Sumedang, Info Burinyay – Sebanyak 5.200 peserta mengikuti Kemah Budaya Sako Pramuka Paguyuban Pasundan IV Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Letjen TNI (Purn.) Dr. (HC) H. Mashudi Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa, 6 Oktober hingga Kamis, 8 Oktober 2026. Peserta berasal dari sekolah-sekolah Pasundan di Jawa Barat dan Banten.
Kemah Budaya Sako Pramuka Paguyuban Pasundan IV mengusung tema “Pasundan Ludeung Membentuk Karakter Mulia Menjaga Warisan Budaya Pasundan”.
Ketua Sako Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Budiana, S.Ip., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter peserta didik melalui pengalaman kepramukaan.
“Perkemahan Penggalang Pasundan keempat tahun 2026 dilaksanakan pada tanggal 6 sampai dengan 8 Oktober 2026 di bumi perkemahan Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Doktor Honoris Causa Haji Mashudi di Kiara Payung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang,” ujar Budiana.
Menurutnya, tema kegiatan tersebut membawa semangat Pasundan Ludeung yang menekankan karakter, budaya, persaudaraan, pengabdian, serta kecintaan terhadap lingkungan.
“Dengan tema membentuk karakter mulia, menjaga warisan budaya Pasundan. Perkemahan ini menghidupkan semangat Pasundan ludeung. Luhung budayana, utuh duduluranana, daria ngabaktina, eling kana jatidirina, ulet dina gawena, nyaah ka lemah caina, gumilang kajayaana,” katanya.
Lebih lanjut, Budiana menjelaskan, peserta berasal dari jenjang sekolah dasar, SMP, SMA, hingga SMK di lingkungan Pasundan se-Jawa Barat.
Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, pembinaan karakter dan kepemimpinan, seni budaya, kegiatan edukatif, kebersamaan, serta jelajah alam terbuka.
“Melalui pengalaman tersebut, kami ingin menumbuhkan disiplin, kemandirian, tanggung jawab, dan kepemimpinan, mempererat persaudaraan serta menguatkan kecintaan terhadap budaya Pasundan dan tanah air,” kata Budiana.
Sementara itu, Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan sekaligus Mabi Sako Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., menilai kegiatan tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.
“Tentang sistem pendidikan nasional, di mana dalam tujuan pendidikan nasional itu adalah melahirkan anak didik, peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, serta mandiri, bertanggung jawab, disiplin, dan demokratis,” ujar Didi.
Karena itu, Didi mengapresiasi antusiasme seluruh peserta, guru, kepala sekolah, dan jajaran penyelenggara yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Oleh karena itu, saya merasa bersyukur dan merasa bangga terhadap pelaksanaan ini karena jumlahnya cukup besar, yaitu 5.200,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah tersebut menunjukkan besarnya dukungan lingkungan pendidikan Pasundan terhadap pembinaan karakter peserta didik.
“Kami merasa bangga atas semangat, perjuangan, dan pengorbanan para kepala sekolah, para guru, terutama jajarannya, serta para kepala sekolah dan para anak didik yang telah mempunyai motivasi yang tinggi, walaupun berpanas-panas, walaupun jauh dari berbagai daerah hadir juga di sini,” tutur Didi.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan aktivitas perkemahan. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi ruang untuk membangun karakter generasi muda.
“Karena apa pun juga yang dilakukan di sini itu dalam rangka pembinaan karakter bangsa sesuai dengan cita-cita kemerdekaan, bahwa kita harus punya karakter pantang menyerah, pemberani, petarung, dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Didi berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan aman dan memperoleh pengalaman yang bermanfaat.
“Oleh karena itu, insyaallah anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang saleh dan salehah sebagaimana yang diharapkan para orang tuanya masing-masing,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh peserta dan pihak yang terlibat mendapat perlindungan selama kegiatan berlangsung.
“Dan saya ucapkan selamat dan berharap semoga semuanya mendapat perlindungan Allah SWT. Tidak ada satu orang pun yang mengikuti atau yang terlibat dalam kegiatan ini yang mendapat musibah, semuanya selamat,” ujar Didi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua YPDM Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. Dadang Mulyana, M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan IV.
“Selamat, sukses untuk SAKO Paguyuban Pasundan Jawa Barat Banten,” kata Dadang.
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak berkelanjutan terhadap pembentukan karakter siswa sekolah Pasundan.
“Karena peserta SAKO Paguyuban Pasundan adalah 99% dari siswa-siswa sekolah Pasundan, kami berharap ke depan lulusan sekolah-sekolah Pasundan akan memiliki karakter toleran, peduli, punya kecerdasan, kreatif, pemberani, dan berpikiran jauh ke depan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari berbagai sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya datang dari Mabigus SMA Pasundan Rancaekek, Burhanudin, S.Pd.i., M.Ag.
Ia menilai Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan IV menghadirkan suasana yang meriah sekaligus memperkuat hubungan antarsekolah.
“Kata-kata hari ini untuk Kemah Budaya ke-4 SAKO Pramuka Paguyuban Pasundan: luar biasa, mantap! Pesertanya sangat antusias, berasal dari berbagai sekolah Pasundan di Jawa Barat, mencakup berbagai kabupaten dan kota,” ujar Burhanudin.
Ia juga mengapresiasi kesiapan panitia serta dukungan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
“Persiapan dari pihak panitia pun sungguh luar biasa. Para tamu undangan yang hadir cukup banyak, termasuk pula para sesepuh Pramuka dari Kwarda Jawa Barat,” katanya.
Menurut Burhanudin, penyelenggara juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai unsur pendukung.
“Tidak lupa, kerja sama kita hari ini dengan berbagai puskesmas, rumah sakit, dan Forkopimda juga semakin dipererat, sehingga pelaksanaan Kemah Budaya ke-4 ini menjadi lebih sukses, meriah, dan insyaallah bermanfaat untuk peningkatan karakter peserta didik di sekolah-sekolah Pasundan,” tuturnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari peserta dan pembina sekolah lainnya.
Mabigus SMP Pasundan Rancaekek, Erna Kardinasari, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus Sako Paguyuban Pasundan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pengurus karena telah memberikan kesempatan kepada SMP Pasundan Majalaya untuk mengikuti kegiatan SAKO ini,” ujar Erna.
Ia berharap kegiatan serupa terus berkembang dan memperkuat hubungan antarsekolah Pasundan.
“Semoga ke depannya makin hebat, makin jaya, dan makin terjalin silaturahmi,” katanya.
Hal senada disampaikan Mabigus SMP Pasundan Majalaya, Nia Nurmania, S.Pd., M.M. Ia mengaku bangga sekolahnya dapat menjadi bagian dari Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan IV.
“Alhamdulillah, SMP Pasundan Majalaya merupakan peserta dari SAKO Kemah Budaya keempat SAKO Paguyuban Pasundan. Kami merasa bangga menjadi bagian dari peserta Kemah Budaya ini,” ujar Nia.
Ia berharap Sako Paguyuban Pasundan terus berkembang dan memberikan ruang pembinaan bagi generasi muda.
“Semoga SAKO Pasundan tetap jaya dan sukses terus,” katanya.
Melalui Kemah Budaya Sako Pramuka Paguyuban Pasundan IV, penyelenggara tidak hanya menguatkan aktivitas kepramukaan. Kegiatan tersebut juga mempertemukan pendidikan karakter, kepemimpinan, kebersamaan, dan budaya.
Dengan melibatkan 5.200 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, kegiatan di Kiarapayung menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda Pasundan dari berbagai daerah.
Selama tiga hari, peserta mendapat pengalaman langsung melalui kegiatan alam terbuka, seni budaya, pembinaan karakter, edukasi, dan aktivitas kepramukaan.
Rangkaian tersebut sekaligus memperkuat pesan utama kegiatan, yakni membentuk karakter mulia sekaligus menjaga warisan budaya Pasundan di tengah perkembangan zaman.