27.3 C
Bandung
Rabu, Okt 7, 2026
Info Burinyay
Kegiatan Organisasi

HUT ke-81 PMI Kabupaten Bandung, Asep Deni Ajak Warga Peduli dan Bergerak Bersama

Ketua PMI Kabupaten Bandung Asep Deni Ramdani bersama jajaran saat HUT ke-81 PMI
Ketua PMI Kabupaten Bandung H. Asep Deni Ramdani, S.IP., A.Md., (tengah) bersama jajaran dalam rangkaian HUT ke-81 PMI dan Gerakan Bulan Dana Kemanusiaan 2026. Foto:Info Burinyay/Lee

Soreang, Info Burinyay — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung menggelar bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI di Mako PMI Kabupaten Bandung, Jalan Al-Fathu, Soreang, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah layanan sosial bagi masyarakat. Agenda utama meliputi khitanan massal, santunan bagi anak yatim, kaum dhuafa dan lansia, serta pencanangan Gerakan Bulan Dana Kemanusiaan 2026.

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna. Kehadiran pemerintah daerah sekaligus memperkuat dukungan terhadap kiprah PMI dalam menjalankan pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Bandung.

Ketua PMI Kabupaten Bandung H. Asep Deni Ramdani, S.IP., A.Md., mengatakan kegiatan bakti sosial menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian PMI terhadap masyarakat.

“Di usia ke-81, PMI ingin semakin hadir dan bermanfaat. Tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemanusiaan sehari-hari,” ujar Asep Deni.

Menurutnya, rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI Kabupaten Bandung telah berlangsung sejak 17 September 2026. PMI sebelumnya menggelar upacara peringatan Hari PMI dan melanjutkannya dengan pelantikan pengurus Korps Sukarelawan PMI Kabupaten Bandung.

Selanjutnya, PMI Kabupaten Bandung menggelar bakti sosial sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kemanusiaan. Khitanan massal menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian masyarakat.

Asep menjelaskan, khitanan massal berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 08.00 WIB dan masih berlanjut dalam rangkaian pelayanan kegiatan. Setelah itu, PMI memberikan santunan kepada penerima manfaat.

“Kita melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa khitanan massal dan pemberian santunan bagi kaum dhuafa ataupun juga anak yatim,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, PMI Kabupaten Bandung juga mencanangkan Gerakan Bulan Dana Kemanusiaan 2026. Program tersebut telah berjalan sejak September dan akan berlangsung hingga akhir tahun.

Asep menegaskan, semangat HUT ke-81 PMI mengedepankan sikap responsif, kepedulian dan gerakan bersama. Karena itu, PMI terus berupaya mempercepat pelayanan ketika masyarakat membutuhkan dukungan kemanusiaan.

“PMI pada hari ini sesuai dengan tema semangat HUT ke-81: responsif dalam arti peduli, kemudian bergerak bersama,” ucapnya.

Ia menambahkan, PMI berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang tersedia untuk memperkuat pelayanan kepalangmerahan. Langkah tersebut mencakup pelibatan berbagai pihak yang memiliki kemampuan mendukung kegiatan kemanusiaan.

Lebih jauh, Asep menjelaskan posisi Bulan Dana Kemanusiaan sebagai salah satu sumber pendanaan PMI. Pengumpulan dana tersebut berasal dari donasi masyarakat dan mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku.

Ia menyebut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan serta Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kepalangmerahan sebagai landasan pelaksanaan program tersebut.

“Insya Allah Bulan Dana Kemanusiaan ini kita mengakomodir dan melaksanakan pengumpulan dana berdasar izin daripada Pemerintah Kabupaten Bandung,” jelas Asep.

Menurut Asep, PMI akan mengoptimalkan dana yang terkumpul untuk mendukung berbagai pelayanan kepalangmerahan. Program tersebut mencakup pelayanan sosial, kesehatan, kebencanaan, pelayanan darah, serta pendidikan dan pelatihan bagi relawan.

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menilai inovasi PMI melalui Gerakan Bulan Dana Kemanusiaan dapat memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat.

“Selama ini kita tahunya PMI ini mengurusi yang namanya kantong darah, donor darah, ataupun yang lainnya. Tapi alhamdulillah, dengan inovasi yang dibuat oleh PMI Kabupaten Bandung, dengan acara Dana Kemanusiaan ini bisa lebih bermanfaat lagi untuk masyarakat Kabupaten Bandung,” ujar Ali.

Ali berharap PMI terus memperkuat kontribusinya di tengah masyarakat. Ia menilai pelayanan PMI tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan darah, tetapi juga dapat berkembang melalui edukasi, pembelajaran dan respons terhadap situasi kebencanaan.

“Ke depannya saya berharap PMI bisa lebih berkontribusi lagi kepada masyarakat dan bukan cuma permasalahan-permasalahan soal darah saja,” katanya.

Ia juga menyinggung potensi peran PMI dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Menurutnya, PMI dapat memberikan dukungan ketika terjadi bencana alam, longsor maupun kondisi lain yang membutuhkan pelayanan kemanusiaan.

Di sisi lain, Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Bandung Teja Sungkawa, SH., menjelaskan bahwa pencanangan Gerakan Bulan Dana Kemanusiaan 2026 berjalan beriringan dengan kegiatan bakti sosial.

Teja menyebut khitanan massal menjadi salah satu kegiatan utama dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 12 anak. Selain itu, panitia memberikan santunan kepada 12 orang kaum dhuafa dan 20 anak yatim.

“Kegiatan pencanangan Gerakan Bulan Dana Kemanusiaan ini turut menyertakan kegiatan bakti sosial, salah satunya adalah khitanan massal bagi dua belas anak,” kata Teja.

Ia menjelaskan, Gerakan Bulan Dana Kemanusiaan merupakan agenda rutin tahunan. Program tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa dukungan masyarakat memiliki peran penting dalam keberlangsungan pelayanan kemanusiaan PMI.

“Pada prinsipnya, agenda rutin tahunan ini bertujuan mengingatkan semua pihak bahwa gerakan ini berasal dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” ujarnya.

Teja menambahkan, dana yang dihimpun melalui program tersebut akan kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuk pelayanan. Di antaranya penanggulangan bencana, bantuan kesehatan, pelayanan donor darah dan bantuan kemanusiaan lainnya.

“Karena PMI bergerak berdasarkan anggaran dari Bulan Dana Kemanusiaan, maka peruntukannya pun kembali kepada masyarakat melalui program penanggulangan bencana, bantuan kesehatan, dan donor darah,” tutur Teja.

Dengan pencanangan tersebut, PMI Kabupaten Bandung mendorong partisipasi masyarakat dalam memperkuat gerakan kemanusiaan. Pengumpulan dana berlangsung selama tiga bulan hingga akhir 2026.

Rangkaian HUT ke-81 PMI pun menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara PMI, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat. Melalui semangat peduli dan bergerak bersama, PMI Kabupaten Bandung berkomitmen menjaga pelayanan kemanusiaan agar semakin responsif terhadap kebutuhan warga.

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.