Bojongsoang, Info Burinyay — Ratusan siswa SMA Negeri 1 Bojongsoang memanfaatkan Edu Fair & Job Fair 2026 untuk menggali pilihan studi dan karier. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 29–30 September 2026.
Mengusung tema “Gerbang Menuju Masa Depan Gemilang”, agenda tahunan ini mempertemukan siswa dengan perguruan tinggi, dunia industri, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat.
Karena itu, kegiatan tidak sekadar menghadirkan stan informasi pendidikan. Para siswa juga mendapat gambaran langsung mengenai pilihan jurusan, jalur beasiswa, peluang kerja, hingga kesempatan magang.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan berbagai penampilan kreativitas siswa. Paduan suara Bossa Voice dan pertunjukan Tari Bossa ikut mengisi rangkaian acara.
Selain itu, panitia menghadirkan Talkshow Alumni & Profesi. Sesi tersebut memberi ruang bagi alumni untuk berbagi pengalaman mengenai perjalanan pendidikan dan dunia kerja.
Ketua Panitia Pelaksana Edu Fair & Job Fair 2026, Euis Nurhayati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi jembatan antara potensi siswa dan kebutuhan dunia pendidikan maupun pekerjaan.
Menurutnya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari siswa kelas 12. Siswa kelas 10 dan 11 juga aktif mencari informasi tentang program studi serta prospek karier.
“Melalui Edu Fair, perwakilan kampus memaparkan langsung peluang jurusan serta jalur beasiswa. Ini yang membuat siswa termotivasi. Kami ingin menjembatani masa depan mereka, agar tidak ada lagi kebingungan setelah lulus: mau kuliah di mana atau bekerja di mana,” ujar Euis, Rabu (30/9/2026).
Di sisi lain, keberadaan LPK menjadi salah satu perhatian siswa. Sejumlah LPK menawarkan informasi mengenai program magang dan peluang penempatan kerja ke luar negeri.
Euis menyebut Jepang menjadi salah satu negara yang menarik perhatian peserta. Bahkan, sebagian siswa mulai mempersiapkan diri dengan belajar bahasa Jepang secara mandiri.
“Banyak siswa yang tertarik hingga mulai belajar bahasa Jepang secara mandiri. Ke depan, kami berharap kemitraan LPK ini meluas ke negara lain seperti Korea Selatan, Australia, hingga Jerman,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMAN 1 Bojongsoang, Tisna Komarul Jaman, melihat Edu Fair sebagai bagian dari pembekalan siswa sebelum memasuki jenjang berikutnya.
Guru Sosiologi tersebut mengatakan informasi langsung dari perguruan tinggi membantu siswa memahami berbagai jalur pendidikan. Paparan itu juga mendorong siswa mempersiapkan diri menghadapi persaingan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Menurut Tisna, siswa semakin memahami pilihan melalui jalur SNBP maupun SNBT. Pada saat yang sama, peluang kuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) melalui beasiswa maupun skema KIP Kuliah turut mendapat perhatian.
“Alumni yang telah berhasil—baik yang kuliah maupun yang bekerja lewat LPK di Jepang dan berbagai industri—ikut hadir memotivasi adik-adik tingkatnya,” papar Tisna.
Kehadiran alumni tersebut sekaligus memberikan gambaran nyata tentang berbagai jalur setelah siswa menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.
Karena itu, sekolah mendorong pembekalan karier sejak kelas awal. Pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenali minat, peluang pendidikan, serta kebutuhan dunia kerja lebih dini.
Tisna berharap proses tersebut tidak hanya menghasilkan siswa dengan capaian akademik yang baik. Sekolah juga ingin membangun kesiapan karakter dan keterampilan siswa menghadapi lingkungan pendidikan maupun pekerjaan.
“Harapannya, siswa tidak hanya berorientasi pada capaian akademik di bangku sekolah, tetapi siap bersaing dengan etos kerja, etika, dan keterampilan mumpuni demi meraih masa depan yang gemilang,” pungkasnya.
Edu Fair & Job Fair 2026 akhirnya menjadi ruang pertemuan antara siswa, perguruan tinggi, industri, LPK, alumni, dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan. Melalui interaksi tersebut, siswa memperoleh referensi yang lebih luas untuk menyusun rencana setelah lulus.
Dengan demikian, tema “Gerbang Menuju Masa Depan Gemilang” tidak berhenti sebagai slogan kegiatan. Sekolah menjadikannya sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pilihan pendidikan dan karier secara lebih konkret kepada peserta didik.