33.5 C
Bandung
Rabu, Okt 14, 2026
Info Burinyay
Kegiatan KepramukaanPendidikan

SMA Pasundan Rancaekek Borong Lima Prestasi di Kemah Budaya Sako Pramuka Pasundan

SMA Pasundan Rancaekek borong lima prestasi Kemah Budaya IV Sako Pramuka Pasundan 2026
SMA Pasundan Rancaekek meraih lima penghargaan dalam Kemah Budaya IV Sako Pramuka Paguyuban Pasundan se-Jawa Barat dan Banten di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang, pada 6–8 Oktober 2026. Foto:Info Burinyay/dj

Rancaekek, Info Burinyay – SMA Pasundan Rancaekek meraih lima penghargaan dalam Kemah Budaya IV Sako Pramuka Paguyuban Pasundan se-Jawa Barat dan Banten. Kegiatan ini berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang.

Para siswa meraih Juara 1 Aksara Sunda, Juara 3 Tapak Kemah Terbaik, Juara 3 Basis Tergiat, Juara 3 Kri-Kago, dan Juara 3 Kuliner Khas. Prestasi ini menunjukkan kemampuan siswa dalam berkompetisi sekaligus mengenal budaya Sunda.

Mabigus sekaligus Kepala SMA Pasundan Rancaekek, Burhanudin, S.Pd.I., M.Ag., bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai kegigihan siswa dan pembinaan karakter di sekolah turut mendukung keberhasilan mereka.

“Alhamdulillah, kami pulang dengan membawa berbagai kategori kejuaraan. Di antaranya Juara 1 Aksara Sunda, Juara 3 Tapak Kemah Terbaik, Juara 3 Giat Terbaik, Juara 3 Kri-Kago, dan Juara 3 Makanan Khas,” ujar Burhanudin di SMA Pasundan Rancaekek, Jalan Dahlia Raya, Kelurahan Rancaekek Kencana, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026).

Menurut Burhanudin, sekolah menjalankan pembinaan karakter melalui kebiasaan harian. Para guru menyambut siswa sejak mereka memasuki gerbang sekolah. Selanjutnya, siswa mengikuti pembiasaan lagu Indonesia Raya, Karatagan Paguyuban Pasundan, dan Mars SMA Pasundan Rancaekek.

Sekolah juga membiasakan siswa mengikuti kuliah tujuh menit dan membersihkan lingkungan sebelum pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, sekolah menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Di sekolah ini, anak-anak terus kami bina karakternya. Sejak masuk gerbang, mereka disapa Bapak-Ibu guru. Setelah itu, mereka mengikuti pembiasaan lagu Indonesia Raya, Karatagan Paguyuban Pasundan, dan Mars SMA Pasundan Rancaekek,” katanya.

Burhanudin menjelaskan bahwa pembinaan siswa tidak hanya berfokus pada prestasi akademik. Sekolah juga mengembangkan potensi siswa melalui kepramukaan, Paskibra, dan kegiatan pendidikan lainnya. Selain itu, komunikasi dengan orang tua turut mendukung perkembangan karakter anak.

Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Sako Pramuka Paguyuban Pasundan, panitia, Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah Pasundan, serta para pembina dan pendamping. Menurutnya, dukungan berbagai pihak membantu siswa mengikuti kegiatan dengan baik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Sako Pramuka Paguyuban Pasundan, panitia, Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah Pasundan, serta para pembimbing yang mendampingi anak-anak di perkemahan,” tutur Burhanudin.

Dari lima penghargaan tersebut, Juara 1 Aksara Sunda menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan. Para siswa mengapresiasi dukungan sekolah dan pembimbing selama persiapan hingga perlombaan.

Shavina Hasbi Fauzy dari kelas 10.5 dan Dewanti Sintia Sari dari kelas 10.2 mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan mereka. Keduanya juga berterima kasih kepada penyelenggara dan pihak sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sako Paguyuban Pasundan, Yayasan Pendidikan Menengah Pasundan, pihak SMA Pasundan Rancaekek, serta para pembimbing yang telah membina dan memfasilitasi kami hingga meraih Juara 1 Aksara Sunda,” ujar keduanya.

Mereka mengajak teman-teman sebaya untuk lebih giat mempelajari aksara Sunda. Menurut mereka, penguasaan aksara daerah menjadi salah satu langkah untuk menjaga warisan budaya.

Pesan serupa disampaikan Ibrahimova Duta Harlouista dan Muhammad Mayzal Farras Rahman dari kelas 10.5. Keduanya turut meraih Juara 1 Aksara Sunda dan mengapresiasi dukungan para pembimbing.

“Untuk semua teman-teman, mari kita belajar Aksara Sunda karena Aksara Sunda merupakan bagian dari budaya suku Sunda yang patut dilestarikan,” kata Ibrahimova dan Muhammad Mayzal.

Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah dan para pembimbing. Dukungan tersebut membantu mereka menjalani persiapan hingga mengikuti kompetisi.

Pembina Pramuka putra SMA Pasundan Rancaekek, Fery Mentasusela, S.Pd., mengapresiasi penyelenggaraan Kemah Budaya IV Sako Pramuka Paguyuban Pasundan. Ia melihat antusiasme siswa selama mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan budaya.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas kegiatan SAKO yang diadakan Paguyuban Pasundan. SMA Pasundan telah berpartisipasi dalam berbagai acara yang mereka rancang. Para siswa pun sangat antusias mengikutinya,” ujar Fery.

Ia menilai keberhasilan siswa meraih sejumlah penghargaan menjadi hasil positif dari partisipasi mereka. Selain berkompetisi, siswa juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan memperluas pengalaman.

Sementara itu, Pembina Pramuka putri, Siti Nurhalipah, S.Sos., Gr., menyoroti manfaat kegiatan tersebut bagi pengenalan budaya lokal. Menurutnya, permainan tradisional seperti egrang dan perepet jengkol membantu generasi muda mengenal kekayaan budaya Sunda.

“Alhamdulillah, SMA Pasundan Rancaekek meraih beberapa kejuaraan. Di antaranya Juara 1 Aksara Sunda, Juara 3 Kri-Kago, Juara 3 Tapak Terbaik, dan Juara 3 Makanan Khas,” ujar Siti.

Ia juga mengapresiasi pihak sekolah yang mendukung kegiatan tersebut. Selain itu, ia berterima kasih kepada Sako Pramuka Paguyuban Pasundan yang mempertemukan peserta dari berbagai sekolah Pasundan di Jawa Barat dan Banten.

Guru Bahasa Sunda, Tanti Nurmalasari, S.Hum., turut mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan siswa dalam Pasanggiri Aksara Sunda. Ia menyampaikan apresiasi kepada sekolah, Yayasan Pasundan, dan Sako Paguyuban Pasundan atas dukungan mereka.

“Sim kuring Tanti Nurmalasari salaku guru pangaping siswa anu parantos nyiringan Pasanggiri Aksara Sunda dina raraga Sako Pramuka Paguyuban Pasundan sa-Jawa Barat. Abdi sareng Pak Ikin ngaraos reueus tur bingah ku udagan murangkalih anu nyangking pinunjul kahiji. Abdi ogé ngahaturkeun nuhun ka pihak sakola, Yayasan Pasundan, sareng Sako Paguyuban Pasundan anu parantos ngarojong kagiatan kasebat,” tuturnya.

Prestasi ini memperkuat komitmen SMA Pasundan Rancaekek dalam membina karakter dan mengembangkan potensi siswa. Sekolah juga mendorong generasi muda untuk terus mengenal serta melestarikan budaya daerah.

Semangat tersebut sejalan dengan slogan kegiatan, “Ki Sunda Digjaya, Pramuka Pasundan Jaya!”

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.