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Melalui semangat kebersamaan, warga RW 23 dapat terus membangun hubungan sosial yang harmonis. Pada saat yang sama, masyarakat dapat memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi yang memiliki akhlak dan kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan peran lingkungan masyarakat dalam menjaga nilai keagamaan. Dengan semangat ukhuwah Islamiyah, warga RW 23 diharapkan terus membangun kehidupan bermasyarakat yang religius dan bermartabat.